
Bola.net - - Bos Liverpool, Jurgen Klopp meyakini satu alasan utama Liverpool dan Manchester City bisa mengungguli tim-tim kuat lainnya di puncak Premier League musim ini adalah konsistensi mereka. Liverpool dan Man City merupakan dua tim yang paling stabil.
The Reds dan Man City merupakan dua tim yang terus bersaing merebut gelar juara Premier League dalam beberapa bulan terakhir. Kedua tim itu unggul cukup jauh dari peringkat ketiga sampai peringkat keenam
Saat ini, setelah 37 pertandingan, Man City memimpin dengan 95 poin, Liverpool mengekor dengan 94 poin. Di posisi ketiga ada Chelsea dengan 71 poin. Selisih poin itu cukup jauh dan membuktikan kualitas dua tim teratas.
Di sisi lain, kekuatan empat tim lainnya: Chelsea, Tottenham Hotspur, Arsenal, dan Manchester United tidak bisa diremehkan. Lalu mengapa kesenjangan itu begitu besar? Baca ulasan selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Bukan Selisih Poin
Menurut Klopp, selisih poin masif itu sebenarnya tidak menggambarkan perbedaan kualitas mereka yang sebenarnya. Dia justru menilai perbedaannya terletak pada konsistensi tim. Ketika tim-tim kuat itu bertemu, pada saat itu perbedaan poin tidak penting, hanya soal siapa yang bermain lebih baik.
"Kami sudah melihat Chelsea dan Arsenal [mencapai final Liga Europa] - bagaimana perbedaannya dengan kami? 20 poin atau lebih. Sebenarnya itu bukanlah perbedaan yang utama, melainkan bagaimana kami telah tampil sangat konsisten, itulah perbedaannya," tegas Klopp kepada Mirror.
"Ketika kami berhadapan satu sama lain, itu bukan soal perbedaan 20 poin. Itu adalah soal satu momen atau lainnya, dan konsistensi itu yang melahirkan perbedaan poin ini. Hal itulah yang harus kami pastikan bisa kami lakukan di masa depan."
Terus Berkembang
Klopp dikenal sebagai salah satu pelatih yang sukses di Liverpool, meski belum mempersembahkan trofi. Dia dikenal karena mampu menerapkan gaya sepak bola ofensif-agresif, tetapi ternyata bagi Klopp yang lebih penting adalah membantu Liverpol kembali ke level tinggi.
"Visi saya tidak pernah seperti artikel yang telah usai. Saya tidak pernah berpikir kami harus mencapai titik ini atau itu, sebab saya tahu sepak bola selalu berubah. Ini adalah soal stabil di level setinggi mungkin - itulah harapan saya."
"Ini bukan soal gaya sepak bola yang kami mainkan. Saya sangat puas dengan langkah-langkah besar yang kami buat di berbagai departemen dalam permainan ini," tutupnya.
Jurgen Klopp bicara soal bagaimana kemampuan Liverpool untuk tetap menang meski tidak bermain maksimal dalam satu pertandingan.
Baca Juga:
- Berharap, Mohamed Salah Ingin Liga Champions Jadi Milik Liverpool
- Man of The Match Liverpool vs Barca Ternyata Seorang Ball Boy
- Arsenal Belum Layak Disandingkan dengan Liverpool dan Manchester City, Begini Janji Unai Emery
- Kata Van Dijk, Liverpool Sudah Tidak Lagi 'Mabuk Barcelona'
- Liverpool atau Manchester City yang Jadi Juara? Ini Perang Mental Klopp vs Guardiola
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Berharap, Mohamed Salah Ingin Liga Champions Jadi Milik Liverpool
Liga Champions 11 Mei 2019, 22:30
-
Man of The Match Liverpool vs Barca Ternyata Seorang Ball Boy
Liga Champions 11 Mei 2019, 21:30
-
Kata Van Dijk, Liverpool Sudah Tidak Lagi 'Mabuk Barcelona'
Liga Champions 11 Mei 2019, 20:30
LATEST UPDATE
-
Nonton Live Streaming Liga Inggris: Arsenal vs Newcastle
Liga Inggris 25 April 2026, 20:58
-
Otomotif 25 April 2026, 20:55

-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen MotoGP 2026
Otomotif 25 April 2026, 20:55
-
Klasemen Sementara MotoGP 2026 Usai Sprint Race Seri Spanyol di Jerez
Otomotif 25 April 2026, 20:54
-
Bruno Fernandes Tiba-tiba Minta Maaf ke Legenda Liverpool, Ada Masalah Apa?
Liga Inggris 25 April 2026, 19:49
-
Mirwan Suwarso Tegaskan Como Tak Halangi Cesc Fabregas Jika Dipinang Chelsea
Liga Inggris 25 April 2026, 18:52
LATEST EDITORIAL
-
9 Pelatih Terbaik Chelsea Sejak 2000-an
Editorial 24 April 2026, 15:46
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46























KOMENTAR