
Bola.net - Tottenham kembali menjadi sorotan, bukan karena prestasi, melainkan penurunan performa yang tajam dalam beberapa musim terakhir. Klub yang sempat bersaing di papan atas kini justru berjuang menghindari degradasi.
Perubahan di kursi pelatih menjadi salah satu indikator ketidakstabilan tersebut. Sejak ditinggal Mauricio Pochettino, Tottenham telah mengalami pergantian manajer yang cukup sering.
Di tengah situasi itu, Pochettino angkat bicara. Mantan pelatih Spurs tersebut mengaku memiliki ikatan emosional kuat dan menyayangkan kondisi yang kini dialami klub lamanya.
Pochettino: Situasi Tottenham Sangat Menyedihkan

Pochettino menilai kondisi Tottenham saat ini sebagai sesuatu yang menyedihkan. Ia mengaku masih memiliki rasa cinta yang besar terhadap klub yang pernah ia tangani selama enam musim.
“Ini sangat menyedihkan. Saya sangat mencintai Tottenham, itu akan selalu menjadi bagian penting dalam hidup saya, sebagai pelatih dan juga sebagai pribadi," ungkap Pochettino.
Ia juga menyoroti dampak situasi ini terhadap orang-orang di dalam klub dan para pendukung. Menurutnya, penderitaan tidak hanya dirasakan di lapangan, tetapi juga oleh seluruh komunitas Tottenham.
“Sangat menyedihkan karena saya tahu orang-orang di sana menderita, di dalam klub dan juga para fans.”
Pernyataan tersebut menggambarkan kedekatan emosional yang masih dimiliki Pochettino terhadap Spurs, meski ia kini melanjutkan karier di tempat lain.
Kebanggaan atas Masa Lalu dan Harapan ke Depan
Pochettino juga mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian selama melatih Tottenham. Ia menilai timnya saat itu tetap kompetitif meski menghadapi berbagai keterbatasan.
“Ketika saya di sana, saya mencoba menjelaskan visi saya. Kami berada dalam situasi yang luar biasa karena kami sedang merenovasi tempat latihan, stadion, kami pindah ke Wembley untuk bermain," lanjut Pochettino.
Ia menekankan bahwa timnya mampu bersaing tanpa dukungan transfer besar, bahkan mencatat periode panjang tanpa pembelian pemain baru.
“Kami menang setiap musim karena dengan semua situasi yang kami hadapi. Kami menjalani 18 bulan tanpa satu pun perekrutan. Itu adalah rekor di Premier League.”
Saat ini, Pochettino memimpin Timnas Amerika Serikat dan bersiap menghadapi Piala Dunia 2026. Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan untuk kembali melatih di Premier League di masa depan.
Jangan Lewatkan!
- Antony Bongkar Masa Sulit di Manchester United dan Cerita Malu di Depan Cristiano Ronaldo
- Jadwal Pekan ke-35 Premier League di SCTV dan Vidio, 2-5 Mei 2026
- Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
- Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di SCTV dan Vidio, 2-5 Mei 2026
- Link Live Streaming Man United vs Liverpool, Pertarungan Penentuan Harga Diri
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kata Pochettino, Kejatuhan Tottenham Sungguh 'Menyedihkan'
Liga Inggris 1 Mei 2026, 19:45
-
AC Milan Siap Jual Fofana, Dua Klub Inggris Sudah Antre
Liga Italia 1 Mei 2026, 18:48
-
Login! Tottenham Coba Rebut Marcus Rashford dari Barcelona
Liga Inggris 30 April 2026, 14:00
LATEST UPDATE
-
Hasil Uzbekistan vs Kolombia: Luiz Diaz Pimpin Kemenangan Los Cafeteros
Piala Dunia 18 Juni 2026, 11:01
-
Man of the Match Ghana vs Panama: Antoine Semenyo
Piala Dunia 18 Juni 2026, 10:56
-
Kylian Mbappe dan 'Rumah' Bernama Piala Dunia
Piala Dunia 18 Juni 2026, 10:06
-
Ronaldo Masuk Daftar, Ini 5 Pemain Tertua yang Tampil di Piala Dunia
Piala Dunia 18 Juni 2026, 09:54
-
Klasemen Grup L Piala Dunia 2026 Usai Inggris dan Ghana Menang
Piala Dunia 18 Juni 2026, 08:37
-
Hasil Ghana vs Panama: Black Stars Menang Dramatis Berkat Caleb Yirenkyi
Piala Dunia 18 Juni 2026, 08:09
-
Tempat Menonton Uzbekistan vs Kolombia di Piala Dunia 2026, 18 Juni 2026
Piala Dunia 18 Juni 2026, 07:00
-
Cristiano Ronaldo Jadi Beban Portugal? Ini Fakta yang Sulit Diabaikan
Piala Dunia 18 Juni 2026, 06:39
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28

























KOMENTAR