Bola.net - Salah satu penyerang asal Italia yang pernah merumput di Premier League, Paolo Di Canio, mengaku ia pernah menolak pinangan dari Sir Alex Ferguson untuk gabung Manchester United pada tahun 2001 silam.
Di Canio termasuk cukup sukses di Italia. Ia pernah membela Lazio, Juventus, Napoli, dan AC Milan.
Ia juga memenangkan gelar UEFA Super Cup, Serie A dan UEFA Super Cup. Namun ia kemudian enggan meneruskan karirnya di Italia karena di klub-klub itu ia bukan termasuk seorang protagonista.
Ia sempat bermain di Celtic semusim sebelum akhirnya gabung Sheffield Wednesday. Performanya cukup apik namun ia hanya bertahan dua tahun di sana karena masalah kedisiplinan dan berpisah dengan tidak baik-baik.
Di Canio sempat disebut tak punya masa depan lagi di Inggris. Tapi pada tahun 1999, ia ditampung oleh West Ham United. Di sini ia kembali menunjukkan permainan terbaiknya.
Panggilan dari Sir Alex Ferguson
Performa Paolo Di Canio ini ternyata mampu memikat Sir Alex Ferguson. Manajer asal Skotlandia itu pun berusaha mengajaknya pindah ke Manchester United.
Itu adalah Hari Natal, 2001, ketika istri Di Canio mengulurkan telepon kepadanya. "Ini orang yang bernama Alex Ferguson," bukanya pada Sky Sports.
"Saya pikir itu lelucon," kenangnya sembari tertawa. "Saya mengira itu teman saya dari Italia."
Itu adalah yang pertama dari dua kali percobaan Sir Alex Ferguson untuk memcoba membuatnya meninggakan West Ham dan pindah ke Manchester United.
Terasa Aneh
Paolo Di Canio mengaku saat mengetahui bahwa memang Sir Alex Ferguson memang ingin merekrutnya ke Manchester United, ia sempat merasa senang. Namun ketika pada akhirnya menyatakan penolakannya pada Sir Alex, ia merasa aneh.
“Perut saya sedikit bergerak karena itu membuat Anda berpikir Anda telah meremehkan diri sendiri, bahwa Anda lebih besar dari apa yang Anda pikirkan. Man United memanggil Anda, cobalah membujuk Anda untuk pindah karena mereka menginginkan Anda. Selama beberapa menit Anda merasa besar dan kuat."
“Aneh bagi saya untuk mengatakan tidak kepada Sir Alex. Saya berkata "terima kasih, 1000 kali terima kasih, tetapi saya tidak bisa. West Ham adalah keluarga yang menghangatkan saya di saat terburuk dalam hidup saya, saya kapten, saya tidak bisa.'"
Tidak Menyesal
Paolo Di Canio menjelaskan alasannya menolak pindah ke Manchester United. Sir Alex Ferguson pun bisa memahami keputusannya itu.
Di Canio juga mengatakan ia tidak menyesali keputusannya bertahan di West Ham. Meskipun Setan Merah saat itu sedang jaya-jayanya.
“Ia memberi tahu saya,‘ Paolo, saya menghormati ini, saya suka orang-orang yang berpikir seperti ini. Anda persis seperti pria yang saya duga',” kata Di Canio.
“Saya pindah ke West Ham tidak dengan cara yang normal, di saat terburuk dalam hidup saya."
"Pada akhirnya saya tetap di West Ham dan saya tidak menyesal, bahkan jika United menjadi yang terbaik, memenangkan Liga Champions, memenangkan liga. Saya tidak akan pernah berubah dengan memenangkan liga-liga itu selama empat setengah tahun saya mengenakan jerse West Ham," pungkasnya.
Paolo Di Canio baru meninggakan West Ham pada tahun 2003 untuk pindah ke Charlton Athletic. Semusim di sana ia akhirnya balik ke Lazio.
Paolo Di Canio bermain dua tahun di Olimpico. Ia kemudian pindah ke Cisco Roma sebelum akhirnya pensiun pada tahun 2008.
(sky sports)
Baca Juga:
- Komparasi 3 Tim Terkuat MU di Bawah Ferguson: Era Cantona, Class of '92, dan Duet Ronaldo-Rooney
- Sebelum Newcastle, Shearer Ternyata Sempat Putuskan Gabung Man United
- Tuanzebe dkk Ingin Ulangi Kisah Sukses Class of 92 Manchester United
- 10 Rekrutan Termahal Sir Alex Ferguson, Yang Termahal Hanya 1/3 Harga Paul Pogba
- Ranking 31 Rekrutan MU setelah Sir Alex Ferguson Pensiun, Alexis Sanchez Posisi Buncit
- Fernando Redondo, Sihirnya Pernah Membuat Old Trafford Terhenyak
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mau Jadi Juara, Ole Gunnar Solskjaer Diminta Perbaiki Kedalaman Tim MU
Liga Inggris 8 April 2020, 21:15
-
Reus Minta Sancho Acuhkan Manchester United, Kenapa?
Bundesliga 8 April 2020, 20:52
-
Arti Penting Ole Gunnar Solskjaer Bagi Sosok Eric Bailly
Liga Inggris 8 April 2020, 20:40
-
Jika Musim Dilanjutkan, MU Diklaim akan Semakin Perkasa, Sepakat?
Liga Inggris 8 April 2020, 20:20
-
Odion Ighalo Diminta Tidak Ragu Perpanjang Masa Bakti di MU
Liga Inggris 8 April 2020, 20:00
LATEST UPDATE
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:32
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:06
-
Link Streaming Java United vs Bhayangkara FC di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 15:17
-
Prediksi Barcelona vs Alaves 1 November 2026
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 14:26
-
Prediksi Milan vs Inter 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 13:29
-
Prediksi Bayern vs Dortmund 1 November 2026
Bundesliga 30 Oktober 2026, 12:31
-
Prediksi Udinese vs Roma 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 11:25
-
Prediksi Man City vs Brighton 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 10:38
-
Prediksi Chelsea vs Man Utd 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 09:38
-
Prediksi Le Havre vs PSG 31 Oktober 2026
Liga Eropa Lain 30 Oktober 2026, 08:15
-
Sesko Cedera, Ini 5 Striker yang Bisa Direkrut Manchester United pada Januari
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 07:02
-
Cristiano Ronaldo Raih B.O.A.T Award, Mengapa Penghargaan Ini Kontroversial?
Liga Champions 30 Oktober 2026, 06:55
-
Mendalami Kebangkitan Ronald Araujo di Liverpool usia Tinggalkan Barcelona
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 06:48
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


























KOMENTAR