
Bola.net - Frank Lampard merupakan sosok yang tidak bisa dipisahkan dari Chelsea. Dia pernah bermain di Stamford Bridge selama 13 tahun dan memenangkan banyak gelar.
Lampard juga tercatat sebagai top scorer sepanjang masa Chelsea, dengan torehan 211 gol.
Kini, Lampard dipercaya menjadi manajer Chelsea selama tiga musim. Namun, kiprah Lampard sebagai manajer Chelsea di Premier League 2019-2020 berjalan tak sesuai harapan.
The Blues bermain dengan skuat muda karena larangan mendatangkan pemain baru. Kondisi ini semakin pelik dengan hengkangnya Eden Hazard ke Real Madrid.
Performa Chelsea di Premier League juga kocar-kacir. Tidak adanya sosok pemimpin di lapangan dan kurang pengalamannya para pemain muda menjadi alasan mendasar.
Terbaru, Chelsea hanya bermain imbang 2-2 dengan Arsenal di Stamford Bridge, Rabu (22/2/2020). Padahal mereka unggul dalam jumlah pemain setelah David Luiz mendapat kartu merah.
Hasil imbang tersebut membuktikan ada masalah yang sulit diatasi Lampard di Chelsea. Berikut lima masalah mendasar tersebut yang membuat Chelsea kocar-kacir dilansir Sportskeeda.
1. Bek Kiri yang Lesu
Performa bek kiri Chelsea kerap mendapat kecaman dari fans. Marcos Alonso dan Emerson tidak bisa bermain dengan maksimal setelah pulih dari cedera.
Kondisi ini membuat Lampard kerap menggeser Cesar Azpilicueta ke posisi bek kiri. Manajer asal Inggris itu mencoba peruntungan dengan memainkan pemain muda, Reece James, di bek kanan jika Azpilicueta digeser ke kiri.
Kelemahan bek kiri ini juga terbukti saat gol pertama menghadapi Arsenal, Rabu (22/1/2020). Saat situasi sepak pojok, Emerson terlalu maju dan meninggalkan N'Golo Kante sendirian di belakang.
Praktis ketika Kante tergelincir tidak ada yang bisa menahan laju Gabriel Martinelli.
"Kami memiliki orang-orang di tepi kotak yang berlari maju ketika mereka seharusnya berlari mundur. Itu meninggalkan N'Golo. Ketika dia tergelicir, itu bukan kesalahannya. Itu sesuatu yang bisa terjadi. Tepi lapangan adalah kesalahan, seperti yang saya katakan, pekerjaan yang seharusnya dilakukan tetapi tidak dikerjakan," kata Lampard setelah pertandingan.
2. Kurangnya Pemain Kelas Dunia
Setelah kepergian Eden Hazard ke Real Madrid, Chelsea tinggal menyisakan N'Golo Kante yang merupakan pemain kelas dunia.
Ia berhasil meraih gelar Premier League dengan dua klub berbeda serta peraih pemain terbaik Premier League 2016-2017. Ia juga tampil luar biasa saat membantu Timnas Prancis juara Piala Dunia 2018.
Chelsea memiliki kesempatan membeli pemain bintang pada bursa transfer musim dingin 2020 setelah larangan transfer dicabut oleh CAS. The Blues telah santer diberitakan mengincar wonderkid Borussia Dortmund, Jadon Sancgo dan Striker Paris Saint-Germain, Edison Cavani.
3. Skuat Kurang Berpengalaman
Skuat Chelsea musim ini menempati urutan keempat termuda di Premier League. Mereka memiliki usia rata-rata 25,9 tahun.
Chelsea tengah mencoba formula baru setelah menyia-nyiiakan potensi Kevin de Bruyne, Mohamed Salah, dan Romelu Lukaku. The Blues mencoba memberi menit bermain lebih banyak kepada para pemain akademi seperti Tammy Abraham , Callum Hudson-Odoi, Reece James, dan Mason Mount.
Selain itu, Chelsea juga membeli pemain dengan usia muda dari Borrusia Dortmund, Christian Pulisic pada musim dingin 2019. Namun, kurangnya pengalaman di kompetisi seketat Premier League membuat mereka kerap membuat keputusan yang buru-buru.
Bahkan Chelsea kerap tampil buruk di Stamford Bridge musim ini. Itu menjadi sedikit bukti para pemain muda belum bisa mengatasi tekanan dari suporter untuk tampil sempurna.
4. Lini Tengah Kacau
Chelsea memiliki pemain dengan kualitas bagus di lini tengah. Mereka memiliki N'golo Kante, Jorginho, Mateo Kovacic, Mason Mount, Ross Barkley, dan Ruben Loftus-Cheek.
Namun, The Blues gagal dalam memberikan ancaman dalam penyerangan. Lampard masih kerap melakukan rotasi dan menurunkan pemain yang tidak sesuai posisinya.
Lampard sering menurunkan Jorginho, Kante, dan Kovacic secara bersamaan. Padahal ketiga pemain tersebut bertipikal gelandang bertahan. Kondisi ini membuat beban serangan Chelsea berada di sektor sayap.
Namun, ketika menurunkan Mount dan Barkley di lini tengah, performa mereka tidak konsisten dan efektif pada beberapa pertandingan. Lampard perlu memutar otak lebih keras supaya membuat keseimbangan yang pas di lini tengah Chelsea.
5. Kepa Arrizabalaga
Performa Kepa Arrizabalaga di bawah mistar Chelsea masih belum maksimal. Kiper berpaspor Spanyol ini memiliki presentase penyelamatan terburuk (55,4%) dari setiap penjaga gawang di Premier League musim ini.
Padahal Chelsea membeli sang pemain dengan harga tak murah. The Blues merogoh kocek hingga 75 juta euro pada musim panas 2018. Harga tersebut membuat mantan pemain Athletic Bilbao itu menjadi kiper termahal di dunia.
Chelsea perlu berusaha lebih keras lagi menempa Kepa supaya bisa melebihi dua mantan kiper Chelsea, Thibaut Courtois dan Petr Cech.
Sumber: Sportskeeda
Disadur dari: Bola.com/Penulis Hanif Sri Yulianto/Editor Yus Mei Sawitri
Published: 23 Januari 2020
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bukan Olivier Giroud, Inter Milan Bakal Datangkan Striker Ini
Liga Italia 24 Januari 2020, 21:20
-
Daripada Cavani, MU dan Chelsea Disarankan Kejar Raul Jimenez
Liga Inggris 24 Januari 2020, 21:00
-
4 Laga Ini Berpotensi Rusak Torehan 'Invincible' Liverpool, Lawan Siapa Saja?
Liga Inggris 24 Januari 2020, 15:02
-
Lampard Kesulitan Dongkrak Performa Chelsea, Ini Alasannya
Liga Inggris 24 Januari 2020, 09:51
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: Persebaya vs Persijap 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 20:06
-
Prediksi BRI Super League: Java United vs Bhayangkara FC 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 20:02
-
Bruno Fernandes On Fire, Siap Bawa MU Menang di Kandang Chelsea
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 18:00
-
Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
Otomotif 29 Oktober 2026, 17:51
-
Sir Jim Ratcliffe Pantau Langsung Laga Chelsea vs MU, Tekanan untuk Michael Carrick?
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 17:34
-
Tangan Dingin Carlos Pena Bikin Persita Tangerang Sulit Ditaklukkan
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:34
-
Jadwal Pekan ke-8 BRI Super League 2026/2027, Live di Indosiar dan Vidio!
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:30
-
3 Pemain Muda Borneo FC yang Mencuri Perhatian di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:27
-
Rafael Struick Tegaskan Siap Kembali Perkuat Timnas Indonesia
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:20
-
Terungkap, Roy Keane Nyaris jadi Staff Pelatih Manchester United
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 17:17
-
Update Nasib Piala Asia 2027, Erick Thohir Ungkap Jadwal Rapat Exco AFC
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:12
-
Terus Cadangkan Estevao, Ini Penjelasan Xabi Alonso
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 16:15
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR