Liam Rosenior Marah-Marah di Laga Chelsea vs Arsenal, Apa yang Terjadi?

Liam Rosenior Marah-Marah di Laga Chelsea vs Arsenal, Apa yang Terjadi?
Pelatih Chelsea, Liam Rosenior usai laga melawan Arsenal di semifinal Leg 2 Piala Liga Inggris, 4 Februari 2026. (c) AP Photo/Ian Walton

Bola.net - Chelsea kembali menjadi sorotan usai tersingkir dari Carabao Cup. Bukan hanya hasil pertandingan, tetapi juga insiden sebelum laga yang melibatkan pelatih mereka, Liam Rosenior, turut menyita perhatian.

Pelatih berusia 41 tahun itu terlihat meluapkan emosi saat sesi pemanasan jelang leg kedua semifinal melawan Arsenal di Emirates Stadium. Gesturnya memicu spekulasi tentang adanya ketegangan dengan pihak lawan.

Menjelang laga Liga Inggris akhir pekan ini, Rosenior akhirnya memberikan penjelasan terbuka mengenai kejadian tersebut. Ia meluruskan anggapan yang berkembang di luar.

1 dari 3 halaman

Penjelasan Rosenior Soal Insiden Pemanasan

Noni Madueke (kiri) berebut bola dengan Marc Cucurella di laga Arsenal vs Chelsea, Rabu (04/02/2026). (c) AP Photo/Ian Walton

Noni Madueke (kiri) berebut bola dengan Marc Cucurella di laga Arsenal vs Chelsea, Rabu (04/02/2026). (c) AP Photo/Ian Walton

Liam Rosenior membantah anggapan bahwa amarahnya ditujukan kepada para pemain Arsenal. Ia menegaskan masalahnya justru terkait aktivitas staf kepelatihan di area pemanasan.

“Bukan para pemain,” kata Rosenior dalam konferensi pers prapertandingan pada Kamis. “Saya orang yang menaruh hormat. Saat pemanasan, Anda punya setengah lapangan dan tim lain punya setengahnya.”

Ia menilai area kerja staf Arsenal saat itu mengganggu persiapan timnya. “Mereka memengaruhi pemanasan para pemain saya dan staf saya. Jadi saya meminta mereka, mungkin tidak dengan cara paling sopan, untuk tetap berada di area mereka,” ujarnya.

2 dari 3 halaman

Soal Etika dan Rasa Hormat di Lapangan

Joao Pedro dipepet Noni Madueke dan Gabriel Magalhaes di laga Arsenal vs Chelsea di EFL Cup, Rabu (04/2/2026). (c) AP Photo/Ian Walton

Joao Pedro dipepet Noni Madueke dan Gabriel Magalhaes di laga Arsenal vs Chelsea di EFL Cup, Rabu (04/2/2026). (c) AP Photo/Ian Walton

Rosenior menekankan bahwa insiden tersebut tidak berkaitan dengan upaya perang psikologis. Menurutnya, yang ia lakukan semata-mata demi menjaga etika dalam sepak bola.

“Saya tidak di sini untuk bermain mind games. Ini hanya soal apa yang menurut saya benar dan penuh rasa hormat. Mudah-mudahan kami saling menghormati dan tim lain juga melakukan hal yang sama,” lanjutnya.

Dia juga menegaskan tidak memiliki masalah pribadi dengan Arsenal. “Saya tidak punya isu dengan siapa pun di Arsenal. Manajer yang luar biasa, Mikel Arteta, saya sangat menghormatinya. Hanya pada momen itu saya merasa rasa hormat tersebut tidak ditunjukkan kepada tim saya.”

3 dari 3 halaman

Kekalahan Chelsea dan Respons atas Kritik

Chelsea akhirnya kalah 0-1 lewat gol menit akhir yang dicetak Kai Havertz. Hasil itu memastikan The Blues tersingkir dengan agregat 2-4 dan gagal melangkah ke final Carabao Cup.

Menilai performa timnya, Rosenior menilai kebisingan di luar lapangan adalah hal wajar. “Kebisingan itu tidak mengejutkan saya sama sekali. Apa yang dilakukan tim lain tidak ada hubungannya dengan saya,” katanya.

Ia menambahkan bahwa meski timnya gagal lolos, performa di lapangan tetap solid. “Itu penampilan yang sangat, sangat solid dan pertandingan bisa saja berpihak kepada kami.”

Setelah tersingkir dari Piala Liga, fokus Chelsea kini beralih ke Liga Inggris. Mereka dijadwalkan menghadapi Wolverhampton yang berada di dasar klasemen.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL