Melihat Tekanan Berbeda Arteta dan Guardiola di Perebutan Gelar Juara Liga Inggris

Melihat Tekanan Berbeda Arteta dan Guardiola di Perebutan Gelar Juara Liga Inggris
Manajer Arsenal Mikel Arteta bereaksi di pinggir lapangan pada laga Premier League/Liga Inggris antara Arsenal vs Man Utd di London, Inggris, Minggu, 25 Januari 2026 (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Bola.net - Persaingan Liga Inggris memasuki fase krusial ketika musim bergerak menuju garis akhir. Setiap hasil kini membawa dampak besar, terutama bagi klub-klub yang berada di jalur perebutan gelar.

Arsenal dan Manchester City berada di pusat perhatian. Kedua tim melangkah beriringan dalam jadwal padat, tetapi tekanan yang mengiringi langkah mereka terasa berbeda, terutama bagi para pelatihnya.

Sorotan tajam mengarah kepada Mikel Arteta, sementara Pep Guardiola tampak berada di bawah bayang-bayang yang lebih longgar. Perbedaan perlakuan ini muncul di tengah dinamika hasil yang menentukan arah perburuan trofi.

1 dari 3 halaman

Tekanan yang Mengiringi Arteta

Selebrasi penyerang Arsenal, Kai Havertz bersama William Saliba usai mencetak gol ke gawang Chelsea di leg 2 semifinal Carabao Cup, 4 Februari 2026. (c) AP Photo/Ian Walton

Selebrasi penyerang Arsenal, Kai Havertz bersama William Saliba usai mencetak gol ke gawang Chelsea di leg 2 semifinal Carabao Cup, 4 Februari 2026. (c) AP Photo/Ian Walton

Kurang dari dua pekan lalu, keraguan muncul terkait kemampuan Arsenal mempertahankan konsistensi. Rentetan tiga laga liga tanpa kemenangan memicu pertanyaan besar tentang kesiapan mereka menjadi juara.

Arteta disebut memiliki ambisi besar, tetapi dianggap belum memiliki pengalaman yang cukup untuk benar-benar duduk di singgasana tertinggi sepak bola Inggris. Tekanan itu semakin terasa karena Arsenal memburu gelar liga pertama sejak 2003.

Di saat Arsenal sempat tersendat, Manchester City justru mengalami kemunduran yang lebih nyata. Kekalahan di derby Manchester dan kegagalan mempertahankan keunggulan dua gol di markas Tottenham membuat City kehilangan poin krusial.

2 dari 3 halaman

Rekam Jejak Guardiola dan Jadwal Penentu

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola. (c) AP Photo/Dave Thompson

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola. (c) AP Photo/Dave Thompson

Meski hasil City mengecewakan, sorotan tajam tidak mengarah kepada Guardiola seperti yang dialami Arteta. Salah satu alasannya adalah perbedaan rekam jejak kedua pelatih.

Sejak menangani Arsenal pada 2019, Arteta baru mempersembahkan satu trofi Piala FA. Dalam periode yang sama, Guardiola mengoleksi 16 trofi bersama City, termasuk lima gelar liga dan Treble bersejarah pada 2023.

Kini keduanya berdiri sejajar menjelang laga penting di akhir pekan. Arsenal memegang keunggulan enam poin sebelum menjamu Sunderland di Emirates, sementara City bersiap menghadapi Liverpool di Anfield sehari kemudian, stadion yang kerap menyulitkan Guardiola.

3 dari 3 halaman

Laga Anfield dan Dampaknya bagi Perebutan Gelar

Guardiola hanya sekali merasakan kemenangan dari sepuluh lawatan ke Liverpool sebagai pelatih City. Catatan itu menambah bobot laga yang akan dijalani timnya melawan juara bertahan.

Gelandang City, Tijjani Reijnders, menegaskan pentingnya pertandingan tersebut bagi timnya. “Ya, kami harus menang, itu sudah pasti. Ini akan menjadi laga besar dan kami harus siap serta menunjukkan kemampuan kami," ujarnya.

"Kami tidak bisa lagi terpeleset. Kami ingin memenangkan setiap pertandingan dan laga ini tidak berbeda bagi kami. Jadi kami harus siap."

Hasil di Anfield memang tidak langsung menentukan juara. Namun, kekalahan City berpotensi memberi Arsenal keuntungan besar, terutama jika mereka mampu mengamankan kemenangan sehari sebelumnya.

Baik Arsenal maupun City masih bersaing di empat ajang berbeda. Jadwal padat menanti, termasuk final Carabao Cup yang akan mempertemukan keduanya di Wembley pada 22 Maret.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL