Liverpool Dihantam Newcastle di Final Carabao Cup: Kelelahan The Reds & Keunggulan Fisik The Magpies Jadi Biang Keladi?

Bola.net - Kekalahan mengejutkan Liverpool di final Carabao Cup 2025 melawan Newcastle menyisakan banyak pertanyaan.
Pertandingan yang digelar di Wembley Stadium pada Minggu, 16 Maret 2025, berakhir dengan skor 1-2 untuk kemenangan Newcastle. Berbagai faktor kunci menjadi penyebab kegagalan The Reds meraih trofi bergengsi tersebut.
Kekalahan ini semakin menyakitkan karena hanya berselang lima hari setelah Liverpool tersingkir dari Liga Champions oleh PSG. Kehilangan Trent Alexander-Arnold akibat cedera juga menambah derita The Reds.
Faktor kelelahan yang tampaknya dialami klub Merseyside itu dan keunggulan fisik Newcastle menjadi sorotan utama pasca pertandingan. Analisis mendalam diperlukan untuk mengungkap penyebab kegagalan Liverpool di final Carabao Cup.
Performa buruk Mohamed Salah dan lini serang timnya juga menjadi perhatian. Jamie Carragher, legenda The Reds, bahkan menyebutnya sebagai salah satu penampilan terburuk eks timnya itu di final dalam waktu lama.
Keunggulan Fisik Newcastle Jadi Penentu

Keunggulan fisik Newcastle United menjadi faktor kunci kemenangan mereka atas Liverpool. The Magpies tampil dominan dalam duel-duel udara dan perebutan bola-bola kedua. Dua gol mereka dicetak melalui sundulan dan tembakan voli, memanfaatkan kesalahan pemain bertahan Liverpool yang terlihat kewalahan.
Strategi Newcastle yang efektif dalam memanfaatkan bola-bola mati dan bola panjang juga menjadi ancaman serius bagi pertahanan Liverpool. Kecepatan dan kekuatan fisik pemain Newcastle membuat lini belakang Liverpool kerepotan sepanjang pertandingan.
Pelatih Liverpool, Arne Slot, mengakui keunggulan fisik Newcastle sebagai faktor penentu kemenangan mereka. "Mereka menang lebih banyak duel udara dan fisik, itu kekuatan mereka," kilah Slot dalam konferensi pers pasca pertandingan. Kekuatan fisik Newcastle ini menjadi pelajaran berharga bagi Liverpool untuk meningkatkan kualitas tim di masa mendatang.
Performa Buruk Liverpool dan Masalah Cedera

Selain keunggulan Newcastle, performa buruk Liverpool juga turut andil dalam kekalahan ini. Tim asuhan Arne Slot tampil di bawah standar, kehilangan intensitas dan semangat juang yang biasanya menjadi ciri khas mereka. Mohamed Salah, yang biasanya menjadi andalan di lini serang, tampil jauh dari performa terbaiknya.
Kehilangan Trent Alexander-Arnold akibat cedera pergelangan kaki juga sangat berpengaruh. Absennya bek kanan andalan itu membuat pertahanan Liverpool kurang solid dan di sisi lain mengurangi daya gempur tim. Hal ini memaksa pemain lain bermain di posisi yang tidak biasa, sehingga mempengaruhi performa keseluruhan tim.
Jamie Carragher, legenda Liverpool, mengkritik tajam penampilan timnya. "Itu mungkin salah satu penampilan terburuk yang pernah saya lihat dari Liverpool di final piala," kata Carragher kepada Sky Sports. Kritik Carragher ini menjadi cerminan betapa buruknya performa Liverpool di final Carabao Cup.
Kelelahan Akibat Padatnya Jadwal Pertandingan

Padatnya jadwal pertandingan juga diduga menjadi faktor penyebab performa buruk Liverpool. Hanya berselang lima hari setelah pertandingan berat melawan PSG di Liga Champions, The Reds harus menghadapi final Carabao Cup. Hal ini berpotensi menyebabkan kelelahan fisik dan mental pada para pemain.
Meskipun Arne Slot membantahnya, beberapa analis dan komentator sepak bola menilai kelelahan menjadi faktor yang mempengaruhi performa Liverpool. Intensitas tinggi pertandingan melawan PSG tentu saja menguras energi dan stamina para pemain.
Kelelahan ini terlihat jelas dari pergerakan pemain Liverpool yang tampak kurang energik dan dinamis. Kondisi fisik yang kurang prima membuat mereka kesulitan untuk mengimbangi permainan cepat dan agresif Newcastle.
Kurangnya Kreativitas di Lini Serang

Liverpool terlihat kesulitan membongkar pertahanan Newcastle. Minimnya kreativitas di lini serang menjadi masalah utama. Mohamed Salah, yang biasanya menjadi mesin gol Liverpool, tampak kesulitan menembus pertahanan lawan.
Kurangnya dukungan dari pemain lain juga membuat Salah kesulitan untuk berkreasi. Para pemain sayap dan gelandang serang Liverpool gagal memberikan umpan-umpan matang yang dibutuhkan Salah untuk mencetak gol.
Carragher juga menyoroti kurangnya kecepatan di lini serang Liverpool. 'Kurangnya kecepatan dalam serangan sangat mencolok. Saya merasa kasihan pada Mohamed Salah, dia dibungkam oleh PSG dan dia tidak hebat hari ini, tetapi dia tidak mendapat bantuan dari penyerang lain,' ujar Carragher.
Pelajaran Berharga dari Kekalahan di Wembley

Kekalahan di final Carabao Cup menjadi pelajaran berharga bagi Liverpool. Keunggulan fisik Newcastle menjadi bukti bahwa The Reds perlu meningkatkan kualitas fisik pemainnya.
Perbaikan strategi dan taktik juga diperlukan agar Liverpool bisa tampil lebih kompetitif. Selain itu Arne Slot mungkin juga butuh menambah amunisinya di beberapa posisi.
Kekalahan ini menjadi momentum bagi Liverpool untuk bangkit dan memperbaiki diri. Dengan evaluasi yang tepat dan kerja keras, Liverpool diharapkan bisa kembali bersaing di papan atas Liga Inggris dan meraih prestasi yang lebih baik di masa mendatang.
Kekalahan Liverpool di final Carabao Cup 2025 menyimpan banyak pelajaran berharga. Kombinasi keunggulan fisik Newcastle, performa buruk Liverpool, cedera pemain, kelelahan, dan faktor-faktor tak terduga menjadi penyebab utama kegagalan The Reds. Semoga ke depan, Liverpool bisa lebih baik!
Baca Juga:
- Isak di Newcastle: Antara Kesetiaan dan Godaan Raksasa Eropa
- Wow! Gak Hanya Nunez, Luis Diaz Juga Bakal Angkat Kaki dari Liverpool?
- Meski Terus Digantung, Virgil van Dijk Berkomitmen Penuh untuk Liverpool
- Julian Alvarez Gantikan Darwin Nunez di Liverpool?
- Liverpool Keok Lawan Newcastle, Fans Mulai Ragukan Kemampuan Arne Slot
- John Arne Riise dan Tendangan Keras yang Menghantui Alan Smith
- Air Mata Bruno Guimaraes Usai Bawa Newcastle Buka Puasa Trofi Setelah 70 Tahun
- 6 Pelajaran Liverpool vs Newcastle: The Reds 2 Kali Dibikin Humble Dalam Sepekan, Magpies Akhiri Paceklik Gelar 56 Tahun
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Deretan Puasa Gelar Terlama di Inggris dan Momen Berakhirnya
Editorial 18 Maret 2025, 15:56
-
Isak di Newcastle: Antara Kesetiaan dan Godaan Raksasa Eropa
Liga Inggris 18 Maret 2025, 06:35
-
Bagaimana Tonali Bantu Newcastle Juara Carabao Cup dan Sebaliknya
Liga Italia 18 Maret 2025, 05:36
LATEST UPDATE
-
Jelang Juventus vs Galatasaray, Di Gregorio Dapat Ancaman Serius Dari Juventini
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:56
-
Juventus vs Galatasaray: Tertinggal 2-5, Del Piero Ragu Bianconeri Bisa Lewati Cimbom?
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:35
-
Tempat Menonton PSG vs Monaco: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:31
-
Tempat Menonton Juventus vs Galatasaray: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:21
-
Santiago Bernabeu Membara! Real Madrid vs Benfica: Duel Hidup Mati Menuju 16 Besar UCL
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:17
-
Tempat Menonton Real Madrid vs Benfica: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:12
-
Jadwal Lengkap German Open 2026 dan Link Streaming di Vidio
Bulu Tangkis 25 Februari 2026, 14:11
-
Prediksi Susunan Pemain PSG vs Monaco: Juara Bertahan Incar Tiket 16 Besar
Liga Champions 25 Februari 2026, 13:57
-
Prediksi Susunan Pemain Real Madrid vs Benfica, Los Blancos Jaga Keunggulan Tipis
Liga Champions 25 Februari 2026, 13:21
-
Prediksi Bologna vs Brann 27 Februari 2026
Liga Eropa UEFA 25 Februari 2026, 13:03
-
Prediksi Nottm Forest vs Fenerbahce 27 Februari 2026
Liga Eropa UEFA 25 Februari 2026, 13:02
-
Prediksi Celta Vigo vs PAOK 27 Februari 2026
Liga Eropa UEFA 25 Februari 2026, 13:01
LATEST EDITORIAL
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
























KOMENTAR