
Bola.net - Liverpool harus menelan kekalahan telak 2-4 saat bertandang ke markas Aston Villa pada lanjutan Premier League di Villa Park, Sabtu (16/5/2026) dini hari. Hasil ini membuat langkah tim asuhan Arne Slot untuk mengamankan tiket Liga Champions kembali tersendat di fase akhir musim.
Kekalahan tersebut menjadi yang ke-12 bagi Liverpool di kompetisi domestik musim ini. Catatan itu menyamai rekor terburuk klub pada musim 2014/15 dan memperlihatkan inkonsistensi yang terus berulang. Situasi ini membuat posisi The Reds dalam persaingan papan atas semakin rentan menjelang laga terakhir.
Pertandingan sendiri sempat berjalan seimbang di awal. Virgil van Dijk membawa Liverpool menyamakan kedudukan setelah Aston Villa unggul lebih dulu lewat Morgan Rogers. Namun momentum berubah cepat setelah kesalahan Dominik Szoboszlai berujung gol Ollie Watkins, yang kemudian membuka jalan dominasi tuan rumah.
Setelah itu, Aston Villa tampil lebih efektif dan menambah dua gol melalui Watkins serta John McGinn. Gol kedua Van Dijk di masa injury time tidak cukup untuk menyelamatkan Liverpool dari kekalahan. Tim tamu terlihat kehilangan kendali permainan sejak tertinggal di babak kedua.
Momentum yang Hilang dan Mental yang Runtuh
Liverpool sebenarnya sempat menunjukkan respons positif setelah jeda. Gol penyeimbang Van Dijk memberi harapan untuk membawa pulang poin dari Villa Park. Namun kesalahan di lini tengah membuat ritme permainan mereka kembali hancur.
Setelah skor berubah menjadi 2-1 untuk Villa, Liverpool kesulitan keluar dari tekanan. Intensitas permainan tuan rumah terlalu tinggi untuk diimbangi, sementara organisasi permainan The Reds tampak kehilangan arah. Dalam periode itu, Villa mencetak dua gol tambahan dan mengunci kendali laga.
"Ada bagian dalam pertandingan di mana saya merasa hasil bisa berpihak pada kami, tetapi saya pikir orang-orang terutama fokus pada periode setelah skor 2-1 di mana kami tidak bisa menemukan momentum lagi dan kemudian kami kebobolan dua gol lainnya. Itu adalah periode paling sulit dalam pertandingan," kata Arne Slot.
"Namun setelah skor 2-1 kami runtuh, dan kami kesulitan. Pada akhirnya kami kembali menjadi 4-2, jadi mereka (para pemain) tidak menyerah, tetapi kami kesulitan untuk mengontrol kecepatan, intensitas, dan kualitas mereka," lanjut manajer asal Belanda tersebut.
Masalah Klasik Bola Mati
Di balik kekalahan ini, Liverpool kembali menunjukkan masalah lama di sektor pertahanan. Situasi bola mati menjadi titik lemah yang kembali dimanfaatkan lawan sepanjang pertandingan.
Ironisnya, Liverpool justru mampu mencetak dua gol dari skema bola mati. Namun keunggulan itu tidak berarti karena mereka juga kebobolan tiga gol dari situasi serupa. Ketidakseimbangan itu membuat upaya mereka di lini depan tidak menghasilkan apa pun.
"Ini melelahkan karena sebagai manajer Anda juga bertanggung jawab jika hal-hal terjadi berulang kali, Anda dipekrjakan untuk mencoba mencegah hal itu terjadi di waktu berikutnya," ujar Slot dengan nada kecewa.
"Kami mencetak dua gol dari bola mati di sini, jadi biasanya Anda berpikir jika Anda pergi ke pertandingan mana pun di mana Anda mencetak dua gol dari bola mati, biasanya, biasanya Anda cukup yakin akan hasil yang baik kecuali Anda kebobolan tiga gol dari bola mati seperti yang
Skenario Lolos Liga Champions
Kekalahan di Villa Park membuat situasi Liverpool dalam perebutan tiket Liga Champions kembali rumit. Slot mengakui hasil ini sangat merugikan karena timnya gagal mengamankan posisi yang lebih aman di klasemen.
Kini, Liverpool harus fokus pada laga terakhir di Anfield melawan Brentford. Kemenangan menjadi syarat utama untuk menjaga peluang lolos ke kompetisi elite Eropa musim depan, meski mereka juga masih bergantung pada hasil tim lain.
"Ini merugikan karena kami membutuhkan kemenangan atau mungkin, mungkin, mungkin dua hasil imbang juga sudah cukup," tutur mantan pelatih Feyenoord tersebut.
"Tetapi sekarang kita tahu satu hal yang pasti - kami membutuhkan kemenangan minggu depan jika kami harus melakukannya sendiri. Seperti yang kita tahu, tim-tim lain tentu saja perlu kehilangan poin juga agar kami membutuhkan kemenangan. Itu benar-benar merugikan bahwa kami tidak mampu mendapatkan hasil apalagi kemenangan di sini hari ini," pungkasnya.
Meski demikian, peluang Liverpool belum sepenuhnya tertutup. Mereka bisa lolos lebih cepat jika Bournemouth gagal menang melawan Manchester City, atau jika Brighton terpeleset saat menghadapi Leeds United di laga tandang.
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Sisi Versatile Rizky Ridho yang Dioptimalkan Shin Tae-yong
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:30
-
Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 17:30
-
BRI Kepanjen Salurkan KUR Rp496 Miliar kepada 10 Ribu Nasabah, Dorong UMKM Naik Kelas
News 27 Oktober 2026, 17:27
-
Ini Satu Hal yang Buat Lamine Yamal Kalah dari Harry Kane dalam Ballon d'Or 2026
Liga Champions 27 Oktober 2026, 15:49
-
Barcelona Lewatkan Kesempatan Rekrut Bomber Tajam Club Brugge, Kini Menyesal?
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 15:42
-
Christian Pulisic Sepakat Perpanjang Kontrak di AC Milan hingga 2031
Liga Italia 27 Oktober 2026, 15:02
-
Pedas! Gary Neville Tuding Bruno Fernandes Sebagai 'Pengkhianat'
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 14:55
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR