
Bola.net - Manchester United harus menelan kekalahan pada laga kontra Leicester City, dalam lanjutan Premier League 2020/2021. Dalam pertandingan yang dihelat di Old Trafford, Rabu (12/05) dini hari WIB, Setan Merah harus menyerah kalah dengan skor 1-2.
Dua gol Leicester pada laga ini dicetak Luke Thomas dan Caglar Soyuncu. Sementara, gol semata wayang United diceploskan Mason Greenwood.
Kekalahan ini tak mengubah posisi United di klasemen sementara Premier League 2020/2021. Mereka tetap menempati peringkat kedua klasemen, di bawah Manchester City. Sementara, bagi Leicester, kemenangan ini membawa mereka meraih kembali posisi tiga, yang sebelumnya sempat ditempati Chelsea.
Ada sejumlah catatan menarik dalam pertandingan antara Manchester United dan Leicester ini. Apa saja catatan tersebut? Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Penguasaan Sia-sia
Pada laga ini, United memang unggul secara penguasaan bola. United, menurut catatan Whoscored, sukses mencatatkan penguasaan bola sebesar 53,1 persen. Sementara, Leicester mencatatkan penguasaan bola sebesar 46,9 persen.
Namun, United gagal memanfaatkan penguasaan bola ini dengan baik. Mereka hanya mampu menciptakan empat peluang untuk membobol gawang Leicester. Di sisi lain, dengan penguasaan bola yang inferior, The Foxes sukses menciptakan 12 peluang mencetak gol ke gawang Setan Merah.
Dari heatmaps yang dinukil dari laman Whoscored, tampak bahwa United lebih kerap menguasai bola di lini pertahanan dan lini tengah mereka. Nemanja Matic dan kawan-kawan tampak kesulitan untuk masuk ke final third dan menciptakan peluang membobol gawang Leicester.
Rekor Terburuk
Dalam pertandingan ini, para penggawa United pun mencatatkan rekor. Namun, alih-alih membanggakan, rekor yang mereka catatkan pada laga ini justru memalukan.
Pada laga kontra Leicester, United mencatatkan rekor nilai expected goals (xG) terendah mereka sepanjang musim ini. Laman Understat mencatat bahwa United hanya mampu mencatat nilai xG sebesar 0,21.
Peluang dengan nilai xG terbaik United pada laga ini dimiliki Mason Greenwood pada menit ke-53. Sundulan Greenwood, memanfaatkan situasi set piece ini, memiliki nilai xG sebesar 0,07.
Kinerja Pertahanan Buruk
Buruknya aspek penyerangan United diikuti juga oleh bapuknya pertahanan mereka. Axel Tuanzebe dan kawan-kawan lemah dalam pressing yang membuat para penggawa Leicester City bisa leluasa menciptakan peluang.
Buruknya pressing United ini bisa dilihat dari angka pass allowed per defensive action (PPDA) yang mencapai 20,46. Sementara, Leicester sendiri mencatatkan angka PPDA sebesar 11,37.
Untuk urusan blocking, para penggawa United unggul secara jumlah dibanding Leicester. Mereka mencatatkan 12 block pada laga ini. Sementara, Leicester hanya mencatatkan sepuluh blok.
Namun, sepuluh blok Leicester lebih efektif karena dilakukan untuk mencegah umpan ke lini pertahanan mereka. Sementara, United hanya memiliki enam blok umpan. Enam sisa blok United dilakukan untuk menghalangi tembakan penggawa Leicester.
Perjudian Solskjaer
United boleh berkelit bahwa buruknya penampilan mereka pada laga kontra Leicester tak lepas dari jadwal gila yang bakal dihadapi. Akibat jadwal gila ini pun mereka harus merombak komposisi tim mereka.
Dari susunan pemain yang dimainkan, tampak jelas bahwa Solskjaer berusaha menyimpan amunisi terbaiknya untuk menghadapi Liverpool, Jumat (14/05) dini hari WIB.
Namun, pelatih asal Norwegia ini masih harus membuktikan bahwa perjudiannya, yang berbuah kekalahan dari Leicester, tak sia-sia. Jika nantinya, dengan amunisi terbaik, United kembali menelan kekalahan kala menghadapi Liverpool, sungguh Setan Merah sangatlah merugi. Posisi mereka di peringkat kedua klasemen pun kian terancam, terutama oleh Chelsea, yang saat ini on-fire.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Arsenal vs Liverpool: Jadwal Live Streaming dan Tayang di Mana?
Liga Inggris 9 Januari 2026, 00:30
-
Kekuatan Pemain Lokal Bicara: Bhayangkara Presisi Awali Proliga 2026 dengan Kemenangan
Voli 8 Januari 2026, 23:17
-
Bandung BJB Tandamata Mengawali Proliga 2026 dengan Tekad Juara yang Kembali Menyala
Voli 8 Januari 2026, 22:08
-
Pelita Jaya Launching Tim untuk IBL 2026, Bidik Juara demi Wujudkan Bintang Lima
Basket 8 Januari 2026, 22:02
-
Proliga 2026: Popsivo Polwan Tetap Lakukan Evaluasi Meski Sukses Kalahkan Medan Falcons
Voli 8 Januari 2026, 21:43
-
Hasil Proliga 2026: Juara Bertahan Bhayangkara Presisi Kalahkan Medan Falcons
Voli 8 Januari 2026, 20:47
-
Antoine Semenyo Mendarat di Manchester, Segera Resmi Jadi Pemain Anyar Man City
Liga Inggris 8 Januari 2026, 20:32
-
Ini PR Disiplin Chelsea yang Harus Dilihat Oleh Pelatih Baru Liam Rosenior
Liga Inggris 8 Januari 2026, 19:57
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58

























KOMENTAR