Achraf Hakimi Harus Jalani Sidang Kasus Dugaan Pemerkosaan, Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Achraf Hakimi Harus Jalani Sidang Kasus Dugaan Pemerkosaan, Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara
Pemain PSG, Achraf Hakimi (tengah), merayakan gol kedua timnya dalam pertandingan leg pertama play-off Liga Champions kontra Monaco, Rabu (18/2/2026). (c) AP Photo/Philippe Magoni

Bola.net - Bek kanan andalan PSG, Achraf Hakimi, resmi diperintahkan menjalani persidangan atas dugaan kasus pemerkosaan yang dilaporkan seorang perempuan pada Februari 2023. Keputusan tersebut dikonfirmasi oleh pihak kejaksaan di wilayah Nanterre, pinggiran Paris.

Kasus ini bermula dari laporan seorang perempuan berusia 24 tahun yang mengaku mengalami pelecehan seksual di kediaman Hakimi di Val-de-Marne, kawasan tenggara Paris.

Jika terbukti bersalah, Hakimi terancam hukuman penjara hingga 15 tahun sesuai hukum yang berlaku di Prancis.

1 dari 5 halaman

Kronologi Tuduhan

Berdasarkan keterangan sumber kepolisian saat kasus ini mencuat, pelapor mengaku berkenalan dengan Hakimi melalui Instagram pada Januari 2023. Ia kemudian mendatangi rumah sang pemain menggunakan taksi yang disebut dipesankan oleh Hakimi.

Dalam laporannya, perempuan tersebut mengklaim bahwa Hakimi mencium dan menyentuhnya tanpa persetujuan, sebelum akhirnya melakukan pemerkosaan.

Ia menyebut sempat mendorong Hakimi dan mengirim pesan singkat kepada seorang temannya untuk meminta pertolongan. Temannya kemudian datang menjemputnya dari lokasi.

Pada Maret 2023, Hakimi telah dikenai dakwaan awal (preliminary charges). Dalam sistem hukum Prancis, dakwaan awal berarti hakim memiliki dugaan kuat bahwa tindak pidana mungkin terjadi, namun penyelidikan lanjutan tetap dilakukan sebelum perkara dilimpahkan ke pengadilan.

2 dari 5 halaman

Bantahan Tegas Hakimi

Hakimi secara konsisten membantah seluruh tuduhan tersebut. Melalui akun media sosial X pada Selasa pagi, ia kembali menyuarakan penolakannya.

“Hari ini, tuduhan pemerkosaan saja sudah cukup untuk membawa seseorang ke pengadilan. Ini tidak adil bagi mereka yang tidak bersalah, sekaligus tidak adil bagi korban yang benar-benar mengalami kejahatan tersebut. Saya menunggu persidangan ini dengan tenang agar kebenaran terungkap secara terbuka,” tulisnya.

Pengacara Hakimi, Fanny Colin, juga menyatakan bahwa persidangan diperintahkan hanya berdasarkan tuduhan sepihak. Ia menilai pelapor tidak kooperatif selama proses penyelidikan.

Menurut Colin, pelapor disebut menolak pemeriksaan medis dan tes DNA, tidak mengizinkan pemeriksaan ponsel, serta enggan mengungkap identitas saksi kunci yang relevan dalam perkara ini.

3 dari 5 halaman

Respons dari Pihak Pelapor

Di sisi lain, kuasa hukum pelapor, Rachel-Flore Pardo, menyatakan kliennya merasa lega karena kasus ini akan dibawa ke meja hijau. Ia menilai sistem peradilan telah bekerja secara profesional dan independen dalam menangani perkara tersebut.

Namun, Pardo juga menyinggung bahwa penanganan kasus ini mencerminkan masih adanya tantangan dalam penerapan semangat gerakan #MeToo, khususnya di lingkungan sepak bola pria.

4 dari 5 halaman

Sikap PSG dan Luis Enrique

Pelatih PSG, Luis Enrique, turut dimintai komentar menjelang laga play-off Liga Champions melawan AS Monaco. Saat ditanya apakah kasus ini memengaruhi posisi Hakimi di tim, termasuk statusnya sebagai wakil kapten, Enrique menjawab singkat:

“Ini berada di tangan sistem peradilan.”

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa klub menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada otoritas terkait, tanpa memberikan komentar lebih jauh mengenai status internal pemain.

Sumber: Daily Mail


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL