
Bola.net - Chelsea kembali berada di persimpangan usai berpisah dengan Enzo Maresca pada awal 2026. Kepergian ini mengejutkan banyak pihak karena Maresca sebelumnya sukses membawa klub meraih dua trofi.
Musim 2025/2026 berjalan tidak sesuai harapan untuk The Blues. Posisi mereka di Premier League saat ini berada di peringkat kelima, terpaut 15 poin dari Arsenal.
Maresca meninggalkan klub dengan catatan kemenangan 60% di semua kompetisi. Namun, angka tersebut hanya sedikit lebih tinggi dari pendahulunya, Mauricio Pochettino.
Kini Chelsea mencari pengganti yang mampu membawa klub memenuhi ekspektasi tinggi. Salah satu kandidat yang muncul adalah Liam Rosenior dari Strasbourg.
Jejak Karier Liam Rosenior
Liam Rosenior merupakan putra dari Leroy Rosenior, mantan pelatih Brentford dan Torquay United. Ia memiliki pengalaman bermain 141 laga di Premier League bersama Fulham, Hull, Reading, dan Brighton.
Setelah pensiun, Rosenior meniti karier sebagai pelatih, dimulai dari Brighton U23s. Ia juga sempat menjadi analis di Sky Sports, menunjukkan kemampuan komunikasinya yang baik.
Rosenior pernah menjadi asisten di Derby County dan sempat menjadi pelatih sementara setelah Wayne Rooney mundur. Ia kemudian mendapat jabatan kepala pelatih Hull City pada November 2022.
Di Hull, Rosenior berhasil membawa tim naik dari posisi keempat terbawah menjadi finis di peringkat 15 Championship. Meski banyak seri, fondasi defensif yang dibangunnya cukup solid.
Kesuksesan Rosenior di Strasbourg
Chelsea melalui grup pemiliknya, BlueCo, memboyong Rosenior ke Strasbourg di Ligue 1. Strasbourg sebelumnya finis di peringkat 13, namun di bawah Rosenior mampu menembus peringkat ketujuh.
Rosenior memimpin tim muda yang ambisius, membuat Strasbourg lolos ke UEFA Conference League. Hanya tiga tim yang kalah lebih sedikit dari mereka di musim pertamanya.
Di musim ini, Strasbourg kembali berada di posisi ketujuh saat jeda musim dingin. Mereka juga finis teratas grup Conference League, hanya kehilangan dua poin dari enam pertandingan.
Gaya permainan Rosenior menekankan penguasaan bola kolektif dan pressing efektif. Meskipun tidak sekuat Chelsea dalam transisi cepat, strategi ini tetap menunjukkan efektivitas tim di Ligue 1.
Taktik dan Gaya Bermain
Rosenior biasa menggunakan sistem tiga bek di Strasbourg, namun ia juga memiliki pengalaman dengan formasi empat bek di Hull. Timnya memiliki penguasaan bola rata-rata 53,1%, menempatkan mereka di posisi ketujuh Ligue 1.
Strasbourg cukup efisien dalam memanfaatkan peluang, hanya kalah dari Paris Saint-Germain dalam gol yang tercipta dari turnover tinggi. Tim ini juga mampu menjaga pertahanan dengan baik, menghadapi jumlah tembakan lawan relatif sedikit.
Kecepatan serangan balik Rosenior lebih lambat dibanding Chelsea, namun pola passing per serangan lebih banyak. Hal ini menunjukkan adaptabilitas strategi jika Rosenior pindah ke Stamford Bridge.
Rosenior terbukti efektif dalam set-piece, meski musim ini kontribusi gol dari corner menurun. Kedisiplinan pemain juga menjadi perhatian, terutama dengan rekor kartu merah yang harus disesuaikan di Premier League.
Tantangan dan Prospek di Chelsea
Rosenior menghadapi tantangan besar jika bergabung dengan Chelsea. Perbedaan usia dan pengalaman skuad muda Chelsea menjadi faktor yang harus diperhitungkan.
Chelsea dikenal memiliki kecepatan transisi tinggi dan pemain yang kuat di situasi bola mati. Adaptasi Rosenior terhadap filosofi dan karakter tim akan menjadi kunci keberhasilan.
Meskipun risiko tinggi, kinerja Rosenior di Strasbourg menunjukkan potensi besar sebagai pelatih muda. Fans Chelsea bisa berharap kombinasi pengalaman dan pendekatan inovatifnya membawa hasil positif.
Keputusan Chelsea menunjuk Rosenior akan menjadi langkah berani. Jika berhasil, ini bisa membuka era baru untuk pelatih Inggris muda di salah satu klub terbesar dunia.
Sumber: Opta
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Enzo Maresca Dikabarkan Ingin Latih MU, Begini Kata Fabrizio Romano
Liga Inggris 3 Januari 2026, 19:03
-
Daftar Transfer Resmi Premier League Januari 2026
Liga Inggris 3 Januari 2026, 18:45
-
Manchester City vs Chelsea: Siapa Unggul di Catatan Head to Head?
Liga Inggris 3 Januari 2026, 16:05
-
Mengapa Chelsea Pertimbangkan Liam Rosenior sebagai Pelatih Baru
Liga Inggris 3 Januari 2026, 15:35
-
Reaksi Manajer Premier League atas Kepergian Mendadak Enzo Maresca dari Chelsea
Liga Inggris 3 Januari 2026, 14:17
LATEST UPDATE
-
Prediksi Inter vs Bologna 5 Januari 2026
Liga Italia 4 Januari 2026, 02:45
-
Juventus vs Lecce: Pemain Terbaik dan Terburuk di Allianz Stadium
Liga Italia 4 Januari 2026, 02:37
-
Man of the Match Juventus vs Lecce: Wladimiro Falcone
Liga Italia 4 Januari 2026, 02:27
-
Hasil Sassuolo vs Parma: Jay Idzes Gagal Bantu Neroverdi Raih Poin Penuh
Tim Nasional 4 Januari 2026, 01:13
-
Prediksi Man City vs Chelsea 5 Januari 2026
Liga Inggris 4 Januari 2026, 00:30
-
BRI Super League: Kuota Penonton Persik vs Persib Dibatasi
Bola Indonesia 3 Januari 2026, 22:44
-
Prediksi BRI Super League, Bali United vs Arema FC 4 Januari 2026
Bola Indonesia 3 Januari 2026, 22:31
-
Prediksi Real Madrid vs Real Betis 4 Januari 2026
Liga Spanyol 3 Januari 2026, 22:15
-
Prediksi Fulham vs Liverpool 4 Januari 2026
Liga Inggris 3 Januari 2026, 22:00
-
Prediksi BRI Super League, PSIM Yogyakarta vs Semen Padang 4 Januari 2026
Liga Inggris 3 Januari 2026, 21:35
-
Prediksi BRI Super League, Persis Solo vs Persita 4 Januari 2026
Bola Indonesia 3 Januari 2026, 21:10
LATEST EDITORIAL
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40
-
5 Pemain Terbaik Real Madrid di 2025: Mbappe Memimpin
Editorial 31 Desember 2025, 15:58
-
6 Calon Suksesor Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 30 Desember 2025, 13:10
-
6 Pemain yang Bisa Tinggalkan Man United pada Jendela Transfer Januari 2026
Editorial 30 Desember 2025, 12:43
























KOMENTAR