Bola.net - Chelsea menaruh harapan yang cukup besar di pundak striker anyar mereka, Samuel Eto'o. Kedatangan striker asal Kamerun ini dari Anzhi Makhachkala bahkan membuat The Blues rela mengirim Romelu Lukaku dengan status pinjaman menuju Everton.
Namun apa yang ditampilkan Eto'o dalam dua laga awalnya bersama Chelsea masih jauh dari harapan Jose Mourinho. Setelah membuang peluang emas saat berhadapan dengan gawang kosong saat melawan Everton, kemarin penyerang berusia 32 tahun tersebut tak menghasilkan tembakan ke gawang di laga kontra Basel.
Pelatih asal Portugal tersebut mengakui bahwa ketajaman Eto'o saat ini tengah menurun. Mou menganggap dua tahun berkompetisi di Rusia telah membuat sang striker kehilangan rasa laparnya.
"Kami ingin Eto'o segera menunjukkan insting golnya, namun itu tidak mengejutkan saya," ungkap Mourinho.
"Ketika anda beberapa tahun berada di tempat yang tidak membuat anda termotivasi dan jauh dari sorotan publik, anda ada di sana bukan karena alasan yang tepat. Anda kehilangan naluri membunuh."
Meskipun demikian, Mourinho optimis bahwa eks anak asuhnya di Internazionale tersebut akan segera menemukan kembali bentuk permainan terbaiknya.
"Samuel senang dan termotivasi untuk bisa kembali ke level tertinggi. Tapi untuk mengembalikan ketajamannya sebagai striker, kita harus menunggu," tutup Mourinho.
Partai melawan Fulham di Premier League akhir pekan ini akan menjadi ujian selanjutnya bagi Eto'o. Jika diturunkan namun kembali tak mampu mencetak gol, tekanan yang diterimanya tentu akan semakin besar. [initial]
Baca Juga:
Namun apa yang ditampilkan Eto'o dalam dua laga awalnya bersama Chelsea masih jauh dari harapan Jose Mourinho. Setelah membuang peluang emas saat berhadapan dengan gawang kosong saat melawan Everton, kemarin penyerang berusia 32 tahun tersebut tak menghasilkan tembakan ke gawang di laga kontra Basel.
Pelatih asal Portugal tersebut mengakui bahwa ketajaman Eto'o saat ini tengah menurun. Mou menganggap dua tahun berkompetisi di Rusia telah membuat sang striker kehilangan rasa laparnya.
"Kami ingin Eto'o segera menunjukkan insting golnya, namun itu tidak mengejutkan saya," ungkap Mourinho.
"Ketika anda beberapa tahun berada di tempat yang tidak membuat anda termotivasi dan jauh dari sorotan publik, anda ada di sana bukan karena alasan yang tepat. Anda kehilangan naluri membunuh."
Meskipun demikian, Mourinho optimis bahwa eks anak asuhnya di Internazionale tersebut akan segera menemukan kembali bentuk permainan terbaiknya.
"Samuel senang dan termotivasi untuk bisa kembali ke level tertinggi. Tapi untuk mengembalikan ketajamannya sebagai striker, kita harus menunggu," tutup Mourinho.
Partai melawan Fulham di Premier League akhir pekan ini akan menjadi ujian selanjutnya bagi Eto'o. Jika diturunkan namun kembali tak mampu mencetak gol, tekanan yang diterimanya tentu akan semakin besar. [initial]
Baca Juga:
Kiper Norwich Berterima Kasih Kepada Mourinho
Chelsea Kalah, Mourinho Salahkan Beknya Mourinho Bertanggung Jawab Atas Kekalahan Chelsea
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Oscar: Chelsea Labil Setelah Kebobolan
Liga Champions 19 September 2013, 19:40
-
Chelsea Kalah Beruntun, Abramovich Lakukan 'Sidak'
Liga Champions 19 September 2013, 18:18
-
Liga Champions 19 September 2013, 17:21

-
'Mourinho Bikin Chelsea Bermain Dengan 10 Orang'
Liga Champions 19 September 2013, 16:16
-
Rangkuman Liga Champions 2013/14 Matchday 1 Grup E-H
Editorial 19 September 2013, 16:10
LATEST UPDATE
-
Argentina dan 14 Menit yang Mengubah Cerita
Piala Dunia 8 Juli 2026, 12:55
-
Gregor Kobel Berdiri Tegak di Bawah Mistar
Piala Dunia 8 Juli 2026, 11:48
-
Swiss Membuktikan Keberuntungan Memang Bagian dari Sepak Bola
Piala Dunia 8 Juli 2026, 08:52
-
Gol Ke-3000 Piala Dunia Antar Argentina ke Perempat Final
Piala Dunia 8 Juli 2026, 08:27
-
Man of the Match Swiss vs Kolombia: Gregor Kobel
Piala Dunia 8 Juli 2026, 05:59
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR