
Bola.net - Manchester United harus menghadapi ujian baru di tengah momentum positif mereka. Patrick Dorgu dipastikan menepi sekitar 10 pekan akibat cedera hamstring yang ia alami akhir pekan lalu.
Cedera tersebut datang di saat yang kurang ideal. Dorgu sedang berada dalam periode terbaiknya bersama United, bahkan mencetak gol dalam dua laga awal era interim Michael Carrick.
Absennya pemain berusia 21 tahun itu memaksa staf pelatih memikirkan ulang keseimbangan tim, terutama di sisi kiri.
Masalahnya bukan sekadar mencari pengganti posisi, tetapi menentukan profil pemain yang paling tepat untuk menjaga struktur permainan.
Dampak Cedera Dorgu dan Opsi di Lini Belakang

Cedera Dorgu terjadi saat ia mengejar bola panjang pada babak kedua kemenangan 3-2 atas Arsenal. Bagi United, kehilangan ini terasa signifikan karena Dorgu memberi fleksibilitas taktis yang jarang dimiliki pemain seusianya.
Dalam beberapa pekan terakhir, Dorgu berkembang menjadi salah satu pemain paling konsisten. Ia mampu bermain sebagai bek kiri maupun sayap kiri, memberikan keseimbangan antara energi bertahan dan kontribusi ofensif.
Di sektor bek kiri, Carrick relatif tidak terlalu khawatir. Luke Shaw telah tampil sebagai starter di seluruh 23 laga liga musim ini, rekor terpanjangnya di Premier League. Selain Shaw, United masih memiliki Diogo Dalot, Noussair Mazraoui, serta Tyrell Malacia sebagai alternatif.
Namun, persoalan sesungguhnya muncul lebih ke depan. Posisi sayap kiri yang ditinggalkan Dorgu menuntut solusi berbeda, karena perannya tidak hanya soal posisi, tetapi juga intensitas dan dinamika permainan.
Matheus Cunha: Kreativitas dan Ancaman dari Half-Space

Matheus Cunha menjadi kandidat paling ofensif untuk menggantikan Dorgu. Meski lebih sering dimainkan sebagai penyerang kedua, ia sudah menunjukkan dampak nyata di bawah Carrick.
Gol jarak jauhnya di Emirates Stadium dan assist untuk Dorgu saat melawan Manchester City menegaskan efektivitasnya, meski sering masuk dari bangku cadangan. Cunha unggul dalam membawa bola dan bekerja di area half-space kiri.
Dibanding Dorgu, Cunha jelas menawarkan peningkatan kualitas di sepertiga akhir lapangan. Namun, ada kompromi yang harus diterima. Kontribusi defensifnya tidak seintens Dorgu, yang kerap melakukan recovery run jauh ke wilayah sendiri.
Jika Cunha dipasang di kiri, Shaw kemungkinan harus memikul tanggung jawab ekstra untuk menjaga lebar permainan. Pertanyaannya, apakah bek berusia 30 tahun itu masih sanggup melakukan overlap secara konsisten dalam periode padat?
Mason Mount: Opsi Pressing dan Keseimbangan

Nama Mason Mount kembali masuk perhitungan. Cedera Dorgu membuka peluang baru bagi gelandang serang yang kariernya di United belum benar-benar stabil sejak didatangkan dengan nilai 55 juta pounds.
Mount bukan tipe winger eksplosif seperti Cunha. Ia lebih dikenal sebagai penghubung permainan, dengan kemampuan membaca ruang dan bekerja tanpa bola. Gol-golnya ke gawang Sunderland, Crystal Palace, dan Wolverhampton menjadi pengingat kualitas teknisnya.
Salah satu nilai utama Mount adalah kontribusinya dalam skema pressing. Ia piawai menentukan kapan harus menekan pemain, zona, atau bola, sesuatu yang kerap dicari pelatih ketika menghadapi lawan kuat.
Faktor lain yang tak kalah penting adalah relasinya dengan Shaw. Keduanya memiliki pemahaman yang terbangun sejak membela Inggris, yang bisa membantu menjaga stabilitas sisi kiri United.
Amad dan Shea Lacey: Solusi Alternatif Berbasis Profil Kaki Kiri
Pilihan lain adalah memaksimalkan pemain berkaki kiri. Amad menjadi opsi paling siap di antara keduanya, terutama setelah tampil impresif di Piala Afrika dan melanjutkan performa positif bersama klub.
Amad dikenal sebagai penyerang satu lawan satu terbaik di skuad United. Momentum dan dribelnya sering memaksa lawan mengerahkan dua pemain untuk menghentikannya. Aspek defensifnya juga meningkat sejak sempat bermain sebagai wing-back.
Namun, memainkannya di sayap kiri berarti mengorbankan sebagian ancaman khasnya saat menusuk dari kanan. Ia akan lebih sering terjebak melebar dan kehilangan ruang untuk bergerak ke area sentral.
Shea Lacey, yang baru berusia 18 tahun, menawarkan opsi jangka panjang. Meski masih minim menit bermain, potensinya sudah terlihat, termasuk saat hampir mencetak gol spektakuler melawan Burnley dan kembali mencetak gol di level U-21.
Benjamin Sesko dan Efek Domino di Lini Depan
Carrick sempat memilih Benjamin Sesko saat Dorgu ditarik keluar melawan Arsenal. Striker asal Slovenia itu memang tidak mencetak gol, tetapi perannya dalam proses gol ketiga United sangat krusial.
Sesko menarik dua bek tengah Arsenal, membuka ruang bagi rekan setimnya. Pergerakan tanpa bolanya memberi waktu dan ruang bagi Cunha untuk mengeksekusi peluang.
Carrick sendiri menjelaskan pendekatan fleksibel itu sebelum laga, dengan mengatakan bahwa ia memberi Bryan Mbuemo peran bebas untuk mengisi berbagai ruang, sementara Sesko unggul dalam berlari di garis terakhir.
Pendekatan ini membuka kemungkinan lain. Sesko bisa menjadi penyerang utama, sementara Cunha, Mount, atau Amad mengisi sisi kiri. Namun, setiap pilihan membawa konsekuensi di area lain.
Absennya Patrick Dorgu jelas menjadi masalah bagi Manchester United. Namun, kedalaman skuad membuatnya lebih menyerupai dilema taktik ketimbang krisis.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gelandang Timnas Brasil Ini Bakal Gantikan Casemiro di MU?
Liga Inggris 30 Januari 2026, 16:41
-
Kapten Chelsea Ikut Bantah Rumor Cole Palmer Cabut ke MU
Liga Inggris 30 Januari 2026, 15:49
-
MU Ingin Angkut Rafael Leao, AC Milan: Monggo!
Liga Inggris 30 Januari 2026, 15:30
-
Roberto De Zerbi Ajukan Resign dari Marseille, Demi Latih MU?
Liga Inggris 30 Januari 2026, 14:52
LATEST UPDATE
-
Antonio Conte Terpukau Joao Pedro, Pemain yang Sebabkan Napoli Keok dari Chelsea
Liga Inggris 30 Januari 2026, 17:47
-
Satu Langkah Simpel untuk Cowok Aktif, Ini Rekomendasi Produk Sat-Set
Lain Lain 30 Januari 2026, 17:29
-
AC Milan Dapat Angin Segar: Leon Goretzka Bakal Angkat Kaki Dari Bayern
Liga Italia 30 Januari 2026, 17:23
-
Arsenal Terlalu Main Aman? Gelar Premier League Bisa Menjauh!
Liga Inggris 30 Januari 2026, 17:17
-
Liga Champions vs Premier League: Benarkah Permainan di UCL Sekarang Lebih Seru?!
Liga Champions 30 Januari 2026, 16:45
-
Gelandang Timnas Brasil Ini Bakal Gantikan Casemiro di MU?
Liga Inggris 30 Januari 2026, 16:41
-
Jadwal dan Tempat Menonton Drawing Liga Champions Play-Off 2025/2026 Hari Ini
Liga Champions 30 Januari 2026, 16:37
-
NEKA Resmi Hadir, Strategi AHI Perluas Ritel Kebutuhan Keluarga ke Sub-Urban
Lain Lain 30 Januari 2026, 16:35
-
Pemimpin Sekaligus Panutan, Ini 7 Bos Tim MotoGP yang Ternyata Juga Pernah Jadi Pembalap
Otomotif 30 Januari 2026, 16:33
-
Stok Bek Menipis, Arne Slot Desak Liverpool Segera Angkut Bek Incaran Chelsea Ini
Liga Inggris 30 Januari 2026, 16:21
LATEST EDITORIAL
-
7 Klub yang Paling Berpeluang Merekrut Raheem Sterling Usai Berpisah dengan Chelsea
Editorial 30 Januari 2026, 13:06
-
7 Bintang Muda yang Mencuri Perhatian di Liga Champions 2025/26
Editorial 28 Januari 2026, 13:57
-
Arsenal di Ambang Sejarah Liga Champions, Mampukah Menyapu Bersih Fase Liga?
Editorial 28 Januari 2026, 13:46
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam Borussia Dortmund dan Inter Milan
Editorial 27 Januari 2026, 16:30
























KOMENTAR