
Bola.net - Legenda Manchester United, Paul Scholes, melontarkan sindiran kepada mantan rekan setimnya, Michael Carrick, setelah Setan Merah menelan kekalahan 1-2 dari Newcastle dalam lanjutan Premier League, Kamis (5/3/2026) dini hari WIB.
Kekalahan tersebut terasa makin menyakitkan karena Manchester United gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain setelah gelandang Newcastle, Jacob Ramsey, menerima kartu merah di akhir babak pertama.
Scholes meluapkan kekecewaannya lewat unggahan di Instagram Story. Mantan gelandang timnas Inggris itu menyindir performa buruk tim dalam beberapa pertandingan terakhir.
“Michael jelas punya sesuatu yang spesial… karena United bermain sangat buruk dalam empat pertandingan terakhir… Selamat malam! Tonali,” tulis Scholes dengan tambahan emoji hati.
Komentar “Tonali” yang disematkan Scholes merujuk pada perdebatan sebelumnya ketika ia menyebut gelandang Newcastle, Sandro Tonali, lebih baik dibanding bintang Arsenal, Declan Rice, dalam acara The Overlap Fan Debate.
Newcastle Hukum Man United Meski Bermain 10 Orang

Dalam laga di St James’ Park tersebut, Newcastle justru mampu mencuri kemenangan meski sempat kehilangan satu pemain.
Anthony Gordon membuka keunggulan tuan rumah melalui eksekusi penalti. Manchester United sempat menyamakan kedudukan lewat sundulan Casemiro pada masa injury time babak pertama.
Namun kemenangan Newcastle dipastikan oleh gol spektakuler dari pemain pengganti Will Osula di akhir pertandingan.
Kekalahan ini menambah sorotan terhadap performa Manchester United yang dinilai kurang meyakinkan dalam beberapa pekan terakhir.
Carrick Akui Timnya Tampil Buruk

Michael Carrick sendiri tidak menutup-nutupi kekecewaannya atas performa tim di laga tersebut. Ia menilai United gagal memanfaatkan momentum ketika unggul jumlah pemain.
“Kami jelas tidak senang dengan penampilan malam ini. Jalannya pertandingan sebenarnya ada dalam kendali kami, tetapi kredit untuk Newcastle karena mereka bermain sangat baik,” kata Carrick.
“Kami berada di posisi yang seharusnya bisa berkembang lebih jauh dalam pertandingan, tetapi itu tidak terjadi. Ini sangat mengecewakan.”
Carrick juga menegaskan kekalahan tersebut bukan karena Newcastle bermain dengan 10 orang, melainkan karena kualitas permainan timnya yang kurang maksimal.
“Bukan soal mereka bermain dengan sepuluh orang. Kami memang tidak cukup baik malam ini. Tidak ada alasan untuk itu dan kami semua harus bertanggung jawab,” ujarnya.
Masa Depan Carrick Masih Diperdebatkan

Carrick saat ini menjadi pelatih sementara Manchester United setelah klub memecat Ruben Amorim pada awal Januari lalu. Di bawah arahannya, performa tim sebenarnya sempat membaik.
United bahkan mencatat kemenangan penting atas Arsenal dan Manchester City, yang membuat moral tim meningkat. Saat ini mereka juga masih bertengger di posisi ketiga klasemen Premier League dan berpeluang kembali tampil di Liga Champions musim depan.
Meski begitu, performa permainan United tetap menuai kritik. Beberapa hasil tipis melawan Everton, Fulham, dan Crystal Palace membuat banyak pengamat meragukan konsistensi tim.
Legenda United lainnya, Roy Keane, bahkan sempat menyatakan Carrick “kurang memiliki pengetahuan sepak bola” untuk memimpin klub sebesar Manchester United.
Pilihan Scholes

Scholes pun tampaknya memiliki pandangan serupa. Dalam podcast The Good, The Bad and The Football, ia menyebut Carlo Ancelotti sebagai sosok ideal untuk melatih Manchester United di masa depan.
“Pilihan yang sempurna, saya bilang sempurna, adalah Ancelotti. Saya tahu dia sekarang melatih Brasil,” ujar Scholes.
“Dia tipe pelatih yang bisa membuat pemain merasa sangat percaya diri dan punya pengalaman besar memenangkan banyak trofi.”
Meski demikian, Scholes juga mempertanyakan faktor usia pelatih asal Italia tersebut.
“Pertanyaannya, apakah dia sudah terlalu tua? Atau ada sosok lain dengan pengalaman serupa? United butuh pemimpin dengan wibawa besar,” katanya.
Terlepas dari kritik para legenda klub, Manchester United masih berada di jalur yang tepat untuk mengamankan tiket Liga Champions musim depan. Namun performa tim di sisa musim kemungkinan akan menentukan apakah Carrick layak dipertimbangkan sebagai pelatih permanen.
Klasemen Premier League 2025/2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Liverpool vs Manchester United: Duel Panas Rebut Gelandang Juventus
Liga Inggris 5 Maret 2026, 19:15
LATEST UPDATE
-
Hasil Man City vs Brighton: The Citizens Tumbang 0-1 di Etihad
Liga Inggris 1 November 2026, 05:33
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



















KOMENTAR