Peringatan Keras Virgil van Dijk soal Kebiasaan Liverpool Bermain Ceroboh

Peringatan Keras Virgil van Dijk soal Kebiasaan Liverpool Bermain Ceroboh
Kapten Liverpool, Virgil van Dijk saat tampil melawan Leeds United, 2 Januari 2026 lalu. (c) AP Photo/Jon Super

Bola.net - Liverpool kembali kehilangan poin penting setelah bermain imbang 1-1 melawan Burnley di Anfield. Hasil ini terasa berat karena dominasi permainan tidak berbanding lurus dengan efektivitas penyelesaian akhir.

Liverpool menguasai jalannya laga Premier League/Liga Inggris itu dengan 32 tembakan dan 11 tepat sasaran, tetapi hanya satu gol yang tercipta. Tekanan bertubi-tubi itu tidak cukup untuk menutup celah yang muncul di fase krusial pertandingan.

Kekecewaan tersebut tergambar jelas dari reaksi kapten tim Virgil van Dijk seusai laga. Bek asal Belanda itu memberi peringatan keras bahwa kebiasaan bermain ceroboh bisa berdampak serius pada ambisi Liga Champions.

1 dari 3 halaman

Frustrasi Kapten dan Masalah Berulang

Ibrahima Konate dan Armando Broja berebut bola dalam laga Premier League antara Liverpool vs Burnley di Anfield, 17 Januari 2026 (c) AP Photo/Jon Super

Ibrahima Konate dan Armando Broja berebut bola dalam laga Premier League antara Liverpool vs Burnley di Anfield, 17 Januari 2026 (c) AP Photo/Jon Super

Van Dijk menegaskan fokus utama tim harus mengarah ke performa internal, bukan hasil rival. “Saya tidak melihat yang lain, kami harus melihat diri sendiri,” ujarnya kepada wartawan setelah pertandingan.

Ia menilai penciptaan peluang belum cukup jika diiringi penurunan konsentrasi. “Jika kami bermain seperti ini, bahkan dengan menciptakan peluang, maka akan sangat sulit,” kata Van Dijk yang terdengar menarik napas panjang.

Burnley sempat tertekan sepanjang laga, tetapi tetap mampu mencuri gol penyeimbang lewat Marcus Edwards pada menit ke-65. Situasi itu tidak sepenuhnya datang tiba-tiba karena Edwards sempat lolos dari kawalan beberapa menit sebelumnya.

Alisson sempat menggagalkan peluang berbahaya sebelum akhirnya kebobolan. Kerapuhan koordinasi lini belakang kembali menjadi catatan yang tidak bisa diabaikan.

“Frustrasi adalah kata yang ada di kepala saya,” ucap Van Dijk. Ia menambahkan bahwa setelah 60 menit permainan mulai ceroboh, dan masalah itu terus berulang sepanjang musim.

2 dari 3 halaman

Ancaman Jadwal Padat dan Reaksi Publik Anfield

Suporter Liverpool di laga Piala FA melawan Barnsley di Anfield. (c) AP Photo/Jon Super

Suporter Liverpool di laga Piala FA melawan Barnsley di Anfield. (c) AP Photo/Jon Super

Kekhawatiran Van Dijk bertambah dengan jadwal penting yang menanti di kompetisi Eropa. Ia menilai laga tandang ke markas Marseille akan sangat sulit karena atmosfer stadion dan karakter permainan lawan.

“Ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit, bukan hanya karena atmosfer, tetapi juga karena mereka dilatih Roberto De Zerbi,” ujar Van Dijk. Menurutnya, tim pelatih dan pemain hanya punya waktu terbatas untuk evaluasi dan bertindak.

Van Dijk mengakui dirinya belum menemukan akar masalah dari kecerobohan tim. “Jika saya punya solusi, kami tidak akan melakukan percakapan ini,” katanya dengan nada tegas.

Reaksi suporter di Anfield juga menjadi topik yang direspons hati-hati olehnya. “Saya tidak suka cemoohan dari pendukung sendiri,” ujarnya singkat dan tegas.

Catatan sejarah turut mengiringi hasil imbang tersebut karena tim gagal menang di kandang melawan tim promosi untuk pertama kalinya sejak musim 1980/1981. Van Dijk hanya bisa menghela napas dan meminta dukungan agar tim terus melangkah maju.

Dengan posisi klasemen yang masih jauh dari kata aman, pesan kapten itu terasa sebagai alarm dini. Konsistensi kini menjadi tuntutan mutlak jika target ingin tetap terjaga.

Sumber: Sports Illustrated


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL