
Bola.net - Karier Mesut Ozil berbelok ke arah yang paling buruk bagi pesepak bola profesional. Dia masih berstatus pemain Arsenal, tapi hampir pasti tidak akan bermain musim ini.
Rabu (21/10/2020) malam WIB, Arsenal mengumumkan daftar final 25 pemain untuk Premier League musim ini. Nahasnya tidak ada nama Ozil di sana, dia tidak didaftarkan secara resmi.
Tentu pengumuman ini mengejutkan. Perlakuan Arsenal terhadap Ozil dikecam, sebab bagaimanapun Ozil pernah jadi salah satu pemain terpenting The Gunners beberapa tahun lalu.
Kira-kira apa penyebab Arsenal berlaku buruk pada Ozil? Salah klub atau salah Ozil sendiri? Scroll ke bawah ya, Bolaneters!
Sebelumnya pernah
Mesut Ozil has been left out of Arsenal’s 25-man Premier League squad and may have played his last game for the club, per @JamesOlley pic.twitter.com/LDfpiRnDpr
— B/R Football (@brfootball) October 20, 2020
Ini bukan pertama kalinya Arsenal mengumumkan pencoretan Ozil. Beberapa waktu lalu mereka pun mengumumkan daftar final skuad untuk ajang Liga Europa, tidak ada Ozil di sana.
Saat itu fans Arsenal mulai mengkritik, tapi masih belum segencar serang. Diduga Ozil tidak didaftarkan di Liga Europa supaya tenaganya bisa digunakan penuh di Premier League.
Kini, dugaan itu ternyata salah besar. Arsenal pun mencoret Ozil dari daftar skuad untuk Premier League. Tentu kasus ini semakin ramai dibicarakan.
Apa hanya masalah malas dan gaji?
Dua tahun terakhir, Ozil jarang mendapatkan kesempatan bermain, tapi alasannya terus berubah-ubah. Ada kalanya pelatih menegaskan alasan keputusan teknis.
Lalu ada pula gosip Ozil tidak berlatih cukup keras, bahwa fisiknya tidak cukup tangguh untuk sepak bola Inggris. Ozil juga dicap pemalas, tidak mau bertahan, dan banyak gosip lainnya.
Situasi Ozil semakin sulit karena dia merupakan pemain dengan gaji terbesar di Arsenal, yakni 350.000 pounds per pekan. Alhasil, justru dia yang semakin disalahkan, dianggap pemakan gaji buta, memeras klub.
Masalahnya, perlahan-lahan Arsenal mulai kehabisan dalih. Rasa-rasanya ada alasan lain di balik pengabaian Ozil, tidak mungkin hanya karena malas, sebab seharusnya itu bisa diselesaikan dengan latihan keras.
Ada masalah lain?
Mesut Ozil mendapat pelukan dari Mikel Arteta usai laga melawan Manchester United (2/1/2020) di Stadion Emirates. (c) Arsenal
Lebih lanjut, Ozil tak pernah menduga bahwa gaji besar yang dia terima justru bisa menyulitkannya sendiri. Tentu dia tidak tahu bahwa dia tidak akan bermain lagi ketika meneken perpanjangan kontrak pada tahun 2018 lalu.
Gaji besar ini pun seharusnya tak jadi masalah andai Ozil mendapatkan kesempatan bermain dan dia bisa membuktikan diri di lapangan. Fans akan maklum asal Ozil terus memberikan kontribusi untuk tim.
Masalahnya, Arsenal tak pernah memberi kesempatan itu. Ozil jadi terpojokkan, mudah disalahkan. Padahal tidak ada yang tahu bagaimana situasi sebenarnya.
Ozil hanya diam
Yang perlu diperhatikan, meski terus diserang kabar tak sedap, mulai disebut pemalas hingga makan gaji buta, Ozil belum pernah melontarkan komentar pedas.
Dia lebih banyak diam, tidak ada komentarnya yang memojokkan Arsenal. Padahal, andai dia benar diperlakukan tidak adil, seharusnya Ozil bisa saja menyerang klub di depan media.
Ozil tidak melakukannya, lebih banyak diam, mencoba berlatih sekeras mungkin. Hanya baru-baru ini dia bicara, itu pun lebih berupa klarifikasi.
Pesan tersirat Ozil?
Ya, Ozil merilis pernyataan resmi melalui media sosial Twitter-nya. Dia mengaku patah hati dan kecewa dengan perlakuan klub, tapi tetap tidak ada kalimat yang memojokkan Arsenal dalam pernyataan ini.
〽️⚽️ #M1Ö #YaGunnersYa pic.twitter.com/hF7abGklOT
— Mesut Özil (@MesutOzil1088) October 21, 2020
Ozil pun mengaku situasinya sempat membaik, tapi entah mengapa kembali terpojok dan tidak mendapatkan kesempatan bermain.
Di akhir pesannya, Ozil menulis satu kalimat yang diyakini mengandung pesan tersirat: "Saya akan terus berlatih sebaik mungkin dan jika mungkin menggunakan suara saya untuk melawan kekejaman kemanusiaan dan untuk keadilan."
Menurut sejumlah laporan yang beredar, suara-suara itulah yang jadi titik awal masalah Ozil. Kabarnya pihak klub tidak senang jika pemain Arsenal terlibat masalah politik dunia, dengan risiko merusak citra klub.
Ozil sendiri dikenal vokal bicara soal kekerasan terhadap kemanusiaan di belahan dunia lain. Mungkinkah ini jadi alasan perlakuan buruk Arsenal terhadap Ozil?
Sumber: Berbagai sumber
Baca ini juga ya!
- Nganggur di Inter Milan, Manchester United Siap Tampung Christian Eriksen
- Mau Ben White, Liverpool Harus Setor Segini ke Brighton
- Demi Jadi Pemain Kelas Dunia, Marcus Rashford Diminta Pelajari Legenda MU Ini
- Curhatan Mesut Ozil Usai tak Dimasukkan ke Skuat Arsenal: Loyalitas Itu tak Mudah Didapat
- Usai PSG, Manchester United Kini Bidik Kemenangan Lawan Chelsea
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pencoretan Ozil Adalah Sebuah Ironi Bagi Arsenal, Kenapa?
Liga Inggris 22 Oktober 2020, 22:58
-
Live Streaming Rapid Vienna vs Arsenal di Vidio
Liga Eropa UEFA 22 Oktober 2020, 22:45
-
Apa Salah Ozil Hingga Ditolak Arteta Masuk Skuat Arsenal?
Liga Inggris 22 Oktober 2020, 22:28
-
5 Gol Paling Mengesankan yang Dicetak Mesut Ozil untuk Arsenal
Liga Inggris 22 Oktober 2020, 18:35
-
Misi Penyelamatan Dimulai, Milan Siap Boyong Ozil dari Arsenal
Liga Italia 22 Oktober 2020, 17:54
LATEST UPDATE
-
Bukayo Saka Resmi Perpanjang Kontrak Jangka Panjang Bersama Arsenal
Liga Inggris 19 Februari 2026, 23:24
-
Dusan Vlahovic Ingin ke Barcelona, Siap Isi Pos Robert Lewandowski
Liga Italia 19 Februari 2026, 22:17
-
Manchester United Bidik Bek Barcelona, Bersaing dengan Inter
Liga Inggris 19 Februari 2026, 22:09
-
Jadwal Pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026: Semua Laga Dimulai Pukul 20.30 WIB
Bola Indonesia 19 Februari 2026, 21:15
-
Arsenal Tergelincir di Markas Wolves, Peluang Juara Premier League Terancam
Liga Inggris 19 Februari 2026, 21:14
-
Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 19 Februari 2026, 21:10
-
Arne Slot Ungkap Kondisi Alexander Isak, Masuki Tahap Akhir Rehabilitasi
Liga Inggris 19 Februari 2026, 20:44
-
AC Milan Gagal Pangkas Jarak, Inter Unggul 7 Poin dalam Perburuan Gelar Serie A
Liga Italia 19 Februari 2026, 20:25
-
Milan vs Como, Davide Bartesaghi: Sudah Main Bagus, Tapi Ada yang Kurang
Liga Italia 19 Februari 2026, 19:14
-
Drama Milan vs Como, Allegri Siapkan Aksi Balasan: Bakal Saya Sleding!
Liga Italia 19 Februari 2026, 18:49
-
Prediksi BRI Super League: Semen Padang vs Malut United 20 Februari 2026
Bola Indonesia 19 Februari 2026, 18:34
-
Prediksi BRI Super League: Persija vs PSM 20 Februari 2026
Bola Indonesia 19 Februari 2026, 18:21
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39























KOMENTAR