
Bola.net - Memasuki tahun Piala Dunia, peta skuad Inggris mulai terlihat lebih jelas di tangan Thomas Tuchel. Beberapa nama nyaris tak tergantikan, dan di antara mereka, Declan Rice kini berdiri paling depan dalam daftar.
Performa konsisten Rice bersama Arsenal membuatnya tak lagi dipandang sekadar gelandang bertahan. Ia menjelma motor permainan, penghubung lini, sekaligus ancaman nyata di area lawan.
Transformasi itu datang di momen krusial. Inggris memburu gelar Piala Dunia pertama mereka di luar tanah sendiri, dan Rice diproyeksikan menjadi pusat energi di lini tengah.
Pilar Konsistensi Arsenal di Era Arteta

Di bawah arahan Mikel Arteta, Declan Rice tampil sebagai simbol konsistensi Arsenal musim ini. Hampir di setiap laga besar, namanya selalu menjadi penyeimbang sekaligus penggerak permainan.
Sejak didatangkan dari West Ham United pada 2023 dengan nilai transfer besar, Rice langsung menjawab ekspektasi. Ia menjadi figur sentral dalam perburuan gelar Premier League, menjaga intensitas tim dari menit awal hingga akhir.
Peran itu membuat Rice otomatis masuk kategori pemain yang nyaris selalu tersedia. Dalam berbagai kompetisi domestik dan Eropa, ia terus menjadi titik referensi permainan Arsenal.
Evolusi Peran: Dari Jangkar ke Box-to-Box

Reputasi Rice dibangun sebagai gelandang bertahan klasik. Namun musim ini, perannya berkembang signifikan. Ia lebih sering dilepas untuk menusuk kotak penalti dan mengambil posisi lanjutan di sepertiga akhir lapangan.
Pendekatan ini menjadikan Rice semacam throwback gelandang Inggris era lama, box-to-box, all-action, efektif di dua kotak penalti. Ia tak hanya memutus serangan, tetapi juga tiba di momen tepat untuk mencetak gol.
Pada laga kontra Bournemouth, Rice menunjukkan gambaran ideal peran barunya. Dua gol yang ia cetak bukan sekadar statistik, melainkan penegasan bahwa ia mampu menjadi sumber gol dari lini kedua.
Statistik Menyerang yang Mengubah Persepsi

Kontribusi ofensif Rice musim ini tak bisa diabaikan. Empat golnya membuat ia hanya terpaut satu gol dari Leandro Trossard dan Viktor Gyokeres dalam daftar top skor Arsenal.
Ia juga mencatat tiga assist, hanya kalah dari Trossard. Dalam hal tembakan, Rice berada di peringkat keempat Arsenal untuk total tembakan dan tembakan tepat sasaran.
Lebih jauh lagi, ia menjadi kreator peluang utama. Total 32 peluang yang ia ciptakan hanya kalah dari Bukayo Saka, sementara sembilan big chances yang ia hasilkan merupakan yang terbanyak di dalam skuad.
Tetap Tangguh Tanpa Kehilangan Naluri Bertahan
Meski agresif menyerang, Rice tidak mengorbankan tugas defensifnya. Catatan tekel dan intersepsinya tetap berada di papan atas Arsenal.
Ia menjadi pemain kedua terbanyak dalam tekel dan intersepsi, serta yang paling sering merebut kembali bola di seluruh area lapangan. Angka ini menegaskan keseimbangan perannya: menyerang tanpa kehilangan disiplin.
Inilah kualitas yang membuatnya begitu berharga bagi Tuchel. Rice mampu menjaga struktur tim sekaligus memberi dorongan progresif dari lini tengah.
Ancaman Mematikan dari Bola Mati
Satu aspek lain yang menonjol adalah peran Rice dalam situasi bola mati. Arsenal dikenal sebagai salah satu tim paling berbahaya dari set piece, dan Rice menjadi salah satu arsiteknya.
Sebagai eksekutor sepak pojok dan tendangan bebas, umpan-umpan Rice berkontribusi besar pada dominasi Arsenal. Tim London utara itu memimpin Premier League dalam jumlah gol dari bola mati musim ini.
Rice sendiri menciptakan belasan peluang dari situasi tersebut, terbanyak di antara rekan-rekannya. Efektivitas ini membuat setiap sepak pojok Arsenal terasa seperti ancaman nyata.
Declan Rice untuk Inggris dan Tuchel
Di level internasional, Rice mulai membangun chemistry menjanjikan dengan Elliot Anderson. Kombinasi ini memberi Inggris keseimbangan antara stabilitas dan agresivitas.
Dengan Anderson sebagai penopang, Rice mendapat kebebasan untuk bergerak maju. Situasi bola mati pun menjadi opsi taktis penting bagi Inggris, sesuatu yang bisa menjadi pembeda di turnamen besar.
Faktor kebugaran juga berpihak pada Rice. Ia telah tampil dalam puluhan pertandingan musim ini dan mampu kembali tepat waktu setelah cedera lutut ringan, tanpa penurunan performa.
Dengan Arsenal masih bersaing di beberapa kompetisi, kekhawatiran terbesar hanya soal kelelahan pascamusim. Namun, gaya bermain Rice yang penuh energi justru sering menular ke rekan setimnya.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Declan Rice Bela Viktor Gyokeres: Arsenal Tak Akan di Puncak Tanpa Dia
- Dipaksa Sampai Batas, Declan Rice 'Gendong' Arsenal dengan Kondisi Lutut Bermasalah
- Rice Bersinar Terang, Timber Kokoh, Gyokeres Melempem, Ini Rapor Pemain Arsenal vs Bournemouth
- Meyakini Declan Rice sebagai Gelandang Terbaik Dunia
- 5 Pelajaran Kemenangan 3-2 Arsenal Lawan Bournemouth: Malam Sulit Lainnya Bagi Viktor Gyokeres
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
Liga Inggris 6 Januari 2026, 19:03
-
Daftar Transfer Resmi Premier League Januari 2026
Liga Inggris 5 Januari 2026, 09:04
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Premier League 2025/2026
Liga Inggris 5 Januari 2026, 08:18
LATEST UPDATE
-
Prediksi Milan vs Genoa 9 Januari 2026
Liga Italia 8 Januari 2026, 02:45
-
Prediksi Atletico Madrid vs Real Madrid 9 Januari 2026
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 02:00
-
Tempat Menonton Man City vs Brighton: Jadwal Live Streaming dan Tayang di Mana?
Liga Inggris 8 Januari 2026, 01:09
-
Prediksi PSG vs Marseille 9 Januari 2026
Liga Eropa Lain 8 Januari 2026, 01:00
-
Tempat Menonton Fulham vs Chelsea: Jadwal Live Streaming dan Tayang di Mana?
Liga Inggris 8 Januari 2026, 00:35
-
BRI Super League: Persebaya Menggebrak dengan Pelatih dan 2 Pemain Asing Baru
Bola Indonesia 7 Januari 2026, 21:57
-
Rodrygo Naik Level: Dari Cadangan Jadi Andalan Baru Real Madrid
Liga Spanyol 7 Januari 2026, 21:34
-
AC Milan Pilih Jadi Penonton Persaingan Scudetto Serie A 2025/2026
Liga Italia 7 Januari 2026, 20:48
-
Tiket Early Bird KLBB 2026 Ludes Secepat Kilat, Habis Tak Sampai Satu Jam
Lain Lain 7 Januari 2026, 20:38
-
Live Streaming Parma vs Inter - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 7 Januari 2026, 19:45
-
Ole Gunnar Solskjaer Muncul di Cheshire, Segera Kembali ke Manchester United?
Liga Inggris 7 Januari 2026, 19:42
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58
























KOMENTAR