
Bola.net - Declan Rice bermain dengan kondisi fisik yang jauh dari ideal, tapi justru menjadi pembeda bagi Arsenal dalam pertandingan terbaru, Minggu 4 Januari 2026.
Gelandang timnas Inggris itu mencetak dua gol krusial saat The Gunners menaklukkan Bournemouth 3-2 dan menjauh enam poin di puncak klasemen Premier League.
Kemenangan ini terasa semakin istimewa karena Rice baru saja diragukan tampil akibat masalah lutut.
Bagi Mikel Arteta, penampilan Rice bukan sekadar soal gol, melainkan cerminan mentalitas juara yang ingin ia tanamkan di ruang ganti Arsenal.
Dipaksa Hingga Batas, Tetap Jadi Penentu

Declan Rice sempat absen pada laga sebelumnya karena cedera lutut. Kondisinya bahkan masih bengkak hingga menjelang pertandingan, membuat kehadirannya di starting XI Arsenal di markas Bournemouth menjadi tanda tanya besar.
Arteta mengakui bahwa Rice benar-benar memaksakan diri. Sang gelandang bermain selama 96 menit penuh dan tetap mampu menjaga intensitasnya di lini tengah, sebelum akhirnya muncul sebagai penentu hasil.
“Declan Rice kesulitan dalam beberapa hari terakhir, tapi dia terus mendorong dirinya sendiri dan memastikan bisa bermain,” kata Mikel Arteta.
“Dia bermain 96 menit, mencetak dua gol, dan menjadi salah satu pemain terbaik di lapangan. Inilah mentalitas yang kami butuhkan dari semua orang.”
Brace Langka yang Mengubah Jalannya Laga

Dua gol ke gawang Bournemouth membawa Arsenal unggul dari posisi imbang 1-1 menjadi 3-1, setelah Gabriel lebih dulu menyamakan kedudukan. Bagi Rice, itu adalah momen yang jarang terjadi dalam kariernya.
Sepanjang 375 penampilan senior di level klub, ini baru kali kedua Rice mencetak lebih dari satu gol dalam satu pertandingan. Sebelumnya, ia melakukannya lewat dua gol tendangan bebas spektakuler ke gawang Real Madrid musim lalu.
“Saya pernah berada di situasi mencetak satu gol dan ingin menambah gol kedua tapi tidak terjadi. Sekarang akhirnya terjadi,” ujar Rice kepada BBC.
Ia juga mengaku terkejut saat mengetahui bahwa itu adalah brace pertamanya di laga liga. “Itu statistik yang gila. Saya belum banyak mencetak gol musim ini, jadi mencetak dua gol di kemenangan penting ini rasanya sangat spesial.”
Pengakuan untuk Salah Satu Gelandang Terbaik
Penampilan Rice mendapat pujian luas, termasuk dari mantan striker Inggris Jermain Defoe yang menjadi pundit di Match of the Day. Ia menilai kontribusi Rice tidak hanya terlihat saat menyerang, tetapi juga ketika Arsenal bertahan.
“Saya pikir itu sebuah masterclass,” kata Jermain Defoe. “Baik dengan maupun tanpa bola, dia sangat bagus. Dia memenangkan banyak bola kedua, posisi bermainnya sangat cerdas. Dia jelas termasuk gelandang terbaik di Eropa.”
Arteta pun tak ragu saat ditanya apakah Rice layak disebut sebagai salah satu gelandang terbaik dunia. “Bagi saya, iya,” tegasnya.
“Dia terus menambahkan hal-hal baru ke dalam permainannya. Saya tidak melihat batasnya karena masih banyak area yang bisa ia tingkatkan, dan dia ingin terus berkembang.”
Konsistensi dan Peran Baru yang Membuatnya Bersinar
Sejak bergabung dari West Ham dengan nilai transfer sekitar 100 juta pounds, Rice perlahan berevolusi. Musim ini ia lebih sering beroperasi sebagai gelandang yang lebih menyerang dibandingkan peran defensifnya di masa lalu.
Data menunjukkan betapa besarnya pengaruh Rice. Ia telah mencatatkan 146 umpan ke dalam kotak penalti, terbanyak di Premier League musim ini. Ia juga masuk 10 besar liga untuk sentuhan bola, peluang tercipta, dan perebutan kembali penguasaan bola.
Di internal Arsenal, Rice menjadi pemain teratas untuk umpan pemecah lini pertahanan lawan, termasuk saat dia membawa bola sendiri. Dengan empat gol liga musim ini, hanya Viktor Gyokeres dan Leandro Trossard yang mencetak lebih banyak gol untuk The Gunners.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Nonton Live Streaming Leeds vs MU di Vidio Hari Ini: Awas, Ada Kutukan Tahun Baru di Elland Road!
- Dikritik Main Terlalu Aman, Ruben Amorim Tegaskan Man United Selalu Tampil Berani!
- Jelang Manchester City vs Chelsea: Cara Calum McFarlane Siapkan The Blues Lawan Man City dalam 2 Hari Saja
- Pelatih Dadakan Chelsea Akui 24 Jam yang Gila Menjelang Man City vs Chelsea
- Jadwal Nonton Live Streaming Leeds vs MU Malam Ini, 4 Januari 2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Declan Rice Bela Viktor Gyokeres: Arsenal Tak Akan di Puncak Tanpa Dia
Liga Inggris 4 Januari 2026, 20:26
-
Meyakini Declan Rice sebagai Gelandang Terbaik Dunia
Liga Inggris 4 Januari 2026, 08:46
LATEST UPDATE
-
Prediksi Osasuna vs Real Madrid 22 Februari 2026
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 00:30
-
Prediksi Lecce vs Inter 22 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 00:00
-
Lautaro Martinez Terancam Absen di Derby Milan Usai Cedera Otot
Liga Italia 20 Februari 2026, 23:57
-
Bek Barcelona Ini Tegaskan Tak Akan Pernah Gabung Real Madrid
Liga Spanyol 20 Februari 2026, 23:43
-
Gavi Kian Dekat Kembali, Barcelona Dapat Kabar Baik dari Ruang Medis
Liga Spanyol 20 Februari 2026, 23:29
-
Ramadhan di Eropa, Strategi Khusus untuk Pemain Muslim
Liga Inggris 20 Februari 2026, 22:58
-
Hasil Persija Jakarta vs PSM Makassar: Gol Dramatis Warnai Kemenangan Macan Kemayoran
Bola Indonesia 20 Februari 2026, 22:38
-
Prediksi Chelsea vs Burnley 21 Februari 2026
Liga Inggris 20 Februari 2026, 22:00
-
Xabi Alonso Tolak Marseille, Sinyal Tunggu Peluang Terbuka di Liverpool?
Liga Inggris 20 Februari 2026, 21:54
-
Julian Alvarez dan Rumor Barcelona, Agen Tegaskan Tidak Ada Negosiasi
Liga Spanyol 20 Februari 2026, 21:45
-
Prediksi Bayern vs Eintracht Frankfurt 21 Februari 2026
Bundesliga 20 Februari 2026, 21:30
-
Wojciech Szczesny Ungkap Alasan Gabung Barcelona Usai Sempat Pensiun
Liga Spanyol 20 Februari 2026, 21:14
-
Prediksi Juventus vs Como 21 Februari 2026
Liga Italia 20 Februari 2026, 21:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09























KOMENTAR