Premier League Diam-Diam Coret Legenda Man United, Ryan Giggs dari Hall of Fame

Premier League Diam-Diam Coret Legenda Man United, Ryan Giggs dari Hall of Fame
Asisten manajer Manchester United, Ryan Giggs, tiba di Stadion Anfield sebelum pertandingan Liga Inggris melawan Liverpool, Minggu (17/1/2016). (c) AP Photo/Jon Super

Bola.net - Rencana Premier League untuk memasukkan nama Ryan Giggs sebagai anggota perdana Hall of Fame ternyata sempat kandas secara diam-diam. Legenda Manchester United itu awalnya diproyeksikan menjadi bagian dari angkatan pertama Hall of Fame, namun situasi berubah ketika ia menghadapi proses hukum terkait dugaan kekerasan dalam rumah tangga.

Premier League sebelumnya telah menetapkan Alan Shearer sebagai anggota pertama Hall of Fame. Dalam rencana awal, Shearer akan dilantik bersama Giggs, sosok ikonik yang memegang rekor mencetak gol di setiap musim Premier League hingga pensiun dan menjadi pemain dengan jumlah gelar liga terbanyak sepanjang sejarah kompetisi.

Namun, laporan The Telegraph mengungkapkan bahwa pelantikan perdana Hall of Fame yang semula dijadwalkan pada 2020 tertunda akibat pandemi Covid-19. Ketika agenda tersebut kembali dilanjutkan, posisi Giggs menjadi rumit lantaran ia tengah menghadapi dakwaan hukum.

Alhasil, namanya dicoret dari daftar dan Premier League memilih Thierry Henry untuk bergabung dengan Shearer sebagai dua induksi awal.

1 dari 4 halaman

Kasus Giggs

Kasus yang menjerat Giggs sendiri berakhir pada Juli 2023. Ia dinyatakan tidak bersalah atas tuduhan perilaku koersif atau mengontrol setelah mantan kekasihnya menarik kesaksian dalam persidangan ulang. Sejak awal, pria asal Wales itu selalu membantah tuduhan tersebut dan menyatakan kelegaannya usai putusan pengadilan.

Kuasa hukum Giggs, Chris Daw KC, menegaskan kliennya tidak pernah bersalah. Ia menyebut banyak tuduhan yang tidak benar telah diarahkan kepada mantan kapten Manchester United tersebut selama proses hukum berlangsung.

Lebih dari dua setengah tahun sejak kasus itu mereda, tekanan mulai muncul agar nama Giggs kembali dipertimbangkan masuk Hall of Fame. Sejumlah pihak menilai Premier League menerapkan standar ganda, mengingat beberapa figur dengan rekam jejak pelanggaran hukum tetap diakui dalam daftar kehormatan tersebut.

2 dari 4 halaman

Perlakuan Beda untuk Legenda Lain

Nama-nama seperti Eric Cantona, yang pernah divonis atas kasus penyerangan, serta Tony Adams yang sempat dipenjara akibat mengemudi dalam pengaruh alkohol, tetap tercatat sebagai anggota Hall of Fame.

Selain itu, John Terry yang pernah dijatuhi sanksi larangan bermain akibat kasus rasisme, dan Rio Ferdinand yang diskors delapan bulan karena absen dalam tes doping, juga masuk dalam daftar tersebut.

Menariknya, Giggs sendiri sebelumnya mengaku tidak terlalu memusingkan absennya namanya dari Hall of Fame.

Dalam wawancara dengan Daily Mail, ia menyatakan bahwa hal tersebut jarang ia pikirkan dan bukan tujuan utama seseorang saat meniti karier sebagai pesepak bola profesional.

3 dari 4 halaman

Alasan Premier League

Proses pemilihan anggota Hall of Fame Premier League dilakukan melalui kombinasi pemungutan suara publik, daftar pendek dari panel khusus, serta keputusan akhir oleh para anggota Hall of Fame yang sudah ada. Sejumlah nama baru seperti Eden Hazard dan Gary Neville juga baru-baru ini masuk dalam daftar elite tersebut.

Saat dimintai komentar, pihak Premier League tidak secara spesifik menyinggung kasus Giggs. Mereka menegaskan bahwa daftar pendek Hall of Fame ditentukan berdasarkan diskresi Premier League bersama panel penghargaan, dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti era bermain, posisi, prestasi, hingga hasil pemungutan suara sebelumnya.

Daftar tersebut ditinjau setiap tahun, dan pemain baru akan memenuhi syarat setelah resmi pensiun dari sepak bola profesional.

Sumber; The Telegraph


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL