
Bola.net - Presiden La Liga Javier Tebas menilai Manchester City layak mendapatkan hukuman berat setelah dinyatakan bersalah dalam kasus pelanggaran aturan finansial Premier League. Menurut Tebas, sanksi terhadap klub asal Manchester tersebut juga harus menjadi contoh bagi klub-klub lain di Eropa.
Menurut laporan yang beredar, panel independen menyatakan Manchester City bersalah atas hampir seluruh dari 115 dugaan pelanggaran aturan finansial Premier League. Manchester City selalu membantah melakukan pelanggaran dan masih menghadapi kemungkinan sanksi mulai dari denda, pengurangan poin, hingga degradasi.
Tebas mengaku telah menyampaikan kekhawatirannya mengenai Manchester City selama bertahun-tahun. Ia bahkan pernah membicarakan persoalan tersebut dalam acara Soccerex pada 2017 ketika sikapnya terhadap City dan Premier League mendapat penolakan.
Kasus tersebut dinilai Tebas memiliki dampak yang lebih luas daripada kompetisi di Inggris. Ia menilai dugaan pelanggaran yang berlangsung selama lebih dari satu dekade membuat persoalan ini serius dan membutuhkan respons tegas.
Tebas Soroti Pelanggaran yang Berlangsung Lama

Tebas mengatakan dirinya sudah lama memperhatikan persoalan yang melibatkan Manchester City. Ia menyebut dugaan ketidakpatuhan klub tersebut telah berlangsung sejak 2009 sehingga kasusnya tidak dapat dipandang sebagai persoalan yang terjadi dalam waktu singkat.
Menurut Tebas, sepak bola Eropa sedang berupaya membangun kompetisi yang berkelanjutan dan bersih. Karena itu, hasil dari kasus Manchester City dianggap penting bagi upaya penegakan aturan di berbagai kompetisi.
"Saya sudah menyampaikan kekhawatiran mengenai Manchester City selama bertahun-tahun. Saya melakukannya pada 2017 di Soccerex. Saya sudah mengatakan hal itu saat itu, dan baik City maupun Premier League ketika itu tidak menyukainya," kata Tebas.
"Sekarang telah terbukti bahwa terdapat ketidakpatuhan yang berlangsung sejak 2009," ujar Tebas.
Hukuman Manchester City Diminta Jadi Contoh

Tebas menilai persoalan Manchester City tidak hanya berkaitan dengan sepak bola Inggris. Menurutnya, kasus tersebut memiliki konsekuensi bagi kompetisi di seluruh Eropa, terutama terkait praktik yang ia sebut sebagai financial doping.
Ia juga menyinggung klub-klub yang merasa kehilangan peluang meraih gelar akibat pelanggaran aturan yang dilakukan klub lain. Tebas berharap penanganan kasus City dapat menjadi titik perubahan dalam penerapan regulasi sepak bola.
"Kami berusaha membuat sepak bola berkelanjutan dan bersih di semua kompetisi. Seperti yang dikatakan banyak klub, ada gelar yang hilang dan seharusnya tidak jatuh kepada klub lain. Apa yang terjadi ini sangat penting, dan kami berharap ini menjadi titik balik, bukan hanya untuk Premier League," kata Tebas.
"Kasus Manchester City memiliki implikasi di seluruh Eropa, khususnya terkait financial doping. Harus ada hukuman yang menjadi contoh," lanjut Tebas.
Tebas Minta Sanksi Berat

Tebas kembali menekankan lamanya dugaan pelanggaran sebagai alasan perlunya hukuman yang tegas. Ia menyebut aturan yang dilanggar selama lebih dari 10 tahun membuat kasus tersebut memiliki tingkat keseriusan tersendiri.
Sejumlah klub Premier League juga dikabarkan tengah mencari nasihat hukum mengenai kemungkinan kompensasi. Ketika ditanya apakah klub dari liga Eropa lainnya dapat mengambil langkah serupa, Tebas mengatakan kemungkinan tersebut tetap terbuka meski tidak secara khusus karena kasus Manchester City.
"Melanggar aturan selama lebih dari 10 tahun... adalah hal yang sangat serius. Karena itu, hukumannya harus berat, bukan hanya untuk menjadi contoh, tetapi karena aturan tersebut memang dilanggar," tegas Tebas.
"Mereka bisa melakukannya, tetapi bukan secara khusus karena City," ujar Tebas ketika ditanya apakah klub dari liga Eropa lain mungkin mengambil langkah hukum.
Tebas Singgung Kasus UEFA dan CAS

Manchester City sebelumnya pernah mendapat hukuman dari UEFA pada 2020 berupa larangan tampil di Liga Champions selama dua tahun. Hukuman tersebut diberikan setelah UEFA menyatakan City melebihkan pendapatan sponsor pada periode 2012 hingga 2016.
Manchester City kemudian mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport dan berhasil membatalkan larangan tersebut. Tebas kembali mempertanyakan keputusan CAS dalam perkara tersebut setelah perkembangan terbaru kasus finansial City.
"Menurut saya, keputusan Court of Arbitration for Sport harus ditinjau kembali. Mereka membatalkan sanksi yang dijatuhkan UEFA, dan keputusan tersebut sangat dipertanyakan. Sekarang telah terbukti bahwa UEFA benar mengenai sanksi terhadap Manchester City," kata Tebas.
Sumber: Flashscore
Klasemen Premier League
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Presiden La Liga Minta Manchester City Dihukum Berat atas Pelanggaran Finansial
Liga Inggris 29 September 2026, 22:10
-
Man City Tak Akan Permudah Transfer Erling Haaland, Bahkan Jika Dihukum Harus Degradasi
Liga Inggris 29 September 2026, 18:22
-
Kelompok Suporter MU Desak Sanksi Berat untuk Man City atas 115 Dakwaan: Cabut Gelar Juara!
Liga Inggris 29 September 2026, 17:16
-
Arsenal Siap Kejar Erling Haaland Jika Man City Dihukum Degradasi
Liga Inggris 29 September 2026, 17:01
-
CEO Man City Tegaskan Sikap pada Kasus 115 Pelanggaran: Kami Akan Lawan!
Liga Inggris 29 September 2026, 16:15
LATEST UPDATE
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
-
BRI Tulungagung dan PWI Salurkan 250 Paket Sembako untuk Warga Kampung Pemulung
News 31 Oktober 2026, 17:13
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR