
Bola.net - Tiga hari terakhir ada gosip kurang sedap berhembus dari Manchester United. Raksasa Inggris itu dilaporkan tengah mempertimbangkan memecat Ole Gunnar Solskjaer.
Ya, Solskjaer yang sudah hampir tiga tahun menangani Manchester United berada di ambang pemecatan. Penyebabnya tidak lain karena sejumlah hasil buruk yang diterima Setan Merah dalam satu bulan terakhir.
Puncaknya terjadi saat MU dibabat 5-0 oleh Liverpool di Old Trafford. Alhasil direksi Manchester United harus menggelar rapat darurat untuk memutuskan masa depan sang manajer.
Beredar kabar bahwa manajemen Manchester United mulai mempersiapkan pengganti Solskjaer. Nama yang paling mencuat saat ini adalah mantan manajer Inter Milan, Antonio Conte.
Conte bisa dikatakan salah satu opsi manajer terbaik yang tersedia saat ini. CV-nya yang mentereng membuatnya dinilai cocok untuk menangani skuat bertabur bintang Setan Merah.
Akan tetapi apakah Conte bisa jadi manajer yang ideal bagi United? Berikut Bola.net sajikan pro-kontra jika Antonio Conte menjadi manajer Setan Merah.
Selamat Tinggal Permainan Atraktif

Satu hal yang harus diterima fans Manchester United jika Conte menjadi manajer mereka adalah mereka harus melupakan gaya bermain atraktif.
Semenjak melatih Juventus, Conte dikenal sebagai manajer yang cukup pragmatis. Ia membentuk fondasi timnya dengan pertahanan yang tangguh.
Jika kita lihat tim-tim yang ditangani Conte biasanya memiliki rasio gol yang tidak terlalu banyak dan minim kebobolan. Jadi fans MU harus melupakan gaya bermain menyerang dan atraktif yang selama ini lekat di skua Setan Merah.
Benahi yang Krusial

Jika melihat kondisi Manchester United saat ini, gaya melatih Conte yang cukup fokus pada lini pertahanan sebenarnya sangat dibutuhkan United.
Dalam empat musim terakhir, Manchester United selalu rawan kebobolan. Meskipun mereka sudah mendatangkan beberapa bek top ke Old Trafford, namun sangat sulit bagi mereka untuk meraih clean sheet.
Kehadiran Conte di Old Trafford bisa mengubah situasi itu, di mana Conte bisa memaksimalkan peran bek-bek top seperti Harry Maguire, Raphael Varane, Eric Bailly agar performa mereka kian tokcer.
Tidak Bisa Instan

Satu hal yang perlu dipahami fans Manchester United adalah Conte juga butuh waktu untuk membawa Manchester United meraih kesuksesan.
Ini dikarenakan ada perbedaan gaya melatih yang mendasar antara Solskjaer dan Conte. Permainan Conte yang cenderung lebih pragmatis akan membuat para pemain MU butuh waktu untuk beradaptasi, di mana proses adaptasi ini kemungkinan bakal cukup lama.
Ini berbeda dengan situasinya di Chelsea dan Inter Milan. Di Chelsea, Conte mewarisi skuat yang dilatih Jose Mourinho yang gaya bermainnya 11-12 dengan Conte, sehingga Chelsea tidak perlu waktu lama untuk meraih kesuksesan bersama Conte.
Jaminan Kesuksesan

Memilih Conte sebagai manajer bisa menjadi jaminan kesuksesan bagi Manchester United.
Sepanjang karirnya, ia memenangkan banyak sekali penghargaan. Ia berhasil membawa Bari promosi ke Serie B, mengawali scudetto beruntun Juventus, membawa Chelsea juara EPL di musim perdananya dan terbaru membawa Inter Milan menjadi juara Serie A.
Dengan CV yang mentereng dan kemampuannya dalam membawa tim yang ia latih menjadi juara akan sangat dibutuhkan oleh United yang sudah paceklik trofi selama empat tahun.
Tidak Bisa Jangka Panjang

Salah satu poin kontra mengapa Conte kurang cocok dengan Manchester United adalah ia bukan tipikal pelatih yang melatih tim dalam jangka panjang.
Sepanjang sejarah ia paling lama melatih sebuah tim selama tiga tahun. Itu terjadi saat ia menangani Juventus dari tahun 2011-2014, selebihnya mentok ia hanya menangani sebuah tim selama dua tahun.
Kecenderungan Conte ini bakal menyulitkan Manchester United untuk membangun proyek jangka panjang, di mana ketika mereka sudah membangun sebuah tim untuk jangka panjang namun tiba-tiba ditinggalkan Conte di tengah jalan.
Rawan Ribut dengan Manajemen

Masih berhubungan dengan poin sebelumnya, salah satu alasan mengapa Conte kurang cocok melatih MU karena ia sangat rawan ribut dengan manajemen.
Jika kita melihat track recordnya semenjak di Juventus, ia selalu meninggalkan klub dengan kondisi yang kurang baik. Ia selalu ribut dengan manajemen klubnya sehingga memutuskan pergi.
Conte dikenal sebagai manajer yang rewel terutama urusan transfer pemain. Sementara seperti yang kita tahu, pemilik MU, Keluarga Glazer relatif 'pelit' dalam urusan transfer, sehingga ketika keinginan Conte tidak dipenuhi oleh Glazer, maka ia bisa ribut dengan manajemen dan membuat situasi tidak kondusif.
Passion Tinggi

Satu hal yang membuat Conte bakal jadi manajer yang disukai para fans Manchester United adalah gairahnya yang tinggi.
Selama tiga tahun terakhir, banyak fans mengeluhkan gairah Solskjaer di atas lapangan. Pasalnya sang manajer lebih banyak duduk di bangku cadangan ketimbang memberikan arahan kepada timnya di pinggir lapangan.
Jika MU butuh manajer yang bergairah di pinggir lapangan, mereka tidak bisa mendapatkan calon yang lebih baik daripada Conte. Conte kebanyakan menghabiskan waktunya di pinggir lapangan untuk meneriaki pemainnya yang tidak bermain dengan baik.
Bye-bye Pemain Muda?

Salah satu faktor lain yang membuat Conte kurang pas untuk menangani Manchester United adalah keenganannya untuk mengorbitkan pemain muda.
Bisa kita lihat semenjak di Juventus, Conte jarang sekali mengorbitkan pemain muda. Ia lebih suka menggunakan pemain yang matang dan siap tampil ketimbang membentuk pemain muda.
Situasi ini bertentangan dengan filosofi Manchester United sebagai sebuah klub yang memiliki kebanggaan akan akademi mereka. Jadi ini bakal jadi pertimbangan yang serius bagi MU untuk mempekerjakan Conte.
Klasemen Premier League
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
9 Pembelian Antonio Conte di Musim Terakhir Menangani Chelsea, Bagaimana Nasibnya?
Editorial 27 Oktober 2021, 16:34
-
Dijagokan Gantikan Solskjaer, Ini Perbandingan Antonio Conte dan Zinedine Zidane
Liga Inggris 26 Oktober 2021, 21:08
-
Situasi Conte: Ingin Latih MU, Tapi Sungkan dengan Solskjaer
Liga Inggris 26 Oktober 2021, 21:06
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Roma vs Sassuolo - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 10 Januari 2026, 17:00
-
Prediksi Susunan Pemain Chelsea vs Charlton, Debut Liam Rosenior
Liga Inggris 10 Januari 2026, 16:49
-
Harry Maguire Bakal Comeback di Laga MU vs Brighton, Tapi...
Liga Inggris 10 Januari 2026, 15:30
-
Marc Klok, Adam Alis, dan 2 Mantan Pemain Persija yang Kini Membela Persib
Bola Indonesia 10 Januari 2026, 15:28
-
Live Streaming Man City vs Exeter City - Link Nonton FA Cup/Piala FA di Vidio
Liga Inggris 10 Januari 2026, 15:00
-
Aspar Team Sebut CFMoto Godok Rencana Balapan di MotoGP, Tapi Jalannya Takkan Mulus
Otomotif 10 Januari 2026, 14:47
-
Darrren Fletcher Pastikan MU Bakal All-In ke FA Cup
Liga Inggris 10 Januari 2026, 14:15
-
Login! Arsenal Ramaikan Perburuan Transfer Marc Guehi
Liga Inggris 10 Januari 2026, 13:30
-
Luis Enrique Enggan Perpanjang Kontrak di PSG, MU Siaga Satu!
Liga Inggris 10 Januari 2026, 12:30
-
Bandung BJB Tandamata Buka Proliga 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan, Risco Herlambang Puas
Voli 10 Januari 2026, 11:40
LATEST EDITORIAL
-
8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih Bertahan di Manchester United
Editorial 9 Januari 2026, 11:22
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
























KOMENTAR