
Bola.net - Antonio Conte menegaskan ambisi besarnya jelang final Supercoppa Italiana atau Piala Super Italia antara Napoli kontra Bologna, Selasa (23/12/2025) dini hari WIB. Ia menyebut trofi ini kini memiliki nilai yang jauh lebih prestisius.
Format baru turnamen dinilai sang pelatih meningkatkan level kesulitan secara drastis. Ada rintangan semifinal yang harus dilalui sebelum menapaki partai puncak.
Conte tak ingin Napoli menyia-nyiakan kesempatan emas yang sudah di depan mata. Mentalitas juara terus ditanamkan kuat-kuat ke benak para pemainnya.
Sang pelatih mengingatkan bahwa sejarah sepak bola hanya mencatat nama para pemenang. Tidak ada tempat spesial bagi mereka yang sekadar 'hampir' juara.
Format Baru, Gengsi Baru

Conte menilai perubahan format empat tim membuat kompetisi makin ketat dan menarik. Sebelumnya, ajang ini hanya mempertemukan juara liga dan juara piala domestik.
Kini, tim harus berdarah-darah dulu di semifinal. Hal ini membuat rasa lapar untuk mengangkat piala menjadi semakin besar.
"Format baru ini menarik, tetapi membuat segalanya lebih sulit karena ada semifinal sebelum final," ujar Conte kepada Sport Mediaset.
"Trofi ini, seperti yang dirancang sekarang, menjadi lebih penting," tegas eks pelatih Chelsea itu.
Fondasi Jangka Panjang Napoli

Visi Conte di Naples bukan sekadar meraih sukses instan sesaat. Ia ingin membangun tim yang kompetitif dan menakutkan secara konsisten setiap tahunnya.
Napoli ditargetkan menjadi penantang gelar serius di semua kompetisi. Proses ini sedang berjalan untuk menciptakan fondasi klub yang kokoh.
"Pada hari presentasi saya, saya katakan tempat seperti Naples berhak memiliki tim yang mampu bertarung setiap tahun," kenang Conte.
"Sekarang kami melanjutkan perjalanan kami di liga dan piala, mencoba membangun fondasi yang dapat bertahan lama," lanjutnya.
Kekalahan Jadi Kekuatan Batin
Menariknya, Conte menyinggung soal pengalaman pahitnya di masa lalu sebagai motivasi. Ia mengaku sering kalah di final, namun hal itu justru membentuk mental bajanya.
Kekalahan dianggap sebagai guru terbaik yang memberikan keunggulan psikologis. Ini adalah pesan tersirat agar pemainnya tidak takut gagal, tapi benci kekalahan.
"Saya sudah memenangkan banyak hal, tetapi saya juga kalah di banyak final," ungkap Conte jujur.
"Kekalahan-kekalahan itu memberi saya keunggulan batin yang tidak dipahami banyak orang," tambahnya.
Waspada Drama Adu Penalti
Mengingat laga bisa berlanjut ke babak tos-tosan, Conte mengaku sudah bersiap. Namun, ia sadar tekanan di sesi latihan berbeda jauh dengan pertandingan sesungguhnya.
Eksekutor penalti harus dipilih dengan cermat berdasarkan mentalitas saat itu. Tekanan tinggi di final bisa membuat kaki pemain gemetar.
"Bisa juga terjadi seseorang menendangnya dengan baik saat latihan, kemudian tekanan dalam pertandingan menjadi sangat tinggi," analisis Conte.
"Anda harus berpikir tidak akan ada kesempatan lain," pungkasnya memberikan motivasi terakhir.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Napoli vs Milan Memanas, Ini Pemicu Ketegangan Allegri dan Conte
Liga Italia 19 Desember 2025, 21:56
-
Napoli Kecam Tindakan Massimiliano Allegri yang Diduga Menghina Asisten Antonio Conte
Liga Italia 19 Desember 2025, 21:23
-
Apa Rahasia Napoli Bisa Hajar AC Milan di Semifinal Piala Super Italia?
Liga Italia 19 Desember 2025, 10:22
LATEST UPDATE
-
Inter Milan Siapkan Tawaran Baru untuk Gelandang Liverpool
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:27
-
Manchester United dan Para Rival yang Bisa Jegal Arsenal di Premier League 2026-27
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:19
-
Inter Milan Bangkit Ketika Semua Mengira Mereka Sudah Mati
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:37
-
Juventus Dapat Kiper Tottenham, Luciano Spalletti: Saya Sangat Mengenalnya
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:32
-
Kylian Mbappe dan Refleksi Level yang Ingin Dilihat Real Madrid Sepanjang Musim
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 06:27
-
Rafael Leao Ditawarkan ke Roma, AC Milan Pasang Harga Anyar
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:55
-
RB Leipzig Ingin Pulangkan Nkunku dari AC Milan
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:49
-
Federico Valverde Bukan Toni Kroos, Mourinho Harus Ubah Perannya di Real Madrid
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 05:43
-
Belum Menyerah! Inter Milan Nego Liverpool Lagi untuk Curtis Jones
Liga Italia 17 Agustus 2026, 23:59
-
Dewata Challenge Series 2026: Eliano Reijnders Siap Bermain Lawan Bali United
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 23:36
-
Klub Saudi Pro League Bermiant Pada Pedro Neto, Chelsea Tergoda Jual?
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 23:30
-
Real Madrid Siap Lepas Eduardo Camavinga ke MU, Minta Harga Segini
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 23:00
-
Michael Carrick Pelatih Bagus, Tapi Tidak Akan Sanggup Bawa MU Juara!
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 22:34
-
Rodri Pilih Nomor Punggung Ini di Barcelona, Ada yang Harus Mengalah!
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 22:12
-
Mariano Peralta Merasa Makin Nyetel di Persib Bandung
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 22:12
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59






















KOMENTAR