
Bola.net - Kobbie Mainoo akhirnya membuka cerita mengenai masa sulit yang dialaminya di Manchester United pada era Ruben Amorim. Gelandang muda Inggris itu mengaku sempat mempertimbangkan masa depannya setelah jarang mendapat kesempatan bermain.
Situasi Mainoo berubah drastis ketika Amorim datang dengan sistem permainan 3-4-2-1 yang dianggap tidak cocok dengan karakter permainannya. Padahal sebelumnya, pemain akademi United itu sempat menjadi salah satu sosok penting di tim utama.
Kini keadaan berbalik sejak Michael Carrick mengambil alih kursi pelatih pada Januari lalu. Mainoo kembali menjadi pilihan utama dan perlahan menemukan kembali performa terbaiknya di lini tengah Setan Merah.
Mainoo Sempat Ingin Pergi dari Old Trafford

Mainoo mengalami penurunan peran yang signifikan selama masa kepelatihan Amorim. Meski pernah mencetak gol kemenangan di final FA Cup melawan Manchester City dua tahun sebelumnya, ia gagal mendapatkan satu pun starter di Premier League di bawah pelatih asal Portugal tersebut.
Kondisi itu membuat Mainoo sempat meminta pindah dengan status pinjaman pada pekan terakhir bursa transfer musim panas. Namun, Manchester United memutuskan menolak keinginannya untuk hengkang.
Pemain berusia 21 tahun itu mengakui minimnya menit bermain membuatnya mulai memikirkan banyak hal terkait masa depannya di klub.
“Ketika Anda tidak bermain banyak pertandingan, atau bahkan tidak bermain sama sekali, Anda mempertimbangkan segala hal,” ujar Mainoo kepada Sky Sports.
"Tetapi yang selalu ada di pikiran saya adalah bermain untuk Manchester United dan terus bermain untuk klub tempat saya tumbuh."
Mainoo Paham Keputusan Pelatih

Mainoo juga memahami bahwa dirinya tidak sesuai dengan kebutuhan taktik Amorim saat itu. Sang pelatih disebut menilai profil Mainoo terlalu mirip dengan kapten tim Bruno Fernandes.
“Ketika ada manajer baru, mereka punya cara bermain yang mereka inginkan dan jika mereka merasa Anda tidak cocok dengan itu, maka memang tidak cocok," lanjut Mainoo.
"Yang bisa saya lakukan hanyalah terus bekerja dan berlatih agar mungkin mereka melihatnya dari sudut pandang berbeda."
Dukungan Keluarga Jadi Kunci Kebangkitan

Perubahan situasi itu menjadi tantangan mental besar bagi Mainoo. Sebab sebelumnya ia hampir selalu menjadi starter reguler di bawah asuhan Erik ten Hag.
Ia mengaku kesulitan menerima kenyataan ketika mulai jarang dimainkan, bahkan sering tidak masuk sebagai pemain pengganti. Dalam periode tersebut, dukungan keluarga dan teman dekat menjadi faktor penting yang membantunya bertahan.
“Berubah dari bermain hampir di setiap pertandingan menjadi tidak terlalu sering bermain tentu menjadi penyesuaian yang sulit,” kata Mainoo.
“Hal itu sulit ketika Anda bahkan tidak masuk sebagai pemain pengganti. Namun, saya bisa mengatakan keluarga dan teman-teman saya membantu saya melihat cahaya di ujung terowongan,” tambahnya.
Nasib Mainoo Membaik Sejak Dilatih Carrick
Situasi Mainoo mulai berubah setelah Michael Carrick kembali ke Manchester United untuk menggantikan Amorim pada Januari. Carrick langsung mengembalikan Mainoo ke pusat permainan lini tengah United.
Keputusan tersebut membawa dampak positif bagi tim. Manchester United berhasil memenangkan 10 dari 15 pertandingan terakhir mereka dan memastikan tiket kembali ke Liga Champions usai kemenangan penting atas Liverpool.
Jangan Lewatkan!
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Kenapa Tielemans yang Ambil Penalti, Bukan Lukaku?
Piala Dunia 2 Juli 2026, 08:55
-
Belgia Bertahan dalam Harapan, lalu Mengubahnya Menjadi Kemenangan
Piala Dunia 2 Juli 2026, 08:50
-
Senegal dan Mimpi yang Buyar dalam Hitungan Menit
Piala Dunia 2 Juli 2026, 08:35
-
Belgia, Jepang, dan Senegal: 2 Kisah Comeback yang Sulit Dilupakan
Piala Dunia 2 Juli 2026, 07:47
-
Belgia Menunggu Lawan Berikutnya
Piala Dunia 2 Juli 2026, 07:06
-
Man of the Match Belgia vs Senegal: Youri Tielemans
Piala Dunia 2 Juli 2026, 06:14
-
Apresiasi untuk Lionel Mpasi
Piala Dunia 2 Juli 2026, 03:13
-
Inggris vs RD Kongo: Pertandingan yang Gila
Piala Dunia 2 Juli 2026, 03:07
-
RD Kongo Sudah Bermain dengan Baik
Piala Dunia 2 Juli 2026, 03:02
-
Karena Inggris Pegang Teguh Keyakinan
Piala Dunia 2 Juli 2026, 02:54
LATEST EDITORIAL
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41

























KOMENTAR