
Bola.net - Manchester City sedang berada di titik nadir. Setelah kekalahan memalukan di derbi Manchester dan hasil mengejutkan di Norwegia, Pep Guardiola akhirnya buka suara dengan nada tinggi.
Guardiola melancarkan pembelaan berapi-api untuk skuadnya yang tengah babak belur. Menurutnya, rentetan hasil buruk belakangan ini bukan karena taktik yang usang, melainkan badai cedera yang ia sebut "tidak berkelanjutan".
Situasi di tubuh The Citizens memang sedang panas. Para pemain bahkan harus merogoh kocek pribadi untuk mengembalikan uang tiket kepada 374 suporter yang jauh-jauh datang ke markas Bodo/Glimt, hanya untuk melihat timnya kalah, sebuah performa yang oleh Erling Haaland disebut memalukan.
Namun, Guardiola menolak membiarkan narasi negatif menyudutkan pemainnya jelang laga krusial melawan Wolves. Ia melabeli pertandingan Sabtu nanti sebagai sebuah "final", meski mengakui timnya memulai dengan kerugian besar dari sisi kebugaran.
Dengan setidaknya tujuh pemain absen dan total 11 pemain bermasalah, Guardiola menegaskan bahwa Man City pincang bukan karena kehilangan sentuhan, tapi kehilangan orang.
Pembelaan Sengit untuk Bodo/Glimt
Guardiola tampak geram dengan kritik yang meremehkan kekalahan City atas Bodo/Glimt. Ia menyemprot para pengamat yang menganggap enteng klub Norwegia tersebut tanpa melihat fakta di lapangan.
"Saya yakin orang-orang yang berkata, 'Ah, bagaimana bisa mereka kalah di Bodo', mereka tidak menonton satu pun pertandingan sialan dari Bodo," semprot Guardiola dengan nada tinggi.
Ia melanjutkan analisisnya dengan menunjuk kualitas lawan yang sering luput dari radar pengamat sepak bola awam.
"Bodo adalah tim yang sangat top, terutama saat bermain di kandang. Tahukah Anda bagaimana Bodo bermain? Saya beri tahu, 4-4-2, sangat rapat," jelasnya.
Guardiola menyoroti ketiadaan pemain sayap sebagai biang keladi tumpulnya serangan City di laga tersebut. Tanpa pemain yang bisa melebar, strategi The Citizens macet total.
"Di mana ruangnya? Untuk pemain sayap? Pemain sayap yang bisa duel satu lawan satu lalu pergi. Berapa banyak pemain sayap yang kami punya lawan Bodo? Nol," keluhnya.
Ratapan Guardiola
Frustrasi Guardiola memuncak ketika membahas kondisi medis skuadnya. Ia merasa seperti berperang tanpa senjata, situasi yang membuatnya sulit merotasi pemain di tengah jadwal padat.
"Hanya itu yang saya minta, tim ini kembali. Setelah itu, saya bersumpah, kami akan ada di sana (puncak performa)," ujarnya dengan nada memohon.
Absennya pemain kunci seperti Jeremy Doku dan Nathan Ake di laga Eropa kemarin ternyata bukan sekadar taktik, melainkan ketidakmampuan fisik.
"Apakah Anda pikir Doku tidak akan bermain di Bodo jika dia bugar? Nathan tidak akan bermain? Dia melakukan pemanasan dan tidak bisa bermain," ungkap pelatih asal Spanyol tersebut.
Guardiola menegaskan bahwa masalah ini tidak bisa diselesaikan dalam semalam. Durasi krisis yang panjang membuat fondasi tim goyah.
"Untuk satu hari kami bisa mengatasinya, untuk dua hari kami bisa mengatasinya. Tapi untuk waktu yang lama, ini tidak berkelanjutan," tegasnya.
Kabar Buruk dari Ruang Perawatan
Jelang laga kontra Wolves, Guardiola memberikan pembaruan kondisi pemain yang terdengar seperti daftar pasien rumah sakit. Josko Gvardiol dipastikan absen panjang karena cedera serius.
"Josko mengalami patah tulang. Ini butuh operasi. Ini tulang. Jadi dia tidak akan kembali (dalam waktu dekat)," beber Guardiola mengenai bek andalannya yang harus menepi dua bulan.
Kondisi Ruben Dias pun tak jauh berbeda, masih harus absen. Sementara itu, pemain sayap anyar Savinho baru saja mulai berlari ringan di lapangan.
"Savinho baru mulai berlari kemarin untuk pertama kalinya di lapangan, jadi mungkin dua minggu, tiga minggu lagi. Atau mungkin kurang, saya tidak tahu," imbuhnya ragu.
Di lini tengah, absennya Mateo Kovacic dan keraguan atas kondisi Nico Gonzalez membuat opsi Guardiola semakin tipis. Meski begitu, ada sedikit angin segar dengan tersedianya rekrutan baru Antoine Semenyo dan Marc Guehi, serta kembalinya Bernardo Silva dari skorsing.
Namun, bagi Guardiola, akar masalahnya tetap pada jadwal gila yang menggerogoti fisik pemain, mulai dari Piala Dunia Klub di Amerika Serikat hingga tugas negara tanpa henti.
"Berapa tahun seperti itu? Delapan, sembilan, sepuluh musim berturut-turut. Jadi, pada akhirnya, ini sulit. Itulah sebabnya orang-orang cedera," pungkasnya getir.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Live Streaming Man City vs Wolves - Link Nonton Premier League/Liga Inggris di Vidio
Liga Inggris 24 Januari 2026, 15:00
-
Man City vs Wolves: Menanti Debut Marc Guehi, Obat Pusing Guardiola
Liga Inggris 24 Januari 2026, 12:02
-
Pep Guardiola Ungkap Akar Masalah Manchester City Usai Pekan Buruk
Liga Inggris 24 Januari 2026, 10:58
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Chelsea vs Newcastle: Anthony Gordon
Liga Inggris 15 Maret 2026, 03:00
-
Prediksi Como vs Roma 16 Maret 2026
Liga Italia 15 Maret 2026, 00:01
-
Hasil Bundesliga: 9 Pemain Bayern Tertahan di Markas Leverkusen
Bundesliga 14 Maret 2026, 23:58
-
Prediksi Liverpool vs Tottenham 15 Maret 2026
Liga Inggris 14 Maret 2026, 23:30
-
Prediksi Lazio vs Milan 16 Maret 2026
Liga Italia 14 Maret 2026, 22:15
LATEST EDITORIAL
-
5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri dari Kutukan Piala Dunia
Editorial 14 Maret 2026, 06:06
-
Starting XI Gabungan PSG dan Chelsea Sepanjang Masa, Siapa Saja Masuk?
Editorial 11 Maret 2026, 21:05
-
3 Pelatih yang Pernah Menangani PSG dan Chelsea, Ada yang Juara Liga Champions
Editorial 11 Maret 2026, 20:54
























KOMENTAR