
Bermain di kandang tetangga, Spurs berusaha mengambil inisiatif serangan di awal babak pertama dan sempat beberapa kali mencoba mengancam gawang Lukasz Fabianski. Namun Arsenal mampu mengatasi tekanan dini sang rival dengan baik dan balik menekan memasuki menit kesepuluh.
Bahkan pada menit 12, Theo Walcott memaksa Hugo Lloris melakukan penyelamatan gemilang untuk menepis tembakan mendatarnya dari depan kotak penalti. Setelahnya Arsenal pun berulang kali mengancam gawang Lloris lewat upaya Serge Gnabry, Santi Cazorla dan juga Walcott, namun belum ada yang membuahkan hasil.
Kebuntuan baru terpecah di menit 31. Pergerakan Gnabry di depan kotak penalti memaksa pemain belakang Spurs terlena dan gelandang muda Jerman tersebut mengirim umpan terobosan pada Cazorla yang tak terkawal di kotak penalti untuk dituntaskan sempurna dengan sepakan kaki kiri gelandang Spanyol itu. 1-0 Arsenal memimpin.
Spurs sendiri bukannya tanpa peluang dan meski hanya coba mengandalkan serangan balik, kecepatan pemain mereka beberapa kali merepotkan lini belakang Arsenal. Peluang terbaik tim tamu hadir di menit akhir babak pertama lewat tembakan Roberto Soldado yang masih menyamping di sisi kanan gawang Fabianski.
Memasuki babak kedua, Spurs coba kembali mengendalikan permainan dan sempat mengancam di awal laga melalui upaya Emmanuel Adebayor dan Soldado, tetapi semuanya masih melenceng dari sasaran.
Dan justru Arsenal mampu menggandakan keunggulan mereka di menit 62. Tomas Rosicky mencuri bola dari penguasaan Danny Rose di garis tengah lapangan dan menerobos cepat ke kotak penalti sebelum melepas tendangan lob yang tak mampu dicegah Lloris. 2-0 Arsenal menjauh.
Arsenal kemudian bermain nyaman dan kembali mengancam di beberapa kesempatan. Sementara Spurs pun berusaha memperkecil ketinggalan dengan menggencarkan serangan, terutama setelah Arsenal harus bermain dengan 10 orang menyusul keluarnya Walcott akibat cedera sementara jatah pergantian pemain sudah habis.
Silih berganti kedua tim melakukan serangan di sisa babak kedua, namun hingga wasit Mark Clattenburg meniup peluit tanda babak kedua usai, tak ada lagi gol yang tercipta. Kemenangan pun membuat Arsenal melaju ke babak berikutnya dan memperbesar peluang mereka mengakhiri paceklik gelar musim ini.
Susunan Pemain Arsenal: Fabianski; Monreal, Vermaelen (Mertesacker 45'), Koscielny, Sagna; Arteta (Ozil 75'), Wilshere (Flamini 71'); Cazorla, Rosicky, Gnabry; Walcott
Susunan Pemain Tottenham: Lloris; Rose, Chiriches, Dawson, Walker; Eriksen, Dembele, Bentaleb, Lennon; Soldado (Chadli 63'), Adebayor (bola/row)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Dikalahkan Arsenal, Sherwood Enggan Salahkan Taktik
Liga Inggris 5 Januari 2014, 09:25
-
Cazorla Puji Level Permainan Arsenal
Liga Inggris 5 Januari 2014, 08:43
-
Rosicky Puas Mampu Atasi Tottenham
Liga Inggris 5 Januari 2014, 08:20
-
Tiru Walcott, Szczesny Ikut-ikutan Ejek Fans Spurs
Bolatainment 5 Januari 2014, 08:10
-
Wenger Ungkap Alasan Walcott Provokasi Fans Spurs
Liga Inggris 5 Januari 2014, 04:21
LATEST UPDATE
-
Marc Marquez Curhat Soal Sulitnya Lawan Alex Marquez, Harus Lupakan Status Saudara
Otomotif 8 Januari 2026, 13:21
-
Meski Cetak Dua Gol, Benjamin Sesko Dinilai Tak Layak Bela Man Utd
Liga Inggris 8 Januari 2026, 12:23
-
Jadwal Lengkap Serie A 2025/2026
Liga Italia 8 Januari 2026, 12:03
-
Kesempatan Emas Arsenal Perlebar Jarak Setelah Man City dan Villa Terpeleset
Liga Inggris 8 Januari 2026, 11:49
-
Ini Alasan Liam Rosenior Tak Pimpin Chelsea Saat Lawan Fulham
Liga Inggris 8 Januari 2026, 11:29
-
Tiga Pemain Muda Persija Siap Asah Jam Terbang di Klub Baru
Bola Indonesia 8 Januari 2026, 11:09
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58

























KOMENTAR