Profil Timnas Kanada di Piala Dunia 2026: Mimpi Besar Les Rouges Untuk Bangkit di Kandang Sendiri

Profil Timnas Kanada di Piala Dunia 2026: Mimpi Besar Les Rouges Untuk Bangkit di Kandang Sendiri
Ilustrasi logo Timnas Kanada. (c) Dok. Ist

Bola.net - Perjalanan Timnas Kanada di Piala Dunia 2022 menjadi momen emosional sekaligus penuh pelajaran. Setelah absen panjang sejak 1986, mereka akhirnya kembali tampil di panggung terbesar sepak bola dunia.

Namun, mimpi itu tak berjalan sesuai harapan. Kanada harus menghadapi kenyataan pahit setelah gagal meraih satu poin pun di fase grup.

Tim berjuluk Les Rouges tersebut kalah dari Belgia, Kroasia, dan Maroko. Hasil itu membuat mereka finis di dasar klasemen Grup F dengan catatan yang cukup mengecewakan.

Meski begitu, pengalaman di Qatar menjadi fondasi penting. Kini, Kanada datang ke Piala Dunia 2026 dengan ambisi baru dan generasi yang semakin matang.

1 dari 7 halaman

Bagaimana Kanada Lolos ke Piala Dunia 2026?

Tani Oluwaseyi (ketiga dari kiri) beraksi di laga Kanada vs Tunisia, Rabu (01/04/2026) (c) Chris Young/The Canadian Press Via AP

Tani Oluwaseyi (ketiga dari kiri) beraksi di laga Kanada vs Tunisia, Rabu (01/04/2026) (c) Chris Young/The Canadian Press Via AP

Keikutsertaan Kanada di Piala Dunia 2026 terasa berbeda dibandingkan edisi sebelumnya. Kali ini, mereka tak perlu melalui kualifikasi yang melelahkan.

Sebagai salah satu tuan rumah bersama Amerika Serikat dan Meksiko, Kanada mendapatkan tiket otomatis ke putaran final. Hal ini memberi keuntungan besar dalam hal persiapan tim.

Federasi sepak bola Kanada memanfaatkan waktu panjang ini untuk membangun skuad yang lebih kompetitif. Uji coba internasional dan regenerasi pemain menjadi fokus utama mereka.

Dengan status tuan rumah, tekanan sekaligus ekspektasi juga meningkat. Publik Kanada berharap tim kesayangan mereka bisa tampil jauh lebih baik dibandingkan edisi sebelumnya.

2 dari 7 halaman

Kiprah Kanada di Piala Dunia

Aksi Jahkeele Marshal-Rutty (kedua dari kiri) di laga uji coba antara Kanada vs Tunisia, Rabu (01/04/2026). (c) Chris Young/The Canadian Press Via AP

Aksi Jahkeele Marshal-Rutty (kedua dari kiri) di laga uji coba antara Kanada vs Tunisia, Rabu (01/04/2026). (c) Chris Young/The Canadian Press Via AP

Secara historis, Kanada bukanlah kekuatan besar di Piala Dunia. Partisipasi mereka masih sangat terbatas dibandingkan negara lain.

Debut Kanada terjadi pada edisi 1986 di Meksiko. Saat itu, mereka juga gagal lolos dari fase grup tanpa mencetak satu gol pun.

Baru pada 2022 mereka kembali tampil, namun hasilnya belum banyak berubah. Kanada hanya mampu mencetak dua gol dan kebobolan tujuh kali sepanjang turnamen.

Kini, Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan emas. Dengan pengalaman sebelumnya, mereka bertekad mencatat sejarah baru.

3 dari 7 halaman

Pelatih Kanada: Jesse Marsch

Pelatih Timnas Kanada, Jesse Marsch, memprotes wasit di laga lawan Tunisia, Rabu (01/04/2026). (c) Chris Young/The Canadian Press Via AP

Pelatih Timnas Kanada, Jesse Marsch, memprotes wasit di laga lawan Tunisia, Rabu (01/04/2026). (c) Chris Young/The Canadian Press Via AP

Jesse Marsch diangkat jadi pelatih Timnas Kanada pada Mei 2024, usai ia berhenti melatih Leeds. Marsch saat itu mengisi pos yang sebelumnya diisi oleh Mauro Bello.

Kehadiran Jesse Marsch membawa angin segar bagi Timnas Kanada. Pelatih asal Amerika Serikat itu dikenal dengan gaya bermain agresif dan pressing tinggi.

Marsch memiliki pengalaman melatih di Eropa, termasuk di Bundesliga dan Premier League dengan tim seperti RB Leipzig dan Leeds United. Pengalamannya di level tinggi diharapkan mampu meningkatkan kualitas permainan Kanada.

Ia juga dikenal piawai dalam mengembangkan pemain muda. Hal ini sejalan dengan kondisi skuad Kanada yang dipenuhi talenta potensial.

Sejauh ini Marsch telah memimpin Kanada sebanyak 29 kali. Ia membawa mereka mencatatkan 14 kemenangan, tujuh hasil seri, dan delapan kali kalah.

Di bawah arahannya, Kanada diharapkan tampil lebih berani dan disiplin. Target lolos dari fase grup pun kini terasa lebih realistis.

4 dari 7 halaman

Calon Bintang: Ismael Kone, Harapan Baru Les Rouges

Ismael Kone (kanan) mencetak gol di laga Sassuolo vs Atalanta di Liga Italia, Minggu (01/3/2026). (c) Gianni Santandrea/LaPresse via AP Photo

Ismael Kone (kanan) mencetak gol di laga Sassuolo vs Atalanta di Liga Italia, Minggu (01/3/2026). (c) Gianni Santandrea/LaPresse via AP Photo

Salah satu nama yang patut mendapat sorotan adalah Ismaal Kone. Gelandang muda ini digadang-gadang menjadi motor permainan Kanada di masa depan.

Kone menunjukkan perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir setelah memulai karier profesionalnya bersama CF Montreaal pada 2021. Kemampuannya dalam mengatur tempo dan distribusi bola menjadi aset penting.

Ia juga dikenal memiliki mobilitas tinggi di lini tengah. Hal ini membuatnya cocok dengan gaya permainan cepat yang diusung Marsch.

Kone sendiri telah cukup kenyang pengalaman bermain di Eropa. Ia tercatat pernah membela Watford, Marseille, dan Rennes sebelum akhirnya merapat ke Sassuolo.

Sejauh ini Kone jadi instrumen penting dalam permainan Sassuolo. Ia telah mencatatkan 29 penampilan dengan lima gol, jumlah gol paling banyak di antara klub lain yang pernah ia perkuat.

Performa Kone pun sudah menarik sejumlah klub top Italia. Di antaranya AS Roma, Inter Milan, dan Juventus

Jika mampu tampil konsisten, Kone bisa menjadi pembeda. Ia berpotensi menjadi bintang baru Kanada di Piala Dunia 2026.

5 dari 7 halaman

Daftar Pemain Kanada

Pemain Timnas Kanada Liam Millar mendapat kartu kuning di laga lawan Tunisia, Rabu (01/04/2026). (c) Chris Young/The Canadian Press Via AP

Pemain Timnas Kanada Liam Millar mendapat kartu kuning di laga lawan Tunisia, Rabu (01/04/2026). (c) Chris Young/The Canadian Press Via AP

Kanada memiliki kombinasi menarik antara pemain muda dan berpengalaman. Beberapa nama sudah menjadi andalan dalam beberapa tahun terakhir.

Di lini depan, kecepatan dan kreativitas menjadi kekuatan utama. Sementara lini tengah diisi pemain yang dinamis dan pekerja keras. Lini belakang juga mengalami peningkatan signifikan.

Berikut skuad terakhir Kanada per 31 Maret 2026.

Kiper: Dayne St. Clair (Inter Miami), Maxime Crepeau (Orlando City), Owen Goodman (Barnsley)

Bek: Jahkeele Marshall-Rutty (New York Red Bulls), Raplh Priso (Vancouver Whitecaps), Kamal Miller (Portland Timbers), Joel Waterman (Chicago Fire), Derek Cornelius (Rangers), Luc de Fouferolles (Dender), Richie Laryea (Toronto FC), Niko Sigur (Hajduk Split), Alistair Johnston (Celtic), Moise Bombito (Nice)

Gelandang: Mathieu Choiniere (LAFC), Ismael Kone (Sassuolo), Junior Hoilett (Swindon Town), Liam Millar (Hull City), Tajon Buchanan (Villarreal), Nathan Saliba (Anderlecth), Ali Ahmed (Norwich City), Jonathan Osorio (Toronto FC), Marcelo Flores (UANL)

Penyerang: Jonathan David (Juventus), Cyle Larin (Southampton), Tani Oluwaseyi (Villarreal), Aribim Pepple (Plymouth Argyle), Daniel Jebbison (Preston North End), Jacen Russel-Rowe (Toulouse)

6 dari 7 halaman

Jadwal Kanada di Piala Dunia 2026

Aksi Marcelo Flores (kanan) di laga uji coba Kanada vs Tunisia, Rabu (01/04/2026). (c) Chris Young/The Canadian Press Via AP

Aksi Marcelo Flores (kanan) di laga uji coba Kanada vs Tunisia, Rabu (01/04/2026). (c) Chris Young/The Canadian Press Via AP

Timnas Kanada sendiri tergabung di Grup B. Mereka akan melawan Bosnia dan Herzegovina, Qatar, dan Swiss.

13 Juni 2026

  • Kanada vs Bosnia dan Herzegovina – BMO Field, Toronto

19 Juni 2026

  • Kanada vs Qatar – BC Place, Vancouver

25 Juni 2026

  • Swiss vs Kanada – BC Place, Vancouver
7 dari 7 halaman

Prediksi Kanada di Piala Dunia 2026

Aksi Niko Sigur (kiri) di laga uji coba antara Kanada vs Tunisia, Rabu (01/04/2026). (c) Chris Young/The Canadian Press Via AP

Aksi Niko Sigur (kiri) di laga uji coba antara Kanada vs Tunisia, Rabu (01/04/2026). (c) Chris Young/The Canadian Press Via AP

Dengan status tuan rumah, Kanada memiliki peluang lebih besar untuk mencetak sejarah. Dukungan suporter bisa menjadi faktor penentu.

Kunci bagi Kanada adalah konsistensi dan mentalitas. Mereka harus belajar dari kegagalan di Qatar dan tampil lebih efektif.

Jika mampu memaksimalkan potensi yang ada, Kanada bukan tak mungkin menciptakan kejutan. Setidaknya, lolos dari fase grup menjadi target realistis yang wajib dikejar.

Di atas kertas, Kanada mungkin tak akan bisa bersaing melawan Swiss. Namun mereka berpeluang meraih angka saat bersua Qatar dan Bosnia dan Herzegovina.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL