Situasi Sudah Genting! Chelsea Mungkin Tidak Main di UCL Musim Depan

Situasi Sudah Genting! Chelsea Mungkin Tidak Main di UCL Musim Depan
Skuad Chelsea usai kekalahan melawan Everton di Premier League 2025/2026, Minggu (22/3/2026). (c) AP Photo/Jon Super

Bola.net - Performa Chelsea kembali menjadi sorotan setelah rangkaian hasil buruk yang membuat posisi mereka kian tertekan di papan klasemen. Kekalahan tipis dari Manchester United di Stamford Bridge menjadi pukulan terbaru bagi tim yang tengah berjuang menjaga konsistensi.

Dalam beberapa pekan terakhir, tren negatif terus membayangi Chelsea di berbagai kompetisi. Hasil tersebut tidak hanya berdampak pada posisi mereka di liga, tetapi juga memicu pertanyaan tentang arah proyek tim secara keseluruhan.

Di tengah situasi tersebut, pakar Premiere League, Paul Merson memberikan pandangannya terkait kondisi Chelsea saat ini, termasuk peluang mereka menembus Liga Champions dan tekanan yang dihadapi pelatih Liam Rosenior.

1 dari 3 halaman

Peluang Liga Champions Makin Menjauh

Alejandro Garnacho coba melepas tendangan akrobatik dalam laga Liga Inggris antara Chelsea vs Manchester United di Stamford Bridge, 19 April 2026 (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Alejandro Garnacho coba melepas tendangan akrobatik dalam laga Liga Inggris antara Chelsea vs Manchester United di Stamford Bridge, 19 April 2026 (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Chelsea kini menghadapi kenyataan pahit dalam perburuan tiket Liga Champions musim depan. Jarak poin dengan posisi lima besar semakin melebar dengan waktu yang semakin terbatas.

Menurut Paul Merson, peluang Chelsea untuk finis di zona Liga Champions hampir tertutup. Ia bahkan menyebut akan sangat terkejut jika tim tersebut mampu membalikkan keadaan.

“Sepertinya tidak akan ada sepak bola Liga Champions untuk Chelsea musim depan. Saya tidak melihat bagaimana mereka bisa masuk ke sana, saya akan sangat terkejut jika mereka berhasil," ungkap Merson.

Situasi ini diperparah oleh posisi Chelsea yang kini sejajar poin dengan tim-tim di papan tengah. Bahkan, kegagalan meraih kemenangan dalam laga berikutnya bisa membuat mereka terlempar hingga peringkat ke-11.

2 dari 3 halaman

Tekanan pada Rosenior dan Arah Proyek Klub

Liam Rosenior memberi instruksi kepada Wesley Fofana dalam laga Chelsea vs Manchester City di Premier League 2025/2026, Minggu (12/4/2026). (c) AP Photo/Ian Walton

Liam Rosenior memberi instruksi kepada Wesley Fofana dalam laga Chelsea vs Manchester City di Premier League 2025/2026, Minggu (12/4/2026). (c) AP Photo/Ian Walton

Tekanan terhadap Liam Rosenior terus meningkat seiring hasil yang tidak konsisten. Dalam delapan pertandingan terakhir, Chelsea hanya meraih dua kemenangan, sebuah catatan yang dinilai jauh dari harapan.

Merson menilai situasi ini tidak mudah bagi Rosenior, terutama karena ia datang dari klub yang lebih kecil ke lingkungan dengan ekspektasi tinggi. Namun, hasil tetap menjadi tolok ukur utama.

“Anda merasa kasihan padanya karena ini sulit baginya. Dia datang dari Strasbourg ke pekerjaan yang sangat besar. Dan dia selalu hanya berjarak satu kekalahan dari tekanan besar," sambung Merson.

3 dari 3 halaman

Perkembangan Chelsea Tidak Jelas

Lebih jauh, Merson juga mempertanyakan arah proyek Chelsea yang kini berbeda dari era sebelumnya.

Fokus klub yang lebih mengedepankan pengembangan dan penjualan pemain dinilai tidak selalu sejalan dengan ekspektasi suporter yang terbiasa dengan kesuksesan instan.

“Banyak yang harus dilakukan di Chelsea. Mereka butuh striker, butuh kiper, dan juga pemain tengah dengan kreativitas lebih," Merson menambahkan.

Di tengah ketidakpastian ini, masa depan Rosenior serta strategi jangka panjang klub menjadi sorotan utama, terutama jika performa tim tidak segera membaik dalam sisa musim.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL