Statistik Buruk Viktor Gyokeres, Haruskah Arsenal Mulai Khawatir?

Statistik Buruk Viktor Gyokeres, Haruskah Arsenal Mulai Khawatir?
Pemain Arsenal Viktor Gyokeres merayakan gol pembuka bagi timnya pada laga fase liga Liga Champions antara Arsenal vs Kairat Almaty di London, Inggris, Rabu, 28 Januari 2026 (c) AP Photo/Ian Walton

Bola.net - Hasil imbang 2-2 Arsenal di markas Wolverhampton menutup satu malam yang semestinya bisa menjadi langkah penting dalam perburuan gelar. Alih-alih menjauh, The Gunners justru pulang dengan pertanyaan besar di lini depan.

Sorotan kembali mengarah pada Viktor Gyokeres. Striker asal Swedia itu kembali gagal mencetak gol, bahkan tidak melepaskan satu pun tembakan sepanjang laga, sebuah fakta yang sulit diabaikan dalam pertandingan seketat ini.

Padahal, sebelum laga kontra Wolves, narasi tentang Gyokeres sempat menghangat. Kontribusi golnya meningkat sejak awal tahun, namun data terbaru Premier League menunjukkan gambaran yang jauh dari ideal bagi tim yang sedang memimpin klasemen.

1 dari 3 halaman

Ketajaman yang Tak Stabil di Saat Krusial

Arsenal vs Kairat Almaty: Viktor Gyoekeres vs Alexander Shirobokov di Liga Champions, 29 Januari 2026. (c) AP Photo/Ian Walton

Arsenal vs Kairat Almaty: Viktor Gyoekeres vs Alexander Shirobokov di Liga Champions, 29 Januari 2026. (c) AP Photo/Ian Walton

Gyokeres datang ke Arsenal dengan reputasi mesin gol, setelah mencatat hampir satu gol per pertandingan selama membela Sporting. Ekspektasi itu masih terasa berat di pundaknya, terutama ketika laga-laga krusial menuntut pembeda di kotak penalti.

Melawan Wolves, ketajaman itu tidak muncul sama sekali. Statistik mencatat Gyokeres melepas nol tembakan, sebuah anomali bagi penyerang utama yang diharapkan menjadi titik akhir serangan.

Lebih mengkhawatirkan lagi, ini bukan kejadian tunggal. Data liga menunjukkan Gyokeres tidak mencatatkan satu pun tembakan dalam sekitar 60 persen penampilannya di Premier League musim ini.

Dalam konteks perburuan gelar, angka tersebut menjadi sinyal peringatan. Arsenal bisa mendominasi permainan, tetapi tanpa ancaman nyata dari penyerang tengah, dominasi itu sering berujung sia-sia.

2 dari 3 halaman

Dilema Arteta di Lini Depan

Pemain Arsenal Viktor Gyokeres (kanan) mencetak gol pada laga Premier League/Liga Inggris antara Arsenal vs Sunderland di London, Sabtu, 7 Februari 2026 (c) John Walton/PA via AP

Pemain Arsenal Viktor Gyokeres (kanan) mencetak gol pada laga Premier League/Liga Inggris antara Arsenal vs Sunderland di London, Sabtu, 7 Februari 2026 (c) John Walton/PA via AP

Masalah ini menempatkan Mikel Arteta pada posisi sulit. Pilihan antara Gyokeres dan Gabriel Jesus belum memberikan jawaban tegas soal siapa yang paling layak memimpin lini depan.

Paul Merson menilai siapa pun yang dipasang sejak awal belum benar-benar tampil meyakinkan. Kontribusi keduanya kerap terasa lebih dalam kerja keras ketimbang efektivitas di depan gawang.

Arteta memang beruntung memiliki tim yang mampu menang tanpa bergantung penuh pada striker. Gol Arsenal datang dari banyak lini, memberi ilusi bahwa masalah penyerang tengah bisa ditunda.

Namun, laga seperti di Molineux menunjukkan batas dari pendekatan itu. Ketika ruang semakin sempit dan tekanan meningkat, Arsenal tetap membutuhkan penyerang yang mampu menciptakan peluang dari situasi sulit.

3 dari 3 halaman

Antara Angka, Performa, dan Kesabaran

Dari sisi angka, musim Gyokeres tidak sepenuhnya buruk. Ia mencatat 13 gol dari 32 penampilan, delapan di antaranya di Premier League, sebuah catatan yang masih bisa dipertahankan.

Namun, para pengamat menilai kontribusi itu belum sebanding dengan investasi besar dan perannya sebagai ujung tombak. Ian Wright secara terbuka mengaku tidak puas dengan level performa Gyokeres, meski memberi catatan bahwa segalanya bisa dimaafkan jika Arsenal menjuarai liga.

Perbandingan dengan Kai Havertz dan Gabriel Jesus juga kerap muncul. Bukan semata soal gol, tetapi soal keterlibatan dalam permainan, intensitas pressing, dan kemampuan membuka ruang.

Di tengah persaingan ketat di papan atas, Arsenal tidak bisa hanya berharap masalah ini akan teratasi dengan sendirinya. Ketajaman striker utama tetap menjadi fondasi tim juara, dan sejauh ini, Gyokeres belum sepenuhnya menjawab kebutuhan itu.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL