
Bola.net - Pertandingan Chelsea melawan Arsenal (1-1) di Stamford Bridge kembali memperlihatkan tensi tinggi khas derby London.
Laga itu berlangsung dalam ritme cepat dan penuh duel keras sejak menit awal. Situasi kian memanas setelah keputusan wasit dan VAR memengaruhi jalannya pertandingan kedua tim.
Moises Caicedo mengalaminya langsung ketika kartu kuningnya untuk tekel pada Mikel Merino diubah menjadi kartu merah langsung. Chelsea harus melanjutkan permainan dengan 10 pemain, tapi dinamika pertandingan justru semakin agresif.
Kondisi tersebut membuat sejumlah pemain dari kedua kubu menerima kartu sebagai imbas intensitas laga. Di tengah suasana tersebut, Arsenal menghadapi tekanan lain ketika beberapa pemainnya sudah mengantongi kartu kuning sejak babak pertama.
Situasi ini membuat manajer Mikel Arteta mengambil keputusan strategis demi menjaga keseimbangan tim di sisa pertandingan.
Chelsea Dinilai Sengaja Membidik Pemain yang Berisiko

Mikel Arteta menilai bahwa Chelsea mencoba memanfaatkan situasi dengan menekan pemain Arsenal yang sudah menerima kartu.
Ia melihat pola itu terjadi sepanjang babak pertama hingga jeda turun minum. Dalam pandangannya, strategi tersebut dapat memicu kartu kedua bagi pemain yang menjadi target.
Arteta menyebut para pemainnya seperti Martin Zubimendi, Cristhian Mosquera, Piero Hincapie, dan Riccardo Calafiori berada dalam posisi rawan.
Ia kemudian harus membuat keputusan pergantian untuk meminimalkan risiko. Keputusan itu diambil seiring tekanan dari pemain seperti Estevao dan Pedro Neto yang terus menyerang ruang berbahaya.
“Kami memiliki empat pemain dengan kartu kuning dan Anda bisa melihat mereka menargetkan para pemain tersebut untuk membuat pertandingan tetap seimbang,” ujar Arteta kepada Sky Sports.
Pergantian Paksa Akibat Risiko Kartu Kedua

Situasi Calafiori menjadi perhatian khusus bagi Arteta. Tekanan dari lini serang Chelsea membuat bek asal Italia itu rentan menerima kartu kedua.
Arteta menilai kondisi tersebut dapat mengubah dinamika pertandingan secara drastis. Oleh karena itu, ia memilih melakukan pergantian di awal babak kedua.
Arteta menyebut duel yang harus dihadapi Calafiori dari Estevao atau Pedro Neto sebagai alasan utama pengambilan keputusan.
Kedua pemain Chelsea tersebut dianggap berpotensi memancing situasi berbahaya bagi pertahanan Arsenal. Keputusan itu diambil untuk menjaga stabilitas tim pada fase permainan berikutnya.
“Yang mungkin paling berisiko adalah Riccy , itulah sebabnya saya harus menariknya keluar menghadapi Estevao atau Neto, yang bisa masuk dan mengincar dia,” ujar Arteta.
Babak Kedua Dimulai dengan Tekanan Instan
Babak kedua langsung memperlihatkan tekanan cepat dari Chelsea. Meski unggul jumlah pemain, Arsenal tidak sempat membangun ketenangan dalam penguasaan bola. Situasi itu kembali memaksa mereka beradaptasi terhadap tekanan lawan.
Chelsea memulai babak kedua dengan serangkaian duel udara dan bola panjang. Hal itu memicu pelanggaran yang berujung pada situasi bola mati untuk tuan rumah. Transisi cepat tersebut berkontribusi pada terciptanya gol pembuka yang mengubah jalannya pertandingan.
“Kami tidak benar-benar bisa menenangkan permainan karena aksi pertama babak kedua, bola panjang, mereka mendapat pelanggaran, tendangan bebas, sepak pojok dan mereka mencetak gol,” ujar Arteta.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- 5 Pelajaran dari Kemenangan Liverpool atas West Ham: Isak Bangkit, Peluang Empat Besar Masih Terbuka
- Viktor Gyokeres, Striker yang Terlalu Baik
- Reaksi Alexander Isak Usai Sukses Pecah Telur Bagi Liverpool di Premier League
- Arne Slot Buka-bukaan Soal Alasannya Memarkir Salah di Laga West Ham vs Liverpool
- Main Full dan Cetak Gol Kemenangan MU, Mason Mount Full Senyum
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Main 10 Pemain dan Amankan 1 Poin, Chelsea Puas!
Liga Inggris 1 Desember 2025, 21:44
-
Kartu Merah Caicedo Picu Keluhan Maresca: Penilaian Wasit Beda-Beda, Sulit Dipahami!
Liga Inggris 1 Desember 2025, 21:41
-
Duel Panas di Stamford Bridge: Mengapa Arsenal Tak Mampu Menembus 10 Pemain Chelsea
Liga Inggris 1 Desember 2025, 18:25
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Benfica vs Real Madrid: Live Streaming Liga Champions di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 23:13
-
Legenda Man United Sebut Ruben Amorim 'Bunuh' Karier Kobbie Mainoo
Liga Inggris 17 Februari 2026, 21:56
-
Tempat Menonton Galatasaray vs Juventus: Live Streaming Liga Champions di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 21:34
-
Live Streaming Dortmund vs Atalanta - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Monaco vs PSG - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Benfica vs Real Madrid - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Jadwal Persib vs Ratchaburi Rabu 18 Februari 2026, Siaran Langsung RCTI dan GTV
Bola Indonesia 17 Februari 2026, 19:55
-
Jadwal Siaran Langsung Liga Champions di SCTV Malam Ini, 18 Februari 2026
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:57
-
Live Streaming Galatasaray vs Juventus - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:45
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV dan MOJI, 18-19 Februari 2026
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:33
-
Olympiacos dan Leverkusen Bukan Lawan yang Asing
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:00
LATEST EDITORIAL
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48

























KOMENTAR