
Bola.net - Perdebatan soal calon kapten Liverpool kembali mencuat setelah aksi Dominik Szoboszlai di Etihad Stadium. Gelandang asal Hungaria itu dinilai belum menunjukkan pemahaman yang cukup untuk memimpin tim sebesar Liverpool.
Dalam beberapa bulan terakhir, Szoboszlai sering masuk dalam diskusi sebagai kandidat kapten masa depan Liverpool. Namun, insiden terbaru justru memunculkan keraguan baru dari kalangan pendukung.
Kekalahan telak 0-4 dari Manchester City di perempat final FA Cup menjadi titik balik penilaian terhadap sikapnya. Reaksi emosionalnya ke arah suporter tandang dianggap tidak mencerminkan sosok pemimpin.
Peran kapten di Liverpool memang selalu punya makna besar bagi suporter. Mereka menginginkan figur yang tidak hanya tampil baik, tetapi juga memahami nilai klub dan hubungan dengan fans.
Insiden Etihad yang Picu Kritik

Szoboszlai terlihat melakukan gestur penuh emosi ke arah suporter setelah kekalahan 0-4. Momen itu terjadi saat para pendukung tetap bertahan menyaksikan pertandingan hingga akhir.
Tindakan tersebut dinilai tidak sensitif terhadap pengorbanan fans, apalagi sebagian besar dari mereka telah mengikuti tim sepanjang musim yang sulit.
Federico Chiesa bahkan terlihat mencoba meredakan situasi dengan mengajak Szoboszlai masuk ke ruang ganti. Hal ini semakin menegaskan bahwa situasi tersebut tidak ideal.
Pelatih Arne Slot juga mengakui bahwa dukungan suporter sebenarnya cukup kuat di awal laga. Namun, performa tim yang menurun membuat atmosfer berubah drastis.
Kepemimpinan Bukan Sekadar Performa

Szoboszlai memang tampil impresif dalam beberapa pertandingan musim ini. Kemampuannya dalam mencetak gol jarak jauh mengingatkan publik pada Steven Gerrard.
Namun, kualitas teknis saja tidak cukup untuk menjadi kapten Liverpool. Seorang pemimpin harus mampu menjaga hubungan emosional dengan suporter.
Robbie Fowler pernah mengatakan bahwa performa bisa menjadi bentuk kepemimpinan. “Dominik Szoboszlai adalah pemain yang bisa menjadi kapten, saya tidak mengatakan harus, tetapi dia bisa karena performanya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pemain bisa memimpin lewat contoh di lapangan. Namun, aspek komunikasi dan pemahaman situasi tetap menjadi bagian penting dari peran tersebut.
Isu Loyalitas dan Persepsi Publik

Kontroversi lain muncul saat Szoboszlai mengunggah sepatu hadiah dari pemain Real Madrid, Vinicius Junior, di media sosial. Unggahan itu muncul setelah hasil buruk tim, sehingga dianggap kurang tepat.
Situasi semakin kompleks karena ia sempat dikaitkan dengan potensi transfer ke Madrid. Meski telah membantah, persepsi publik tetap terpengaruh.
Pelatih Timnas Hungaria, Marco Rossi, bahkan pernah mengatakan, “Dominik hanya punya satu mimpi: bermain untuk Real Madrid.” Pernyataan ini menambah keraguan soal komitmennya.
Di Liverpool, loyalitas menjadi nilai utama bagi seorang kapten. Sosok seperti Virgil van Dijk dinilai mampu menunjukkan komitmen penuh terhadap klub.
Belajar dari Para Pemimpin Sebelumnya

Sejarah Liverpool dipenuhi kapten yang memahami karakter klub dan suporternya. Nama-nama seperti Jordan Henderson dan Jamie Carragher menjadi contoh nyata.
Mereka tidak hanya memimpin di lapangan, tetapi juga menjaga hubungan dengan komunitas. Hal ini menjadi standar tinggi bagi calon kapten berikutnya.
Szoboszlai masih berusia 25 tahun dan punya waktu untuk berkembang. Namun, untuk saat ini, ia dinilai belum sepenuhnya selaras dengan nilai yang dijunjung Liverpool.
Perjalanan menuju ban kapten masih panjang baginya. Konsistensi sikap dan kedewasaan akan menjadi kunci jika ingin dipercaya memimpin Liverpool di masa depan.
Sumber: This is Anfield
Klasemen
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
5 Klub Tujuan Bernardo Silva Setelah Tinggalkan Man City
Editorial 6 April 2026, 21:05
-
Sinyal Kuat Bernardo Silva Tinggalkan Man City
Liga Inggris 6 April 2026, 20:08
-
Transfer Panas! Real Madrid Optimistis Bajak Rodri dari Manchester City
Liga Spanyol 6 April 2026, 18:11
LATEST UPDATE
-
Bruno Fernandes Dicoret Carrick, Manchester United Mulai Siapkan Skenario Perpisahan
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 20:30
-
Terungkap, Ini 2 Alasan yang Membuat MU Tunda Pemecatan Michael Carrick
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:58
-
Tidak Gratis! MU Harus Bayar ke Newcastle untuk Pekerjakan Eddie Howe
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:45
-
Barcelona Siapkan Solusi dari La Masia untuk Atasi Krisis Bek Kanan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 19:41
-
Prediksi Persib vs Melbourne Victory 28 Oktober 2026
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 19:40
-
Pemecatan Michael Carrick Ditunda! Laga Lawan Chelsea Jadi Penentuan!
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:30
-
AC Milan Segera Perpanjang Kontrak Christian Pulisic
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:13
-
Jadwal Siaran Langsung Persib vs Melbourne Victory di ACL Two di RCTI
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 19:00
-
Bernardo Tavares Ingin Persebaya Punya Identitas Bermain Agresif
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:39
-
Sisi Versatile Rizky Ridho yang Dioptimalkan Shin Tae-yong
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:30
-
Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 17:30
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18























KOMENTAR