
Bola.net - Jarak 14 poin menjadi jurang pemisah yang nyata. Liverpool kini tertinggal jauh dari Arsenal dalam perburuan gelar Premier League.
Hasil imbang 0-0 di Emirates baru-baru ini tak banyak membantu. Harapan The Reds untuk mengejar skuad Mikel Arteta semakin menipis.
Padahal, musim lalu mereka begitu dominan di bawah asuhan Arne Slot. Kini, situasi berbalik 180 derajat bagi sang juara bertahan.
Legenda Arsenal, Sol Campbell, punya analisis tajam soal ini. Ia menyoroti kombinasi rasa puas diri dan tragedi di luar lapangan sebagai biang keladi.
Terjebak Zona Nyaman
Musim perdana Slot berjalan terlalu mulus. Segalanya seolah jatuh ke tempatnya tanpa hambatan berarti bagi para pemain.
Namun, kemudahan itu justru menjadi bumerang musim ini. Campbell melihat adanya penurunan kewaspadaan yang fatal di skuad.
"Musim pertama menang itu luar biasa bagi dia (Arne Slot), semua pemain siap untuk itu," buka Campbell yang pernah meraih dua gelar liga bersama The Gunners.
Ia menilai para pemain mungkin merasa kemenangan akan datang dengan sendirinya. Pola pikir "otomatis menang" ini perlahan merusak momentum tim.
"Apa yang terjadi adalah semua orang, entah kenapa, menjadi lengah. Seolah-olah itu akan terjadi lagi begitu saja: 'Kami akan melibas lawan, kami akan terus melakukanya'," analisis Campbell.
Namun realitas kehidupan berkata lain. Masalah datang bertubi-tubi tanpa disadari, membalikkan dunia Liverpool dalam sekejap.
Duka dan Bisingnya Media
Masalah Liverpool tak hanya soal teknis di lapangan. Ada guncangan emosional hebat yang melanda ruang ganti tim.
Kepergian Diogo Jota menjadi pukulan telak. Campbell mengakui bahwa duka mendalam ini mempengaruhi psikologis pemain dengan cara berbeda-beda.
"Jelas mereka mengalami kejadian menyedihkan dengan berpulangnya pemain top (Diogo Jota), dan itu bisa memengaruhi orang dengan cara berbeda juga," tutur Campbell dengan nada empatik.
Selain duka, isu-isu di luar lapangan turut memperkeruh suasana. Berbagai rumor dan pemberitaan media menambah beban mental skuad yang sedang rapuh.
"Tapi momentum telah beralih dari mereka. Untuk mendapatkan kembali momentum itu sulit, Anda harus bertahan, Anda harus mencari cara," tambahnya.
Kompetisi musim ini jauh lebih keras. Ada empat hingga lima tim lain yang siap menerkam jika Liverpool lengah sedikit saja.
Sinyal Kebangkitan Mulai Terlihat?
Meski tertinggal jauh, Liverpool mulai menunjukkan denyut nadi kehidupan. Mereka tercatat tak terkalahkan dalam sembilan laga terakhir di liga.
Performa babak kedua melawan Arsenal memberi sedikit harapan. Isu pemecatan Slot yang sempat menyeruak pasca kekalahan beruntun perlahan mulai mereda.
Namun, Campbell mengingatkan bahwa sepak bola bisa berubah sangat cepat. Hasil akhir tetap menjadi tolak ukur utama bagi nasib pelatih.
"Sepak bola bisa berbalik dengan mudah jika Anda tidak hati-hati. Orang bisa mendukung Anda, lalu dua atau tiga pertandingan kemudian, mereka melawan Anda," ingat Campbell secara eksklusif kepada Sky Bet.
Sol Campbell menutup dengan saran pragmatis. Kemenangan sangat dibutuhkan untuk memulihkan kepercayaan diri.
"Begitu performa mulai berbalik ke wilayah yang lebih positif, dia akan jauh lebih bahagia. Dan para pemain juga akan jauh lebih bahagia dengan diri mereka sendiri," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Live Streaming Liverpool vs Barnsley - Link Nonton FA Cup/Piala FA di Vidio
Liga Inggris 12 Januari 2026, 19:45
-
Terbuai dan Terjebak Zona Nyaman, Penyebab Runtuhnya Liverpool Musim Ini
Liga Inggris 12 Januari 2026, 16:16
-
Daftar Lengkap Tim Lolos 32 Besar FA Cup 2025/2026
Liga Inggris 12 Januari 2026, 09:58
-
Prediksi Liverpool vs Barnsley 13 Januari 2026
Liga Inggris 12 Januari 2026, 02:45
-
Login! Arsenal Ramaikan Perburuan Transfer Marc Guehi
Liga Inggris 10 Januari 2026, 13:30
LATEST UPDATE
-
Menolak Panik: Real Madrid Tetap Percaya Xabi Alonso meski Kalah di Final Supercopa
Liga Spanyol 12 Januari 2026, 18:47
-
Javier Tebas Tegas: Pembajakan Bukan Kebebasan, Ancaman Nyata bagi Masa Depan LALIGA
Liga Spanyol 12 Januari 2026, 17:13
-
BRI Super League: Laga Arema FC vs Persik Menyisakan Rasa Pahit buat Macan Putih
Bola Indonesia 12 Januari 2026, 16:51
-
Spalletti Ingin Juventus Ngebut Seperti Ferrari, Apa Maksudnya?
Liga Italia 12 Januari 2026, 16:45
-
Jelang Juventus vs Cremonese: Spalletti Lempar Kode Belanja Pemain Nih?
Liga Italia 12 Januari 2026, 16:18
-
Terbuai dan Terjebak Zona Nyaman, Penyebab Runtuhnya Liverpool Musim Ini
Liga Inggris 12 Januari 2026, 16:16
LATEST EDITORIAL
-
Warisan Terakhir Ruben Amorim: 4 Nama Target yang Masih Bisa Direkrut MU
Editorial 12 Januari 2026, 15:17
-
8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih Bertahan di Manchester United
Editorial 9 Januari 2026, 11:22
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
























KOMENTAR