
Bola.net - Chelsea takluk 0-2 dari Manchester United pada pekan ke-26 Premier League 2019/20, Selasa (18/2/2020). Duel dua pesaing empat besar ini berjalan menarik, kali ini Setan Merah yang lebih unggul.
Kekalahan ini merupakan pukulan berat bagi The Blues. Pasukan Frank Lampard sudah tiga kali menghadapi MU di semua kompetisi musim ini, ketiganya berakhir dengan kekalahan.
Bicara kualitas, sebenarnya kondisi kedua tim tidak jauh berbeda. Baik Chelsea maupun MU sama-sama menghadapi masalah inkonsistensi musim ini, bahkan MU dinilai lebih buruk.
Lalu, apa penyebab Chelsea kembali takluk dari MU? Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
VAR
VAR ketika laga Chelsea menjamu Manchester United di Stamford Bridge pada Selasa (18/2/2020) dini hari WIB. (c) AP Photo
Penggunaan VAR di Premier League terbilang cacat. Tidak ada monitor di tepi lapangan yang seharusnya bisa membantu wasit utama, ini merupakan salah satu kekurangan besar.
Anehnya, setiap keputusan VAR dibuat oleh wasit VAR yang berada jauh dari lapangan. Setiap keputusan jadi dianggap meragukan, karena wasit VAR tidak merasakan langsung tensi pertandingan.
Pada duel ini, Chelsea bisa jadi dirugikan VAR tiga kali. Pertama karena Harry Maguire dibebaskan dari hukuman kartu merah. Lalu dua gol The Blues dianulir VAR karena pelanggaran dan offside.
Ketiga keputusan VAR ini bisa diperdebatkan. Kali ini MU yang untung, Chelsea merugi.
Sulit Maksimalkan Peluang
Olivier Giroud bersalaman dengan Harry Maguire setelah pertandingan antara Chelsea vs Manchester United di Stamford Bridge, Selasa (18/2/20) dini hari WIB. (c) AP Photo
Tercatat, Chelsea menorehkan 17 tembakan, hanya 1 yang tepat sasaran. MU justru hanya 9 kali melepas tembakan, 3 di antaranya tepat sasaran dan 2 jadi gol.
Chelsea juga lebih dominan dengan 62% penguasaan bola. The Blues menuntaskan 596 umpan, jauh lebih banyak dari MU yang hanya dengan 378 umpan.
Sayangnya, hanya gol yang dihitung, hanya skor akhir yang berarti. Chelsea boleh jadi terus menyerang, tapi mereka kehilangan sentuhan akhir untuk menuntaskan peluang jadi gol.
Kejutan MU
Kapten Manchester United, Harry Maguire (c) MUFC
Lampard boleh berdalih, dia bukan satu-satunya pelatih tim-tim The Big Six yang kesulitan menghadapi MU. Manchester City bahkan kalah di Etihad Stadium, Liverpool ditahan imbang,Tottenham kalah.
MU musim ini punya catatan impresif saat melawan tim-tim papan atas. Sebaliknya, mereka justru berulang kali tersandung ketika melawan tim-tim yang relatif lebih mudah.
Torehan unik ini disinyalir terjadi karena MU lebih cocok bermain dengan gaya serangan balik. Ketika melawan tim-tim kuat, Solskjaer cenderung memasang taktik serangan balik dan menang. Lalu, mencoba mendominasi bola ketika melawan tim-tim yang lebih lemah tapi akhirnya kalah.
Kali ini, Chelsea jadi korban serangan balik MU yang berikutnya dan kejutan saat melawan tim-tim papan atas.
Baca ini juga ya!
- Tentang Persaingan Empat Besar, Frank Lampard dan Ole Gunnar Solskjaer Satu Suara
- Teori Konspirasi di Balik Kekalahan Chelsea dari Manchester United Merebak, Apa Isinya?
- Euforia Pemain Manchester United Usai Pecundangi Chelsea
- Kalah Lawan MU, Penampilan Terburuk Chelsea Musim Ini?
- Ketika Stamford Bridge Menjadi Kandang Manchester United
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Empat Besar EPL Pasca Kekalahan Chelsea dari Manchester United
Liga Inggris 18 Februari 2020, 23:48
-
Olivier Giroud Akui Sudah Nyaris Tinggalkan Chelsea
Liga Inggris 18 Februari 2020, 23:24
-
Nemanja Matic: Gol Harry Maguire Bukan Kebetulan
Liga Inggris 18 Februari 2020, 21:28
-
Eric Bailly Lega Bisa Kembali Bermain untuk Manchester United
Liga Inggris 18 Februari 2020, 21:10
-
Kata Kovacic Semuanya Sudah Bagus dari Chelsea, yang Kurang Cuma Satu Ini
Liga Inggris 18 Februari 2020, 20:40
LATEST UPDATE
-
Prediksi Inter vs Bodo/Glimt 25 Februari 2026
Liga Champions 23 Februari 2026, 09:26
-
Arsenal Babat Habis Tottenham, Mikel Arteta Full Senyum
Liga Inggris 23 Februari 2026, 09:25
-
Pujian Setinggi Langit Arne Slot untuk Rio Ngumoha: Tak Ada Pemain 17 Tahun Seperti Dia!
Liga Inggris 23 Februari 2026, 09:16
-
Prediksi Atletico Madrid vs Club Brugge 25 Februari 2026
Liga Champions 23 Februari 2026, 09:09
-
Bukan Gol, Ini Rekor Unik William Saliba Saat Arsenal Hancurkan Tottenham
Liga Inggris 23 Februari 2026, 09:00
-
Hasil Lengkap, Klasemen, dan Jadwal Pertandingan Proliga 2026
Voli 23 Februari 2026, 08:50
-
Jadwal Lengkap Proliga 2026, 8 Januari-26 April 2026
Voli 23 Februari 2026, 08:50
-
Liverpool Menang Dramatis, Arne Slot: The Reds Tak Layak Menang, Imbang Lebih Adil!
Liga Inggris 23 Februari 2026, 08:49
-
Gol Dianulir, Penalti Dibatalkan, Napoli Murka: Ini Memalukan!
Liga Italia 23 Februari 2026, 08:27
-
Drama Mac Allister di Menit 90+7: Liverpool Pecahkan Rekor Gol Larut Premier League
Liga Inggris 23 Februari 2026, 08:15
-
Inspirasi Kemenangan Arsenal itu Bernama Victor Gyokeres
Liga Inggris 23 Februari 2026, 08:01
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
























KOMENTAR