
Bola.net - Napoli harus gigit jari usai takluk 1-2 dari Atalanta di Bergamo, Minggu (22/2/2026) malam WIB. Yang membuat pilu, dua keputusan kontroversial wasit diklaim merugikan tim tamu.
Semuanya berawal saat Napoli unggul lebih dulu lewat Sam Beukema. Mereka punya dua peluang emas untuk menggandakan skor.
Pertama, wasit menunjuk titik putih usai insiden Isak Hien dan Rasmus Hojlund. Namun VAR menganulirnya setelah mengecek tayangan ulang.
Kedua, wasit justru meniup peluit dan menganulir gol Miguel Gutierrez. Ia menganggap Hojlund melanggar Hien padahal nyaris tanpa kontak.
Dua Insiden Mirip, Dua Keputusan Beda

Atalanta akhirnya berbalik unggul di 30 menit akhir. Mario Pasalic dan Lazar Samardzic mencetak gol lewat sundulan.
Napoli pulang dengan kekalahan dan rasa frustrasi mendalam. Direktur klub, Giovanni Manna, tak bisa menyembunyikan kemarahannya.
"Tidak mungkin mengomentari ini. Penalti kami dibatalkan, lalu setelah restart wasit meniup peluit dan tidak ada kontak, tidak ada pelanggaran, tidak ada pengecekan VAR, gol dianulir, ini memalukan?" ujar Giovanni Manna kepada DAZN Italia.
Yang membuatnya semakin geram adalah inkonsistensi VAR. Penalti dicek, tapi gol yang dianulir tidak.
"Di mana pelanggarannya? VAR memanggilnya untuk penalti, kenapa tidak untuk yang ini? Ini memalukan!" tegas Giovanni Manna.
Napoli Merasa Dijadikan Bahan Tertawaan
Manna mengaku timnya selalu berusaha bersikap baik. Mereka tak pernah protes berlebihan atas keputusan wasit.
Bahkan saat mengalami masalah di Turin dan Verona, mereka diam. Namun kali ini batas kesabaran sudah habis.
"Kami berusaha bersikap baik dan ramah, kami tidak mengeluh karena insiden bisa saling berimbang. Kami punya masalah di Turin dan Verona, kami diam saja, tapi ini memalukan," kata Giovanni Manna.
Napoli sedang berjuang keras menembus Liga Champions. Kekalahan di momen krusial tentu sangat menyakitkan.
"Kami di sini bersaing untuk tempat di Liga Champions dan kami melihat gol dianulir tanpa alasan," tambahnya.
Pekan Penuh Kontroversi Wasit di Italia
Semua ini terjadi di tengah ramainya kritik terhadap VAR. Pekan terakhir dipenuhi protes soal peran teknologi ini.
Banyak yang meminta AIA (Asosiasi Wasit Italia) melakukan perubahan besar. Protokol VAR dinilai masih kacau dan inkonsisten.
"Harus ada refleksi, karena setiap pekan selalu ada klub yang berakhir di sini memprotes keputusan," ujar Giovanni Manna.
Napoli hanya ingin keputusan yang adil. Namun yang mereka dapatkan justru sebaliknya.
"Yang kami inginkan hanyalah apa yang benar, apa yang menjadi hak kami, tapi ini tidak benar dan ini bukan sepak bola. Ini memalukan, saya kehabisan kata-kata," tegasnya.
Perbandingan Dua Insiden yang Bikin Geram
Dua insiden melibatkan Hien dan Hojlund sebenarnya mirip. Tidak semua kontak berarti pelanggaran atau penalti.
Pertanyaannya, seberapa jelas kesalahan yang perlu dicek VAR? Penalti dianulir karena kontak dianggap kurang, tapi gol juga dianulir dengan alasan serupa.
"Untuk penalti, jika wasit memberikannya lalu mereka memanggilnya bilang kontaknya kurang, lalu kenapa VAR tidak memanggilnya untuk yang kedua juga?" kata Giovanni Manna.
Keputusan kedua sepertinya hanya dilihat oleh wasit Chiffi. VAR sama sekali tidak mengecek situasi tersebut.
"Mungkin itu hanya dilihat oleh Chiffi, tidak ada pengecekan VAR. Ini tidak masuk akal. Luar biasa. Musim ini sudah berat bagi kami, kami datang ke Bergamo dalam kondisi ini, dan kami melihat gol sah dianulir. Ini paradoks," pungkasnya.
Satu-satunya alasan pelanggaran mungkin Hojlund menarik lengan Hien. Namun kecil kemungkinan wasit melihat itu dari posisinya.
Alternatif lain, asisten wasit mungkin merekomendasikan pelanggaran. Tapi yang jelas, pengecekan VAR sangat cepat sebelum permainan dilanjutkan.
"Saya dari tribun mengira bola keluar lapangan, karena tidak ada hal lain di sana. Justru Hien yang bergelayut di Hojlund. Jika tidak ada apa-apa di sana, ini bukan soal subjektif atau objektif. Kami tidak suka dipermalukan. Kami bekerja keras, berjuang, dan ini tidak bisa diterima," tutup Giovanni Manna.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Inter Milan Menang di Kandang Lecce, Federico Dimarco Dekati Rekor Serie A
Liga Italia 23 Februari 2026, 16:15
-
Keruntuhan Psikologis Juventus
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:55
-
Gol Kontroversial Parma Bungkam Milan, Eks Wasit Italia Ikut Buka Suara: Tidak Sah
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:43
-
Gol Kontroversial Troilo Bikin Milan Tumbang dari Parma, Matteo Gabbia Pilih Tahan Emosi
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:35
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
-
Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
Liga Italia 30 Oktober 2026, 17:28
-
Sudah Tidak Bahagia di MU, Barcelona Siap Jadi Rumah Baru untuk Lisandro Martinez
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:00
-
Jorge Martin Resmi Bisa Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:50
-
AC Milan Mulai Linglung, Apakah Ruben Amorim Bakal Dipecat?
Liga Italia 30 Oktober 2026, 16:48
-
Hasil FP1 MotoGP Malaysia 2026: Marc Marquez Tercepat Meski Sempat Terjadi Insiden
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:40
-
Sesko Cedera, MU Pertimbangkan Gaet Striker Timnas Inggris Ini
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:33
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:32
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR