Tribute untuk Alex Manninger: Dari David Seaman hingga Gianluigi Buffon, Arsenal, Juventus, hingga Liverpool

Tribute untuk Alex Manninger: Dari David Seaman hingga Gianluigi Buffon, Arsenal, Juventus, hingga Liverpool
Alex Manninger saat membela Juventus dalam pertandingan melawan Manchester City di laga fase grup Europa League, Kamis (30/9/2010). (c) AP Photo/Scott Heppell

Bola.net - Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola Eropa. Mantan kiper Arsenal dan timnas Austria, Alex Manninger, dilaporkan meninggal dunia secara tragis pada usia 48 tahun setelah mengalami kecelakaan fatal di negaranya.

Menurut laporan kepolisian setempat, insiden nahas tersebut terjadi di sebuah perlintasan kereta tanpa palang penjaga di kawasan Nussdorf am Haunsberg, jalur lokal Salzburg, Austria.

Kendaraan yang dikendarai Manninger tertabrak kereta api, menyebabkan ia kehilangan nyawa di lokasi kejadian. Otoritas masih melakukan penyelidikan terkait kronologi pasti kecelakaan tersebut.

Kabar ini langsung memicu gelombang belasungkawa dari berbagai klub yang pernah diperkuat sang penjaga gawang, termasuk Red Bull Salzburg. Klub yang menjadi tempat awal karier Manninger itu menyampaikan rasa duka mendalam melalui pernyataan resmi.

“Kami berduka atas kepergian mantan kiper kami, Alexander Manninger, yang meninggal dunia secara tragis dalam kecelakaan lalu lintas. Pikiran kami bersama keluarga dan sahabatnya. Beristirahatlah dengan tenang,” tulis Salzburg.

1 dari 3 halaman

Arsenal Berduka

View this post on Instagram

A post shared by Arsenal (@arsenal)

Ucapan serupa juga datang dari Arsenal, klub yang membesarkan namanya di kancah sepak bola Inggris. Dalam unggahan resminya, Arsenal mengaku terkejut dan sangat berduka atas kepergian mantan pemainnya tersebut.

“Seluruh keluarga besar Arsenal sangat terpukul dan berduka atas meninggalnya mantan penjaga gawang kami, Alex Manninger. Doa kami menyertai keluarga dan orang-orang terdekatnya di masa sulit ini,” tulis klub asal London Utara tersebut.

Tokoh publik sekaligus penggemar Arsenal, Piers Morgan, turut menyampaikan duka cita. Ia menyebut kabar tersebut sebagai tragedi besar, seraya mengutip laporan awal yang menyebut mobil Manninger tertabrak kereta saat melintasi perlintasan.

Rekan setim lamanya di Arsenal, Tony Adams, juga mengungkapkan kesedihan melalui media sosial. Ia membagikan foto kebersamaan mereka dengan keterangan singkat namun penuh makna: “Menyayat hati.”

2 dari 3 halaman

Tribute dari Juventus dan Buffon

View this post on Instagram

A post shared by Juventus (@juventus)

Dari Italia, Juventus, klub yang pernah diperkuat Manninger selama empat musim, menggambarkan hari tersebut sebagai momen yang sangat menyedihkan.

Klub menilai Manninger bukan hanya sosok atlet hebat, tetapi juga pribadi dengan nilai-nilai luhur seperti kerendahan hati dan dedikasi tinggi.

Legenda kiper Italia, Gianluigi Buffon, yang pernah menjadi rekan satu tim Manninger, menyampaikan penghormatan emosional. Ia mengenang Manninger sebagai sosok yang memilih hidup sederhana, menjauh dari hiruk-pikuk dunia sepak bola, dan menemukan kebahagiaan dalam keluarga serta alam.

Ucapan duka juga datang dari Liverpool, klub terakhir yang diperkuat Manninger sebelum pensiun pada 2017. Meski tidak mencatatkan penampilan resmi, ia sempat menjadi bagian skuad untuk menjaga kebugaran.

3 dari 3 halaman

Karier Manninger

Semasa kariernya, Manninger dikenal sebagai salah satu kiper andal. Ia bergabung dengan Arsenal menjelang usia 20 tahun dan menjadi pelapis David Seaman, sekaligus tercatat sebagai pemain Austria pertama yang membela The Gunners. Bersama Arsenal, ia mencatatkan 64 penampilan dan meraih gelar Liga Inggris serta Piala FA pada musim debutnya.

Setelah meninggalkan Arsenal pada 2002, Manninger melanjutkan kariernya di sejumlah klub Eropa seperti Juventus, Espanyol, Torino, Siena, Bologna, Udinese, hingga Augsburg, sebelum akhirnya kembali ke Salzburg.

Di level internasional, Manninger memperkuat timnas Austria selama satu dekade dengan torehan 33 caps. Ia turut tampil di ajang Piala Dunia 1998 dan Euro 2008, sebelum pensiun dari tim nasional pada 2009.

Kepergian Alex Manninger meninggalkan duka mendalam bagi dunia sepak bola. Sosoknya akan selalu dikenang, bukan hanya karena kiprahnya di lapangan, tetapi juga kepribadiannya yang sederhana dan penuh integritas.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL