VAR Mengubah Segalanya: Penalti, Kartu Merah, dan Titik Balik Manchester United Lawan Crystal Palace

VAR Mengubah Segalanya: Penalti, Kartu Merah, dan Titik Balik Manchester United Lawan Crystal Palace
Gelandang Manchester United, Bruno Fernandes, beradu argumen dengan wasit dalam laga Premier League melawan Crystal Palace, Minggu (1/3/2026) (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Laga pekan ke-28 Premier League antara Manchester United dan Crystal Palace di Old Trafford, Minggu (1/3) malam WIB, berubah arah lewat satu keputusan kontroversial. VAR menjadi pusat perhatian pada babak kedua.

Manchester United sempat berada dalam posisi tertekan. Mereka tertinggal dan kesulitan menembus pertahanan Palace yang disiplin. Situasi itu membuat tensi pertandingan meningkat seiring waktu berjalan.

Momen krusial datang setelah jeda. Sebuah insiden di kotak penalti Palace memicu intervensi VAR. Keputusan wasit mengubah dinamika laga secara drastis.

Dari titik inilah pertandingan berkembang liar. Penalti dan kartu merah menjadi titik balik, membuka jalan bagi kebangkitan United hingga mengamankan kemenangan 2-1.

1 dari 4 halaman

Insiden VAR yang Memecah Konsentrasi Palace

Gelandang Manchester United, Bruno Fernandes, merayakan gol yang dicetaknya dalam laga Premier League melawan Crystal Palace, Minggu (1/3/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Gelandang Manchester United, Bruno Fernandes, merayakan gol yang dicetaknya dalam laga Premier League melawan Crystal Palace, Minggu (1/3/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Manchester United tertinggal lebih dulu setelah sundulan melengkung Maxence Lacroix menaklukkan Senne Lammens. Palace tampil solid dan membuat tuan rumah frustrasi sepanjang babak pertama.

Kebuntuan United pecah berkat momen di babak kedua. Umpan terobosan Bruno Fernandes membuka peluang bagi Matheus Cunha. Namun, Cunha dijatuhkan Lacroix di dalam kotak penalti.

Wasit Chris Kavanagh langsung menunjuk titik putih. Ia kemudian menunda keputusan akhir untuk mengevaluasi insiden tersebut melalui VAR.

Setelah meninjau monitor di sisi lapangan, Kavanagh mengumumkan keputusan tegas. "Setelah ditinjau, pemain nomor 5 Crystal Palace melakukan pelanggaran menahan yang jelas yang menggagalkan peluang mencetak gol yang jelas dan nyata," kata Kavanagh.

"Keputusan akhir adalah penalti dan kartu merah," tegasnya.

2 dari 4 halaman

Keunggulan Jumlah Pemain Jadi Penentu Hasil

Pelatih Manchester United, Michael Carrick, memantau jalannya pertandingan dari sisi lapangan saat menghadapi Crystal Palace, Minggu (1/3/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Pelatih Manchester United, Michael Carrick, memantau jalannya pertandingan dari sisi lapangan saat menghadapi Crystal Palace, Minggu (1/3/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Keputusan tersebut membuat Palace harus melanjutkan laga dengan 10 pemain. Situasi ini langsung dimanfaatkan Manchester United untuk meningkatkan intensitas serangan.

Fernandes menjalankan tugasnya dengan tenang. Ia mengeksekusi penalti dengan sempurna untuk menyamakan skor dan menghidupkan kembali Old Trafford.

Momentum sepenuhnya beralih ke kubu tuan rumah. United semakin dominan dalam penguasaan bola dan menekan Palace yang mulai kehilangan struktur bertahan.

Gol kemenangan akhirnya tercipta lewat Benjamin Sesko, yang menyambut umpan brilian Fernandes. Gol itu menegaskan peran krusial sang kapten dalam membalikkan keadaan.

3 dari 4 halaman

Kebangkitan Benjamin Sesko

Pemain Manchester United, Benjamin Sesko, merayakan gol yang dicetaknya dalam pertandingan Premier League melawan Crystal Palace, Minggu (1/3/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Pemain Manchester United, Benjamin Sesko, merayakan gol yang dicetaknya dalam pertandingan Premier League melawan Crystal Palace, Minggu (1/3/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Gol tersebut melanjutkan tren positif Sesko bersama United. Sejak Ruben Amorim dipecat awal tahun, penyerang muda itu telah mencetak enam gol.

Kontribusinya tidak datang secara instan. Sesko sebelumnya mencetak gol penyeimbang di West Ham, lalu masuk dari bangku cadangan untuk mencetak gol kemenangan melawan Everton.

Performa konsisten itu membuatnya kembali dipercaya sebagai starter. Laga ini menjadi penampilan pertamanya sejak hasil imbang 2-2 melawan Burnley di bawah arahan Darren Fletcher.

Bagi Manchester United, kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin. Setan Merah berada di peringkat ketiga klasemen. Mereka makin dekat dengan target musim ini yakni meraih tiket ke Liga Champions.

Sumber: MEN Sport


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL