
Bola.net - Arsene Wenger akhirnya buka suara soal kekalahan menyakitkan Arsenal dari Manchester United, Minggu (25/1/2026) malam WIB. Eks pelatih The Gunners itu melihat masalah mental serius di skuad mantan timnya.
Kekalahan 2-3 di Emirates Stadium menjadi tamparan keras bagi Mikel Arteta. Hasil ini memangkas keunggulan poin mereka di puncak klasemen menjadi sangat tipis.
Wenger menilai tekanan perburuan gelar Premier League mulai memakan korban. Sinyal kegugupan terlihat jelas dari bahasa tubuh para pemain di lapangan.
Secara spesifik, Wenger menunjuk dua nama yang biasanya menjadi pilar paling andalan. Mereka adalah duet bek tengah, William Saliba dan Gabriel Magalhaes.
Hilang Kesabaran dan Panik

Arsenal dinilai terlalu bernafsu untuk segera mencetak gol kemenangan. Akibatnya, mereka justru kehilangan ketenangan dan visi bermain saat membangun serangan.
Wenger melihat Martin Odegaard dan kawan-kawan terlalu mengandalkan fisik ketimbang teknik. Hal ini justru menjadi bumerang ketika menghadapi tim yang disiplin.
"Saya percaya Arsenal sangat ingin memenangkan pertandingan sehingga mereka kurang sabar dalam membangun serangan," ujar Wenger di beIN SPORTS.
"Mereka menggunakan terlalu banyak kekuatan fisik dan kurang teknik."
Dua Bek Tengah Arsenal Gemetar
Sorotan paling tajam diarahkan Wenger ke jantung pertahanan Arsenal. Area yang biasanya menjadi kekuatan utama tim, kini justru menjadi titik paling lemah.
Duet Saliba dan Gabriel dinilai tampil di bawah standar terbaik mereka. Keduanya tampak canggung dan mudah ditembus oleh serangan balik cepat United.
"Ini pertama kalinya saya merasa bek tengah (Saliba dan Gabriel) sedikit lebih gugup dan kurang dominan dari biasanya dalam pertandingan," analisis Wenger.
"Ketika Anda kebobolan tiga gol di kandang, sulit untuk menang."
Bedah Kesalahan Fatal
Wenger menyoroti proses gol pertama United yang diawali blunder Martin Zubimendi. Namun, ia menilai William Saliba juga turut andil dalam kekacauan posisi tersebut.
Bek asal Prancis itu dianggap mengambil keputusan keliru saat mencoba mem-backup rekannya. Seharusnya, ia tetap menjaga kedalaman pertahanan.
"Saat gol pertama United, Martin Zubimendi membuat kesalahan tapi Saliba seharusnya tidak maju di depannya," tegas Wenger.
"Dia seharusnya memberi dukungan dan tetap di belakangnya untuk memiliki kemungkinan mempertahankan bola."
Pujian untuk Taktik MU
Di sisi lain, Wenger tak segan memuji kecerdikan Michael Carrick dalam meramu strategi. Manchester United dinilai menang karena bermain lebih cerdas dan terstruktur.
Gol-gol Setan Merah lahir dari skema yang rapi, bukan sekadar adu otot. Ini berbanding terbalik dengan gol Arsenal yang lahir dari situasi bola mati.
"Gol-gol Man United dibangun dengan baik, kohesi yang bagus. Sementara gol Arsenal lebih ditentukan oleh pertarungan dan kekuatan," pungkas Wenger.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Casemiro Bidik Piala Dunia 2026, Performa di Man United Jadi Kunci
Liga Inggris 27 Januari 2026, 22:50
-
Manchester United Siapkan Tur Pramusim ke Skandinavia, Pertama dalam Hampir 30 Tahun
Liga Inggris 27 Januari 2026, 20:05
-
Masa Depan Bruno Fernandes di Old Trafford Dipertanyakan, Begini Dilema Man United
Liga Inggris 27 Januari 2026, 18:46
LATEST UPDATE
-
Prediksi Como vs Roma 16 Maret 2026
Liga Italia 15 Maret 2026, 00:01
-
Hasil Bundesliga: 9 Pemain Bayern Tertahan di Markas Leverkusen
Bundesliga 14 Maret 2026, 23:58
-
Prediksi Liverpool vs Tottenham 15 Maret 2026
Liga Inggris 14 Maret 2026, 23:30
-
Prediksi Lazio vs Milan 16 Maret 2026
Liga Italia 14 Maret 2026, 22:15
-
Prediksi Barcelona vs Sevilla 15 Maret 2026
Liga Spanyol 14 Maret 2026, 22:15
-
Prediksi Man Utd vs Aston Villa 15 Maret 2026
Liga Inggris 14 Maret 2026, 21:00
-
Prediksi BRI Super League: Borneo FC vs Persib 15 Maret 2026
Bola Indonesia 14 Maret 2026, 20:12
-
Prediksi BRI Super League: Persija vs Dewa United 15 Maret 2026
Bola Indonesia 14 Maret 2026, 19:41
LATEST EDITORIAL
-
5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri dari Kutukan Piala Dunia
Editorial 14 Maret 2026, 06:06
-
Starting XI Gabungan PSG dan Chelsea Sepanjang Masa, Siapa Saja Masuk?
Editorial 11 Maret 2026, 21:05
-
3 Pelatih yang Pernah Menangani PSG dan Chelsea, Ada yang Juara Liga Champions
Editorial 11 Maret 2026, 20:54
























KOMENTAR