
Bola.net - Chelsea akhirnya resmi menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih baru mereka untuk musim depan. Keputusan itu diambil setelah performa The Blues terus merosot sepanjang musim dan gagal menunjukkan konsistensi di bawah kepemimpinan sebelumnya.
Harapan besar kini langsung dibebankan ke pundak mantan gelandang elegan Spanyol tersebut. Nama besar Alonso memang menjanjikan, apalagi setelah keberhasilannya mencetak sejarah bersama Bayer Leverkusen.
Namun, perjalanan Alonso dalam pekerjaan terakhirnya bersama Real Madrid justru menyisakan banyak tanda tanya. Masa jabatannya berakhir cepat dan diwarnai sejumlah keputusan kontroversial yang membuat ruang ganti hingga performa tim berantakan.
Chelsea tentu berharap Alonso menjadi jawaban atas krisis yang mereka alami. Akan tetapi, ada tiga red flag besar yang bisa berubah menjadi mimpi buruk baru di Stamford Bridge jika tidak segera diperbaiki.
Eksperimen Taktik yang Terlalu Berani

Salah satu hal yang paling sering dipuji dari Alonso adalah kecerdasannya dalam merancang strategi pertandingan. Namun, di balik reputasi itu, ada kecenderungan berbahaya ketika ia terlalu banyak bereksperimen dalam laga penting.
Saat menangani Real Madrid, Alonso beberapa kali membuat keputusan yang dianggap membingungkan. Salah satu yang paling disorot adalah ketika ia memainkan Vinicius Junior di sisi kanan saat menghadapi PSG pada semifinal Piala Dunia Antarklub.
Hasilnya sangat buruk karena Madrid dihajar 4-0 tanpa perlawanan berarti. Keputusan kontroversial lain muncul ketika Alonso memaksakan Jude Bellingham yang baru pulih cedera tampil starter dalam derby Madrid dan mereka kalah telak 5-2.
Tidak berhenti di situ, Alonso juga sempat memainkan Fran Garcia sebagai winger kiri melawan Elche. Real Madrid hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan lawan yang di atas kertas jauh lebih lemah.
Hubungan dengan Pemain Bintang Jadi Sorotan

Masalah Alonso ternyata tidak hanya soal taktik di lapangan. Hubungannya dengan beberapa pemain besar juga menjadi perhatian serius selama berada di Bernabeu.
Konflik paling mencolok terjadi dengan Vinicius Junior. Hubungan keduanya disebut memburuk sejak awal musim hingga sang pemain Brasil beberapa kali menunjukkan frustrasi secara terbuka.
Situasi semakin panas ketika Vinicius mengeluarkan permintaan maaf publik tanpa menyebut nama Alonso secara langsung. Sang pelatih bahkan pernah mengatakan suporter “bebas untuk mengungkapkan pendapat mereka” ketika Vinicius mendapat cemoohan dari fans Madrid.
Alonso juga dikabarkan memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan Trent Alexander-Arnold. Ia lebih sering memilih Dani Carvajal ketimbang memberi kesempatan penuh kepada mantan bintang Liverpool tersebut untuk beradaptasi.
Sering Ambyar di Laga Besar

Meski sukses besar bersama Bayer Leverkusen, Alonso ternyata masih memiliki catatan buruk ketika menghadapi laga-laga paling menentukan. Pola itu terlihat cukup konsisten dalam beberapa musim terakhir.
Pada musim bersejarah 2023/2024, Leverkusen memang menjuarai Bundesliga tanpa terkalahkan. Namun, mereka justru tampil mengecewakan di final Liga Europa setelah dibantai Atalanta dengan skor 3-0.
Musim berikutnya juga tidak jauh berbeda. Leverkusen tersingkir dari Liga Champions setelah kalah agregat 5-0 dari Bayern Munchen dan gagal mencetak satu gol pun dalam dua leg.
Masalah yang sama kembali muncul saat Alonso menangani Real Madrid. Mereka kalah 4-0 dari PSG, tumbang 5-2 dari Atletico Madrid, kalah 1-0 dari Liverpool, dan tumbang 2-1 dari Manchester City di Liga Champions. Chelsea tentu berharap tren buruk itu tidak terbawa ke Stamford Bridge, terutama di Premier League yang dikenal sebagai liga paling keras dan kompetitif di dunia.
Klasemen Liga Inggris
(Bola/SI)
Baca Juga:
- Perebutan Tiket Eropa Premier League Memanas, 9 Tim Saling Sikut di Pekan Terakhir
- Skenario Mengejutkan Premier League: Finis Posisi Keenam Bisa Lolos Liga Champions
- Raphinha Bongkar 2 Tawaran Besar dari London yang Ditolaknya Demi Barcelona, Siapa tuh?
- Daftar 10 Klub Paling Sukses di Inggris: Nomor 1 Sedang Limbung, Arsenal dan Man City Terus Mengancam!
- Xabi Alonso tak Masalah Chelsea Absen di Eropa: Ini Proyek yang Indah!
- Yang Terlupakan dari Pesta Arsenal Juara Premier League: Chelsea Justru Terancam Gagal ke Eropa
- Enzo Maresca Menuju Man City, Chelsea Siap Tempuh Jalur Hukum, Ada Apa?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Le Havre vs PSG: Achraf Hakimi
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:27
-
Hasil Le Havre vs PSG: Hakimi Cetak Hat-Trick, Luis Enrique Cetak Sejarah
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:20
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR