
Bola.net - AC Milan berhasil menyudahi tren negatif mereka di Serie A. Setelah mereka mengalahkan Benevento di pertandingan giornata ke-34 Serie A.
Dua pekan terakhir, AC Milan menelan dua kekalahan beruntun. Mereka dikalahkan Sassuolo dan Lazio, sehingga kans juara mereka menipis.
Namun tren negatif itu tidak berlangsung lebih lama. Karena Milan sukses memutus itu pada dini hari tadi saat melawan Benevento.
Dari kemenangan tersebut, ada beberapa pelajaran yang bisa dipetik dari AC Milan. Apa sajakah itu? Simak selengkapnya di bawah ini.
Zlatan Effect
Salah satu penyebab Milan bisa memenangkan laga ini berkat kembalinya sang jimat keberuntungan, Zlatan Ibrahimovic.
Ibrahimovic absen di laga melawan Sassuolo dan Lazio karena mengalami cedera otot.
Di laga ini, Zlatan sudah pulih dan bermain sebagai starter. Sang striker gaek tampil luar biasa pada hari ini, di mana ia kerap menahan bola dan membuka ruang bagi rekan-rekannya sehingga mereka bisa menang 2-0 atas tim tamu.
Kehadiran Zlatan ini akan sangat krusial, karena dalam empat pertandingan ke depan Milan akan melalui persaingan yang sengit untuk mengamankan satu slot ke Liga Champions musim depan.
Milan Makin Agresif
Satu hal yang nampak berbeda dari AC Milan di laga ini adalah gaya bermain mereka yang agresif.
Stefano Pioli menginstrukikan anak asuhnya untuk mengalirkan bola dengan cepat. Aliran bola yang cepat ini membuat Benevento sempat keteteran.
Hal ini terlihat dari statistik tembakan Milan, di mana sepanjang laga ini mereka melepaskan 20 tembakan ke gawang Benevento dan 11 di antaranya tepat sasaran.
Mantan Memang Berbahaya
Laga ini merupakan laga yang spesial bagi Filippo Inzaghi dan Gianluca Lapadula. Kedua mantan pemain Milan itu berhadapan kembali dengan mantan klub.
Lapadula di laga ini tampil berbahaya. Ia menjadi motor utama serangan Benevento dan ia memiliki beberapa peluang yang membuat lini pertahanan Milan kocar-kacir.
Sementara Pippo yang berstatus sebagai juru taktik Benevento juga membuat timnya tampil apik di laga ini. Buktinya ketika dalam posisi tertinggal mereka terus menekan Milan terutama di babak kedua.
Kembalinya sang Kapten
Satu hal yang menarik di laga ini adalah Stefano Pioli kembali memberikan kesempatan kepada Alessio Romagnoli untuk kembali menjadi starter.
Kapten Rossonerri itu kembali dipercaya menjadi starter setelah di tiga laga terakhir ia diparkir oleh sang manajer.
Bermain selama 90 menit, Romagnoli menunjukkan performa yagn solid. Ia berhasil bekerja sama dengan Fikayo Tomori sehingga Rossonerri meraih clean sheet di laga ini.
San Siro Kembali Angker?
Fakta menarik dari kemenangan Milan dari Benevento adalah keangkeran San Siro perlahan mulai kembali.
Milan sempat menjalani enam pertandingan tanpa kemenangan di San Siro. Sehingga para Milanisti mulai khawatir jika stadion mereka tidak lagi ditakuti lawan.
Namun kemenangan Milan kontra Benevento itu menjadi kemenangan kedua mereka dari tiga laga kandang terakhir mereka. Jadi Pioli berharap performa kandang mereka semakin membaik.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hakan Calhanoglu Cetak Gol, Pioli: Dia Masih Bisa Lebih Baik!
Liga Italia 2 Mei 2021, 07:31
-
Bos AC Milan: Kami Sangat Merindukan Zlatan Ibrahimovic!
Liga Italia 2 Mei 2021, 07:18
-
Kalahkan Benevento, Stefano Pioli Puji Performa AC Milan
Liga Italia 2 Mei 2021, 07:07
LATEST UPDATE
-
6 Duel Ikonik Portugal vs Spanyol
Piala Dunia 5 Juli 2026, 16:12
-
Tantang Norwegia, Brasil Tidak Siapkan Taktik 'Anti-Haaland'
Piala Dunia 5 Juli 2026, 15:00
-
Gagal ke Real Madrid, Enzo Fernandez Bakal Gabung Klub EPL Ini?
Piala Dunia 5 Juli 2026, 12:00
-
Bye Arsenal! Leandro Trossard Segera Cabut ke Turki!
Liga Inggris 5 Juli 2026, 08:00
-
Kylian Mbappe: Emangnya Cuma Kalian yang Bisa Main Kotor, Paraguay!
Piala Dunia 5 Juli 2026, 07:45
-
Lionel Messi dan Bayang-bayang Kylian Mbappe di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 5 Juli 2026, 06:26
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR