7 Tahun Rafael Leao di AC Milan: Kisah yang Dimulai dengan Senyum Lebar dan Berakhir dengan Air Mata

Bola.net - Rafael Leao akhirnya menutup perjalanan tujuh tahunnya bersama AC Milan, sebuah kisah yang dimulai dengan senyum lebar dan berakhir dengan air mata. Kepindahannya ke Galatasaray membuat sosok yang identik dengan seragam merah-hitam itu kini harus dikenang sebagai bagian dari masa lalu Rossoneri.
Selama berada di San Siro, pemain asal Portugal tersebut mengalami hampir seluruh warna dalam kehidupan seorang pesepak bola. Ia datang sebagai talenta muda dari Lille, berkembang menjadi bintang, membantu Milan meraih Scudetto, lalu perlahan kehilangan tempatnya sebagai pusat proyek klub.
Perjalanan itu tidak selalu mulus, tetapi kontribusinya meninggalkan jejak yang sulit dihapus. Dari aksi individual yang memukau hingga momen-momen menentukan dalam perburuan gelar, ia pernah menjadi simbol kebangkitan Milan di era modern.
Kini, setelah tujuh tahun, kisah tersebut berakhir dengan keputusan untuk mencari tantangan baru di liga berbeda. Perpisahan ini terasa pahit karena talenta luar biasa itu tidak sepenuhnya mampu mempertahankan level tertinggi yang pernah ia tunjukkan.
Anak Muda dengan Senyum Lebar

Leao tiba dari Lille dengan nilai transfer sekitar €30 juta plus bonus, setara kira-kira Rp614,4 miliar.
Awalnya, Marco Giampaolo kesulitan menemukan posisi terbaik untuk pemain berusia 20 tahun tersebut. Kedatangan Stefano Pioli dan Zlatan Ibrahimovic membantu mengubah arah kariernya.
Bersama keduanya, Leao mulai menunjukkan kecepatan, keberanian, dan kemampuan menciptakan peluang yang kemudian menjadi ciri khasnya.
Dari Pemain Potensial Menjadi Pemain Utama

Periode setelah pandemi menjadi titik penting bagi perkembangan Leao dan Milan, di mana ia berubah dari pemain potensial menjadi pemain utama. Pada musim 2021-22, ia mencetak 14 gol dan 12 assist di seluruh kompetisi sekaligus membantu Rossoneri meraih Scudetto ke-19.
Performa tersebut mengantarkannya meraih penghargaan MVP Serie A, sementara tiga assist dalam kemenangan 3-0 atas Sassuolo menjadi salah satu penampilan terbaiknya dalam perjalanan menuju gelar.
Setahun kemudian, ia kembali tampil impresif dengan 16 gol dan menghasilkan momen spektakuler saat Milan menghadapi Inter serta Napoli di Serie A dan Liga Champions.
Kontrak baru hingga 2028 dengan klausul pelepasan €175 juta, atau sekitar Rp3,58 triliun, menjadi tanda bahwa Milan masih melihatnya sebagai bagian penting proyek jangka panjang.
Kilau yang Mulai Meredup

Setelah mencapai puncak, performa Leao perlahan tidak lagi stabil, tapi sejumlah aksi individualnya tetap mampu menghasilkan momen istimewa. Musim 2023-24 menghasilkan sembilan gol dan sembilan assist di Serie A, sementara tujuh kontribusi gol di Liga Europa juga menunjukkan bahwa kualitasnya belum hilang.
Pergantian pelatih dari Pioli ke Paulo Fonseca kemudian Sergio Conceicao membuat situasi semakin sulit, sedangkan musim berikutnya bersama Massimiliano Allegri turut diganggu masalah kebugaran.
Leao menutup musim dengan 10 gol dan tiga assist dalam 31 penampilan, tetapi persoalan cedera serta pubalgia membatasi pengaruhnya.
Perpisahan yang Pahit

Tanda berakhirnya hubungan Leao dan Milan muncul ketika sang pemain mengutarakan keinginan mencoba tantangan baru di liga berbeda. “Saya pikir saya sudah memberikan semua yang bisa saya berikan kepada Milan,” katanya, seraya mengakui klub tersebut telah membantunya berkembang dan melewati masa-masa sulit.
Perpisahan akhirnya terjadi setelah pertandingan melawan Venezia, ketika ia mengucapkan salam terakhir kepada rekan setim dan para pendukung Milan.
“Saya menangis, banyak menangis, itu normal, emosinya memang normal,” ujar Leao, yang kini membawa kenangan tujuh tahun tersebut menuju petualangan baru di Istanbul.
Warisan Leao di Milan memang tidak sempurna karena konsistensi selalu menjadi pertanyaan terbesar sepanjang kariernya di Italia.
Namun, ketika ia berlari di sisi kiri, melewati lawan dengan senyum khasnya, lalu menciptakan sesuatu yang tidak terduga, Milan pernah memiliki pemain yang mampu membuat sepak bola terasa berbeda.
Sumber: Sempre Milan
Klasemen
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ruben Amorim Berpeluang Cetak Sejarah di Laga Juventus vs Milan
Liga Italia 4 September 2026, 13:12
-
Matteo Gabbia Diragukan Tampil Saat AC Milan Hadapi Juventus
Liga Italia 3 September 2026, 11:09
-
AC Milan Ternyata Sempat Coba Daratkan Pemain Timnass Italia ini di Deadline Day!
Liga Italia 2 September 2026, 20:30
LATEST UPDATE
-
Link Streaming Everton vs Manchester United, Minggu 6 September 2026
Liga Inggris 6 September 2026, 18:30
-
Link Streaming Persib Bandung vs PSM Makassar, 6 September 2026
Bola Indonesia 6 September 2026, 17:45
-
Link Streaming Madura United vs Persijap di BRI Super League, 6 September 2026
Bola Indonesia 6 September 2026, 17:30
-
Hasil BRI Super League: Java United dan Garudayaksa FC Berbagi Poin
Bola Indonesia 6 September 2026, 17:28
-
Mikel Arteta Segera Perpanjang Kontrak di Arsenal
Liga Inggris 6 September 2026, 16:47
-
Anthony Gordon Bantu Barcelona Kurangi Ketergantungan pada Lamine Yamal
Liga Spanyol 6 September 2026, 16:12
-
Xabi Alonso Yakin Reece James Bisa Jadi Salah Satu Gelandang Terbaik Dunia
Liga Inggris 6 September 2026, 15:37
-
Link Streaming Java United vs Garudayaksa FC, 6 September 2026
Bola Indonesia 6 September 2026, 14:30
-
Tantang Juventus, Ruben Amorim Indikasikan Rekrutan Baru AC Milan Bisa Debut
Liga Italia 6 September 2026, 14:02
-
Juventus Tim Kuat, Tapi AC Milan Siap Bawa Pulang 3 Poin dari Turin!
Liga Italia 6 September 2026, 13:52
-
Hadapi AC Milan, Juventus Nantikan Tuah Nick Woltemade
Liga Italia 6 September 2026, 13:41
-
Juventus Akui AC Milan Sekarang Makin Berbahaya Sejak Dilatih Ruben Amorim
Liga Italia 6 September 2026, 13:32
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51























KOMENTAR