
Bola.net - AC Milan mengawali Serie A 2026-27 dengan kemenangan 2-1 atas Torino di Stadion Olimpico Grande Torino. Hasil tersebut sekaligus memperlihatkan gambaran awal pendekatan Ruben Amorim yang mengandalkan pressing agresif dan struktur permainan posisi.
Rossoneri tampil dominan sejak babak pertama, tapi baru mampu memecah kebuntuan setelah pertandingan berjalan lebih dari satu jam. Alphadjo Cisse dan Adrien Rabiot kemudian membawa Milan unggul sebelum Che Adams memperkecil ketertinggalan pada fase akhir laga.
Amorim menjadi pelatih Milan pertama dalam 10 tahun yang memenangkan pertandingan Serie A pertamanya bersama klub. Ia juga menjadi pelatih asing pertama sejak Leonardo pada 2009 yang mengawali debut liga dengan kemenangan.
Di balik skor tersebut terdapat beberapa pola yang menarik, terutama cara Milan membangun serangan, menekan lawan, serta memanfaatkan ruang melalui pergerakan pemain. Struktur 3-4-2-1 yang menjadi ciri Amorim pun langsung terlihat dalam pertandingan kompetitif pertamanya.
Struktur 3-4-2-1 Jadi Fondasi

Milan menggunakan Mario Gila, Koni De Winter, dan Strahinja Pavlovic sebagai tiga bek, sementara Ardon Jashari serta Yunus Musah mengisi poros tengah. Pervis Estupinan dan Samuel Chukwueze bergerak sebagai wing-back dengan Cisse serta Ruben Loftus-Cheek berada di belakang Goncalo Ramos.
Dalam fase membangun serangan, Milan beberapa kali sengaja menarik tekanan Torino agar terbentuk ruang di antara lini tengah dan pertahanan lawan. Gila kemudian memanfaatkan kemampuan umpannya untuk mengirim bola menuju area tersebut dan membantu tim keluar dari tekanan.
Pressing Tinggi Jadi Senjata

Milan menerapkan pressing tinggi dengan pendekatan man-oriented sehingga setiap pemain memiliki lawan yang harus dikawal. Ramos juga memainkan peran penting karena posisinya mampu menutup dua jalur umpan sekaligus dan membuat Torino kesulitan membangun serangan.
Torino sendiri bertahan menggunakan formasi 5-4-1 dengan blok menengah dan menjadikan umpan ke area sayap sebagai pemicu tekanan. Milan merespons dengan melakukan overload di satu sisi sebelum memindahkan bola dengan cepat ke sisi berlawanan untuk mengeksploitasi ruang yang terbuka.
Gol Lahir dari Pergerakan Posisi

Gol pertama memperlihatkan bagaimana pergerakan tanpa bola dapat membuka celah di pertahanan Torino. Musah melakukan gerakan tipuan sebelum Rabiot melihat ruang di antara bek tengah dan wing-back lawan, lalu mengirim umpan silang yang diselesaikan Cisse dengan cerdas.
Gol kedua bahkan lebih jelas menggambarkan kombinasi pressing dan permainan posisi Milan. Tekanan memaksa Torino melakukan umpan ke depan, Pavlovic maju untuk menciptakan situasi dua lawan satu, lalu Chukwueze memanfaatkan pergantian arah serangan sebelum mengirim bola kepada Rabiot.
Mario Gila Penting, tetapi Ada Catatan

Satu masalah muncul setelah Gila ditarik keluar karena kram pada menit ke-75. Torino kemudian lebih agresif menyerang sisi kanan Milan melalui Alieu Njie dan Cacciamani, memanfaatkan kecepatan untuk menciptakan situasi overload.
Kondisi tersebut memperlihatkan betapa pentingnya Gila dalam sistem Amorim, bukan hanya ketika bertahan tetapi juga saat mengalirkan bola ke depan. Jika performa Milan terus bergantung pada intensitas pressing dan garis pertahanan tinggi, kedalaman skuad akan menjadi faktor penting sepanjang musim.
Secara keseluruhan, kemenangan di Torino memberikan sinyal positif mengenai penerapan ide Amorim. Pressing terorganisasi, manipulasi posisi, serta keberanian memainkan garis tinggi membuat Milan mampu mengontrol sebagian besar pertandingan, tapi masih ada pekerjaan untuk menjaga stabilitas ketika intensitas menurun.
Sumber: Sempre Milan
Klasemen
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
AC Milan Bisa Meledak Bersama Ruben Amorim: Bukan Pelatih Biasa!
Liga Italia 26 Agustus 2026, 18:44
-
AC Milan: Struktur 3-4-2-1 Jadi Fondasi, Pressing Tinggi Jadi Senjata
Liga Italia 26 Agustus 2026, 12:19
-
AC Milan Lirik Bek Manchester United untuk Perkuat Sektor Pertahanan
Liga Italia 26 Agustus 2026, 11:24
-
Rafael Leao Didekati Klub Premier League, Negosiasi Berlangsung
Liga Italia 26 Agustus 2026, 09:11
LATEST UPDATE
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
-
Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:16
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:47
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:32
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 10:30
-
RESMI: Jorge Martin Mundur dari MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:27
-
Live Streaming Dewa United vs Persija Jakarta: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:25
-
Live Streaming Arema FC vs Bali United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:21
-
Live Streaming Persik vs Persita: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:16
-
Live Streaming PSM Makssar vs Madura United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:12
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




















KOMENTAR