
Bola.net - Pemain muda Italia Riccardo Saponara merupakan starter kejutan di skuat AC Milan saat melakoni Derby della Madonnina kontra Internazionale pada giornata 17 Serie A 2013/14. Gelandang 22 tahun itu gagal memberi kontribusi signifikan dalam laga yang berakhir dengan kekalahan 0-1 Milan tersebut.
Gol tunggal Rodrigo Palacio memaksa Milan menyerah di Giueseppe Meazza, Senin (23/12). Salah satu pemain Milan yang mendapat sorotan negatif dari kekalahan Milan itu adalah Saponara. Lalu, apa alasan pelatih Massimiliano Allegri memainkannya sejak menit awal?
Asisten pelatih Milan Mauro Tassotti menjelaskannya. "Lini serang kami sedang dalam keadaan darurat. Di bangku cadangan, hanya Alessandro Matri yang bisa bermain. Dia dibutuhkan sebagai suntikan tenaga segar di tengah laga," papar Tassotti seperti dilansir Football Italia.
"Karena itulah dia (Saponara) starter. Keberadaannya bisa membuat Kaka lebih leluasa bergerak dan mereka berdua bisa menjadi penghubung dengan lini depan sekaligus berperan sebagai support striker," imbuhnya.
Namun, strategi ini tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan Allegri. Saponara dan Kaka, yang ditempatkan di belakang Mario Balotelli, gagal memberi kontribusi signifikan.
Di start pertamanya musim ini, Saponara hanya sekali melepas umpan matang (key pass). Selama 76 menit di atas lapangan sebelum digantikan Matri, Saponara bahkan tak sekali pun menembak ke gawang lawan. Statistik positifnya cuma dua buah dribel sukes dan akurasi operan yang mencapai 93%. [initial]
(foti/gia)
Gol tunggal Rodrigo Palacio memaksa Milan menyerah di Giueseppe Meazza, Senin (23/12). Salah satu pemain Milan yang mendapat sorotan negatif dari kekalahan Milan itu adalah Saponara. Lalu, apa alasan pelatih Massimiliano Allegri memainkannya sejak menit awal?
Asisten pelatih Milan Mauro Tassotti menjelaskannya. "Lini serang kami sedang dalam keadaan darurat. Di bangku cadangan, hanya Alessandro Matri yang bisa bermain. Dia dibutuhkan sebagai suntikan tenaga segar di tengah laga," papar Tassotti seperti dilansir Football Italia.
"Karena itulah dia (Saponara) starter. Keberadaannya bisa membuat Kaka lebih leluasa bergerak dan mereka berdua bisa menjadi penghubung dengan lini depan sekaligus berperan sebagai support striker," imbuhnya.
Namun, strategi ini tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan Allegri. Saponara dan Kaka, yang ditempatkan di belakang Mario Balotelli, gagal memberi kontribusi signifikan.
Di start pertamanya musim ini, Saponara hanya sekali melepas umpan matang (key pass). Selama 76 menit di atas lapangan sebelum digantikan Matri, Saponara bahkan tak sekali pun menembak ke gawang lawan. Statistik positifnya cuma dua buah dribel sukes dan akurasi operan yang mencapai 93%. [initial]
Seputar Derby Kota Milan:
- Kalah Derby, Saponara Kecewa Berat
- Cambiasso: Pemain Baru Perlu Tahu Pentingnya Derby
- Mazzarri Santai Inter Tak Dapat Penalti
- Ingat Juventus, Mazzarri Tak Bisa Tenang di Derby
- Allegri Curigai Kepemimpinan Wasit Derby
- Allegri: Milan Bermain Lebih Baik Sebelum Kelelahan
- Kalah, Boban Tuding Milan Main-Main
- 'Demi Kebaikan Milan, Seedorf Tak Boleh Jadi Pelatih'
- 'Saponara dan Kaka Tak Berguna di Derby'
- Boban: Milan Tak Layak Finish Tiga Besar
- Thohir: 5 Menit Terakhir Derby, Saya Berdoa
- Tunduk di Derby, Balotelli Berkicau Sindir Wasit
- Palacio: Gol Yang Tidak Terlupakan Dalam Karir Saya
- Highlights Serie A Italia Internazionale 1 - 0 AC Milan
- Review: Internazionale vs AC Milan, Kota Milan Milik Inter!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Toure: Balotelli Sosok Yang Menarik
Liga Inggris 23 Desember 2013, 22:11
-
Betah di Inter, Guarin Malas ke Chelsea
Liga Italia 23 Desember 2013, 21:17
-
Detail Sepatu 'Why Always Puma?' Balotelli
Open Play 23 Desember 2013, 16:40
-
Palacio Kurang Nyaman Dengan Taktik Mazzarri
Liga Italia 23 Desember 2013, 15:18
-
Nagatomo Terharu Kapteni Inter di Laga Derby
Liga Italia 23 Desember 2013, 15:07
LATEST UPDATE
-
Carlos Queiroz Akhiri Kiprah Sebagai Pelatih Ghana
Piala Dunia 6 Juli 2026, 19:21
-
Christian Pulisic, Kepemimpinannya Melampaui Statistik
Piala Dunia 6 Juli 2026, 19:06
-
Nyland Kokoh di Bawah Mistar, Haaland Mematikan di Barisan Depan
Piala Dunia 6 Juli 2026, 18:39
-
Ketika Inggris Keluarkan Kemampuan Terbaik dalam Situasi Paling Sulit
Piala Dunia 6 Juli 2026, 18:13
-
Ini Bukan Akhir, Melainkan Awal Siklus Baru Brasil
Piala Dunia 6 Juli 2026, 18:07
-
Mau Andrey Santos, MU Harus Setor Segini ke Chelsea
Piala Dunia 6 Juli 2026, 14:00
-
Anthony Gordon Beberkan Resep 10 Pemain Inggris Bisa Kalahkan Meksiko
Piala Dunia 6 Juli 2026, 13:00
-
Sang Ayah: Erling Haaland ke Real Madrid? Kenapa Tidak?
Piala Dunia 6 Juli 2026, 12:00
-
Bekuk Meksiko, Bukti Inggris Sanggup Jadi Juara Piala Dunia 2026
Piala Dunia 6 Juli 2026, 11:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR