
Bola.net - Brasil pulang lebih cepat dari Piala Dunia 2026 setelah kalah 1-2 dari Norwegia pada babak 16 besar. Hasil itu memang menyakitkan, tetapi pelatih Carlo Ancelotti memandangnya sebagai langkah pertama menuju masa depan yang lebih kuat.
Kekalahan tersebut mengakhiri perjalanan Brasil dengan cara yang tidak pernah diharapkan para pendukungnya. Dua gol Erling Haaland membawa Norwegia melaju ke perempat final untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Bagi Brasil, kegagalan ini menjadi catatan pahit karena merupakan kali pertama mereka tersingkir pada babak 16 besar sejak Piala Dunia 1990. Namun, Ancelotti memilih melihat hasil itu sebagai fondasi untuk membangun kembali tim.
Pelatih asal Italia itu percaya proses yang dimulai sejak dirinya menangani Selecao pada Mei 2025 belum mencapai garis akhir. Menurutnya, perjalanan yang sesungguhnya justru baru dimulai setelah kegagalan tersebut.
Ancelotti Tegaskan Awal Siklus Baru
Ancelotti menilai timnya sebenarnya tampil cukup baik dalam sebagian besar pertandingan melawan Norwegia. Ia merasa Brasil mampu mengendalikan permainan selama sekitar 70 menit sebelum Haaland mengubah jalannya laga.
"Saya pikir kami pantas memenangkan pertandingan. Kami tahu mereka bisa bermain seperti itu; mereka berusaha menjaga intensitas pertandingan dengan menguasai bola. Kami mengendalikan pertandingan selama 70 menit, tetapi Haaland akhirnya menjadi penentu," ujar Ancelotti.
Pelatih berusia 67 tahun itu mengakui tersingkir dari turnamen merupakan pengalaman yang sangat menyedihkan. Meski demikian, ia memastikan proyek pembangunan tim tidak akan berhenti.
"Kekalahan adalah awal dari petualangan baru. Kami harus terus berkembang, menemukan ide-ide baru. Ini bukan akhir, melainkan awal dari siklus baru," katanya.
Banyak Hambatan Sejak Awal Proyek
Perjalanan Ancelotti bersama Brasil memang tidak berjalan mulus sejak hari pertama. Ia harus membangun kembali kepercayaan diri tim setelah kualifikasi CONMEBOL yang sulit sekaligus merancang identitas permainan baru.
Sebelum turnamen dimulai, Brasil kehilangan Estevao, Rodrygo, dan Eder Militao akibat berbagai kendala. Di tengah kompetisi, Raphinha serta Lucas Paqueta juga mengalami cedera sehingga mengurangi kreativitas lini serang.
Ancelotti memandang Piala Dunia kali ini sebagai ajang percepatan evaluasi, bukan tujuan akhir proyeknya. Kontrak yang berlaku hingga 2030 memberikan ruang baginya untuk melanjutkan proses regenerasi.
"Kami akan menghadapi kekalahan ini dengan semangat baru dalam pekerjaan kami dan dalam penilaian terhadap para pemain. Kami akan berusaha berkembang dan mencari ide-ide baru seperti yang telah kami lakukan sepanjang tahun ini," ucapnya.
Marquinhos Minta Kesabaran untuk Generasi Baru
Kapten Brasil, Marquinhos, mengambil tanggung jawab atas kegagalan timnya. Bek berpengalaman itu berharap generasi berikutnya dapat berkembang tanpa memikul beban yang terlalu berat.
"Saya yang bertanggung jawab. Saya, sebagai kapten, dan para pemain senior harus bertanggung jawab atas ini agar generasi berikutnya bisa bekerja dengan pikiran yang jernih," kata Marquinhos.
Ia juga meminta publik memberikan waktu kepada tim untuk berkembang menuju Piala Dunia berikutnya. Menurutnya, empat tahun ke depan harus dimanfaatkan untuk membentuk skuad yang mampu kembali bersaing memperebutkan gelar.
Di sisi lain, pernyataan singkat Neymar setelah pertandingan memunculkan tanda tanya mengenai masa depannya bersama tim nasional. "Saya sudah mencoba, saya sudah mencoba. Sekarang semuanya selesai. Saya memulai di sini, saya mengakhirinya di sini," ucap Neymar.
Sumber: FIFA
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Berikan Saja Bolanya ke Erling Haaland
Piala Dunia 6 Juli 2026, 20:38
-
Nyland Kokoh di Bawah Mistar, Haaland Mematikan di Barisan Depan
Piala Dunia 6 Juli 2026, 18:39
-
Ini Bukan Akhir, Melainkan Awal Siklus Baru Brasil
Piala Dunia 6 Juli 2026, 18:07
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Brasil vs Norwegia
Piala Dunia 6 Juli 2026, 00:06
LATEST UPDATE
-
Hasil Venezia vs Inter: Dua Gol Bunuh Diri Bawa Nerazzurri ke Puncak Serie A
Liga Italia 29 Oktober 2026, 04:03
-
Tempat Menonton Liverpool vs Chelsea di Carabao Cup, 29 Oktober 2026
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 23:59
-
Link Streaming Liverpool vs Chelsea 29 Oktober 2026
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 23:00
-
KapanLagi Korea Hadirkan Pengalaman Belajar Hangeul yang Seru Bersama Kkuljaem
Lain Lain 28 Oktober 2026, 22:30
-
Perang Dingin Real Madrid dengan Wasit La Liga Terus Berlanjut
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 22:28
-
Newcastle Siap Beri Diskon Jika MU Mau Pekerjakan Eddie Howe
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 22:19
-
Saingi MU, Chelsea Juga Kejar Bek TImnas Inggris Ini
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 21:55
-
Hasil Sempurna Persib di Asia: 5 Laga, 5 Kemenangan, dan Hanya Kebobolan 1 Kali!
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 21:44
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18























KOMENTAR