
Bola.net - Alessandro Bastoni menjadi sorotan setelah laga Inter Milan melawan Juventus. Ia pun meminta maaf atas cara merayakan kartu merah lawan pada pertandingan tersebut.
Laga Derby d’Italia di Serie A itu berakhir 3-2 untuk kemenangan Inter. Gol penentu dicetak Piotr Zielinski pada menit ke-90.
Kartu merah yang diterima Pierre Kalulu di babak pertama memicu perdebatan. Bastoni dituding melakukan simulasi dalam insiden tersebut.
Bek Inter itu juga mengungkap menerima ancaman serius setelah pertandingan. Ia turut menyampaikan simpati kepada wasit Federico La Penna.
Bastoni Akui Sikapnya Berlebihan

Bastoni akhirnya berbicara dalam konferensi pers jelang laga Liga Champions. Ia hadir bersama Cristian Chivu sebelum duel melawan Bodo/Glimt.
Ia menjelaskan sudah menunggu beberapa hari untuk meninjau kembali insiden tersebut. Bastoni menegaskan penyesalannya terkait selebrasi, bukan soal jatuhnya di lapangan.
"Saya ingin datang ke sini karena banyak sekali hal terjadi setelah Sabtu yang tidak saya bayangkan. Saya menunggu beberapa hari untuk meninjau apa yang terjadi," ujar Bastoni kepada Sky Sport Italia.
"Yang saya rasakan adalah kontak dengan lengan saya, yang terlihat berlebihan saat ditinjau ulang. Saya di sini untuk bertanggung jawab. Yang saya sesali adalah perilaku saya setelahnya. Manusia berhak membuat kesalahan tetapi juga wajib mengakuinya. Itu sebabnya saya di sini," kata Bastoni.
Reaksi Keras dan Ancaman yang Diterima

Kontroversi itu memicu reaksi luas dari publik. Bastoni bahkan mendapat kritik hingga seruan dicoret dari tim nasional Italia.
Ia menilai situasi berkembang di luar perkiraannya. Menurutnya, banyak komentar yang berlebihan muncul setelah laga.
"Manusia berhak membuat kesalahan, tetapi juga wajib mengakuinya, jadi saya di sini karena itu. Saya minta maaf bereaksi seperti itu dan memang benar saya harus mengakuinya," tutur Bastoni.
"Karier dan karakter saya tidak seharusnya dinilai dari satu insiden. Saya tidak menyangka akan menimbulkan kegaduhan sebesar ini. Saya melihat banyak kemunafikan dan mendengar hal yang tidak pantas dikatakan. Saya berterima kasih kepada mereka yang hanya menyebut saya bodoh dan berhenti di situ," ucap Bastoni.
Simpati untuk Keluarga dan Wasit

Bastoni ditanya soal keterlambatan memberikan klarifikasi. Ia menyebut situasi itu tidak terlalu memengaruhi dirinya secara pribadi.
Namun, ia menyoroti dampak yang dirasakan keluarganya. Ia juga menyampaikan empati kepada wasit yang terlibat.
"Itu tidak terlalu memengaruhi saya. Kami terbiasa terekspos dan Presiden klub juga sudah menjelaskannya dengan tepat," kata Bastoni.
"Saya bisa menangani situasi ini, tetapi saya lebih sedih untuk istri dan anak saya yang menerima ancaman kematian. Saya juga merasa kasihan kepada wasit La Penna dan orang lain yang tidak terbiasa dengan tekanan seperti ini," ujar Bastoni.
Kondisi Mental Jelang Laga Berikutnya

Bek Inter itu memastikan kondisinya tetap baik. Ia menyinggung kejadian serupa saat Inter menghadapi Liverpool musim ini.
Dalam situasi tersebut, ia membandingkan perlakuan publik dengan yang diterima Florian Wirtz. Bastoni merasa kasusnya mendapat sorotan lebih besar.
"Secara mental saya sangat baik. Hal serupa terjadi saat kami melawan Liverpool ketika mereka mendapat penalti melawan kami. Wirtz tidak mendapat pengadilan seperti yang saya alami," kata Bastoni.
"Chivu selalu konsisten. Sekarang saya sangat ingin kembali ke lapangan. Saya tidak terganggu secara fisik atau mental, jadi saya siap bermain," tutup Bastoni.
Sumber: Football Italia
Klasemen Serie A
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pengakuan Dosa Pasca Derby d'Italia: Bos Juventus Minta Maaf
Liga Italia 18 Februari 2026, 12:11
-
Kalah 5-2 dari Galatasaray, Juventus Yakin Bakal Comeback di Turin
Liga Champions 18 Februari 2026, 09:57
-
Galatasaray Permalukan Juventus, Okan Buruk: Hari yang Mantap!
Liga Champions 18 Februari 2026, 09:46
-
Sejarah Kelam Juventus Terulang
Liga Champions 18 Februari 2026, 09:35
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR