
Bola.net - Massimiliano Allegri akhirnya angkat bicara mengenai gelombang kontroversi yang melanda Serie A pasca laga panas Derby d'Italia. Pelatih AC Milan ini menyoroti perdebatan soal diving, objektivitas VAR, hingga satu aturan spesifik yang menurutnya harus segera diubah.
Komentar ini disampaikan Allegri dalam konferensi pers jelang laga tunda Milan melawan Como. Laga ini sendiri sejatinya digelar akhir pekan lalu, namun digeser karena bentrok dengan upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin di San Siro.
Meski fokus pada timnya, Allegri tak bisa menghindari pertanyaan seputar insiden kartu merah Pierre Kalulu dan aksi diving Alessandro Bastoni di laga Inter Milan vs Juventus. Namun, alih-alih menyiram bensin ke dalam api, Allegri menawarkan perspektif teknis yang menarik.
Ogah Habiskan Energi untuk Polemik
Mantan pelatih Juventus ini memilih tidak terjebak dalam detail insiden spesifik yang melibatkan mantan klubnya itu. Bagi Allegri, membahas hal yang sudah berlalu hanya akan membuang energi yang seharusnya difokuskan untuk Milan.
Ia menegaskan bahwa timnya harus menggunakan "kacamata kuda" dan fokus pada performa sendiri.
"Banyak orang sudah bicara (soal Derby), jadi percuma bagi kami untuk terus melanjutkannya," ujar Allegri dilansir dari TMW.
"Kami harus menyimpan energi untuk diri sendiri, tidak membuangnya untuk apa yang terjadi pada orang lain," tegasnya.
"Hal terpenting adalah ada orang-orang kompeten yang bekerja meningkatkan objektivitas VAR, karena situasi-situasi tersebut seharusnya tidak bisa diperdebatkan," lanjutnya.
Sepak Bola Modern Menyulitkan Wasit
Menariknya, Allegri justru memberikan pembelaan kepada para pengadil lapangan terkait isu diving. Menurutnya, kecepatan sepak bola modern menjadi tantangan terbesar bagi wasit untuk mengambil keputusan presisi secara real-time.
Faktor fisik dan tempo permainan saat ini dinilai sudah jauh berbeda dibandingkan era-era sebelumnya.
"Sepak bola sudah menjadi sangat cepat, ini tidak mudah bagi wasit," kata Allegri memberikan pandangannya.
"Kecepatan bola, permainan, dan fisik pemain berbeda dengan kondisi 30 atau 40 tahun lalu," imbuhnya.
"Kita perlu meningkatkan VAR dan mencari solusi, dan saya yakin mereka akan melakukannya. Ini bukan sesuatu yang bisa terjadi dalam semalam. Mari mencoba mencapai objektivitas," harap pelatih berusia 57 tahun itu.
Usulkan Perubahan Aturan Offside
Poin paling kritis yang disampaikan Allegri bukan soal diving, melainkan celah aturan offside. Ia merasa ada ketidakadilan dalam protokol saat ini yang sering merugikan tim bertahan.
Allegri mendesak otoritas liga untuk meninjau ulang situasi di mana serangan yang diawali offside justru berujung pada tendangan penjuru bagi tim penyerang.
"Menurut pendapat saya, satu hal yang mutlak perlu diubah adalah ketika ada offside dan aksi tersebut berakhir dengan tendangan sudut," cetus Allegri.
"Tendangan sudut itu seharusnya tidak diberikan sama sekali," tuntutnya.
Pasrah Soal Subjektivitas
Ketika didesak kembali mengenai maraknya aksi diving—seperti yang dilakukan Bastoni—Allegri tampak lebih pragmatis. Ia menilai hal tersebut seringkali berada di area abu-abu yang bergantung pada interpretasi wasit.
Ia mengakui bahwa menjelaskan kompleksitas aturan sepak bola kepada publik bukanlah hal yang mudah.
"Itu subjektivitas, tergantung pada kebijakan wasit. Tidak ada yang bisa kita lakukan soal itu," ujar Allegri pasrah.
"Saya saja kesulitan memilih susunan pemain, apalagi mengatakan apa yang harus dilakukan VAR. Permainan sepak bola tidak mudah dijelaskan, kita tidak bisa mendoktrin semua orang. Apa yang terjadi pada hari Sabtu mengecewakan semua orang, tapi saya pikir yang paling kecewa adalah para protagonis dari kejadian itu sendiri," tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pengakuan Dosa Pasca Derby d'Italia: Bos Juventus Minta Maaf
Liga Italia 18 Februari 2026, 12:11
-
Kalah 5-2 dari Galatasaray, Juventus Yakin Bakal Comeback di Turin
Liga Champions 18 Februari 2026, 09:57
-
Galatasaray Permalukan Juventus, Okan Buruk: Hari yang Mantap!
Liga Champions 18 Februari 2026, 09:46
-
Sejarah Kelam Juventus Terulang
Liga Champions 18 Februari 2026, 09:35
LATEST UPDATE
-
FIFA Pecat COO Kevin Lamour Usai Menentang Gianni Infantino
Piala Dunia 18 Agustus 2026, 09:27
-
Rodri Tiba di Barcelona, Langusng Tegaskan Ambisi Juara Liga Champions
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:36
-
Raphinha Diproyeksikan Jadi Kapten Utama Barcelona
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:32
-
3 Pemimpin Real Madrid yang Bisa Jadi Tumpuan Utama di Era Mourinho
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:18
-
Manchester United, Bruno Fernandes, dan Sebuah Tawaran dari Galatasaray
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:33
-
Inter Milan Siapkan Tawaran Baru untuk Gelandang Liverpool
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:27
-
Manchester United dan Para Rival yang Bisa Jegal Arsenal di Premier League 2026-27
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:19
-
Inter Milan Bangkit Ketika Semua Mengira Mereka Sudah Mati
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:37
-
Juventus Dapat Kiper Tottenham, Luciano Spalletti: Saya Sangat Mengenalnya
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:32
-
Kylian Mbappe dan Refleksi Level yang Ingin Dilihat Real Madrid Sepanjang Musim
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 06:27
-
Rafael Leao Ditawarkan ke Roma, AC Milan Pasang Harga Anyar
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:55
-
RB Leipzig Ingin Pulangkan Nkunku dari AC Milan
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:49
-
Federico Valverde Bukan Toni Kroos, Mourinho Harus Ubah Perannya di Real Madrid
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 05:43
-
Belum Menyerah! Inter Milan Nego Liverpool Lagi untuk Curtis Jones
Liga Italia 17 Agustus 2026, 23:59
-
Dewata Challenge Series 2026: Eliano Reijnders Siap Bermain Lawan Bali United
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 23:36
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59

























KOMENTAR