Arah Baru Strategi Transfer Juventus Bersama Giovanni Carnevali: Lebih Banyak Pemain Italia

Arah Baru Strategi Transfer Juventus Bersama Giovanni Carnevali: Lebih Banyak Pemain Italia
Pemain Juventus merayakan gol yang dicetak Francisco Conceicao dalam pertandingan Serie A melawan Atalanta, Minggu (20/9/2026). (c) Marco Alpozzi/Lapresse via AP

Bola.net - Juventus memasuki fase baru dalam kebijakan perekrutan pemain setelah Giovanni Carnevali dipercaya sebagai kepala eksekutif klub. Salah satu perubahan yang disiapkan adalah mengurangi penggunaan algoritma dan memperbesar perhatian terhadap pemain Italia.

Carnevali membawa pengalaman panjang dari Sassuolo ke Turin. Sejak 2014, ia menjabat CEO sekaligus General Manager Sassuolo dan memimpin klub tersebut melewati periode pertumbuhan serta konsolidasi.

Perubahan strategi itu mulai terlihat dari nama-nama yang masuk radar Juventus untuk musim depan. Alessandro Romano, Lorenzo Palmisani, dan Antonio Raimondo menjadi tiga pemain yang disebut telah dipantau.

Langkah tersebut juga berkaitan dengan kondisi keuangan Juventus. Bianconeri masih terikat Settlement Agreement dengan UEFA sehingga ruang belanja pemain harus disesuaikan dengan ketentuan finansial yang berlaku.

1 dari 3 halaman

Juventus Mulai Berburu Talenta Italia

Pemain Juventus Nicolas Gonzalez (kiri) merayakan gol bersama rekan-rekannya dalam laga Liga Europa antara Juventus vs NEC Nijmegen di Turin, Italia, Kamis, 17 September 2026 (c) Marco Alpozzi/Lapresse via AP

Pemain Juventus Nicolas Gonzalez (kiri) merayakan gol bersama rekan-rekannya dalam laga Liga Europa antara Juventus vs NEC Nijmegen di Turin, Italia, Kamis, 17 September 2026 (c) Marco Alpozzi/Lapresse via AP

Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, gelandang Cagliari kelahiran 2006, Alessandro Romano, berada di posisi teratas dalam daftar pantauan Juventus. Dua nama lain berasal dari Frosinone, yakni kiper Lorenzo Palmisani dan penyerang Antonio Raimondo yang status kepemilikannya berada di Bologna.

Ketiganya mewakili pendekatan baru Juventus dalam mencari pemain potensial. Fokus terhadap pemain muda Italia dinilai dapat menjadi bagian dari strategi klub untuk membangun skuad secara lebih efisien.

Perubahan tidak hanya menyentuh daftar pemain yang dipantau. Tuttosport melaporkan departemen scouting Juventus di Continassa membutuhkan restrukturisasi hampir menyeluruh.

Marco Ottolini, Direktur Olahraga, telah mengerjakan pembenahan tersebut selama sekitar sembilan bulan, tetapi masih membutuhkan tambahan tenaga. Dua kandidat yang dipertimbangkan untuk memimpin divisi identifikasi bakat adalah Enrico Paresce dan Davide Cangini, yang memiliki pengalaman bersama Torino, Roma, Rennes, dan Sassuolo.

2 dari 3 halaman

Aturan UEFA Batasi Ruang Gerak di Bursa Transfer

Aksi Kamil Grabara bersama Juventus pada laga Liga Europa musim 2026/2027 (c) Official Juventus

Aksi Kamil Grabara bersama Juventus pada laga Liga Europa musim 2026/2027 (c) Official Juventus

Kondisi finansial menjadi salah satu faktor utama di balik perubahan kebijakan Juventus. Klub masih terikat Settlement Agreement dengan UEFA yang mengatur tahapan menuju kepatuhan terhadap aturan keuangan.

Berdasarkan ketentuan tersebut, Juventus harus membatasi defisit maksimal €5 juta pada laporan keuangan tahun ini. Klub juga ditargetkan mencapai break-even pada tahun depan dan kembali mematuhi aturan pendapatan sepak bola pada 2028 dalam siklus tiga tahunan.

Situasi itu membuat Juventus harus berhati-hati dalam mengeluarkan dana untuk pemain baru. Pengeluaran transfer tidak boleh melebihi pemasukan yang diterima klub sesuai batasan yang berlaku.

Pembatasan tersebut juga dapat berlanjut pada musim 2027-2028 jika Juventus mencatatkan defisit pendapatan sepak bola serta rasio biaya skuad terhadap pendapatan di atas 70 persen pada 2026.

Sumber: Football Italia


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL