Perubahan Formasi AC Milan ke 4-2-3-1 dengan Goncalo Ramos sebagai Kunci

Perubahan Formasi AC Milan ke 4-2-3-1 dengan Goncalo Ramos sebagai Kunci
Pemain AC Milan, Goncalo Ramos, merayakan gol pertamanya dalam pertandingan Serie A melawan Venezia, Sabtu (28/8/2026). (c) AP Photo/Luca Bruno

Bola.net - Goncalo Ramos memainkan peran penting ketika AC Milan bangkit dari kekalahan tengah pekan dengan mengalahkan Lecce 3-0 di San Siro, Minggu malam. Penyerang Portugal itu tidak mencetak gol, tetapi pergerakannya menjadi bagian penting dalam terciptanya peluang dan gol Milan.

Ruben Amorim melakukan enam perubahan dari tim yang kalah 0-2 dari Benfica di Liga Europa. Strategi tersebut membantu Milan tampil lebih agresif sekaligus menemukan solusi menghadapi Lecce yang bermain dengan blok menengah dan struktur 4-4-2.

Salah satu penyesuaian paling menarik terjadi ketika Milan mengubah struktur saat menguasai bola dalam laga Serie A tersebut. Dari pola 3-4-2-1, mereka beralih ke 4-2-3-1 untuk membuka ruang di tengah dan memanfaatkan area lebar lapangan.

1 dari 4 halaman

Milan Hadapi Blok Sempit Lecce

Lecce menggunakan formasi 4-4-2 dengan pendekatan mid-block. Mereka berusaha menumpuk pemain di area tengah untuk membatasi jalur progresi Milan dan memaksa tuan rumah mencari alternatif melalui sisi lapangan.

Milan merespons dengan membuat struktur sementara seperti empat bek ketika membangun serangan. De Winter dan Pavlovic melebar, sementara Estupinan dan Gila bergerak lebih tinggi untuk memberikan opsi tambahan.

Ramos kemudian turun ke area tengah dan menarik pemain bertahan Lecce keluar dari posisinya. Pergerakan tersebut menciptakan ruang di belakang garis tekanan yang bisa dimanfaatkan pemain Milan lainnya.

2 dari 4 halaman

Formasi 4-2-3-1 Buka Ruang

Perubahan menjadi 4-2-3-1 memberikan Milan dua pemain sayap yang lebih jelas. Struktur tersebut membuat blok Lecce harus melebar sehingga ruang di area tengah menjadi lebih terbuka.

Milan juga beberapa kali menciptakan overload di satu sisi lapangan. Setelah pemain Lecce tertarik mendekati area bola, Milan dapat memindahkan permainan ke sisi seberang untuk memanfaatkan ruang yang ditinggalkan.

Pendekatan tersebut juga membuat bola panjang menjadi senjata efektif. Pada gol pertama, Milan memanfaatkan ruang di belakang pertahanan Lecce melalui umpan jauh Strahinja Pavlovic kepada Christian Pulisic.

Pulisic menerima bola dengan kontrol pertama yang sangat baik sebelum melepaskan penyelesaian. Gol tersebut memperlihatkan bagaimana Milan tidak selalu memaksakan progresi melalui area tengah.

3 dari 4 halaman

Ramos Berperan dalam 2 Gol

Peran Ramos semakin terlihat dalam proses gol kedua. Ia terlibat dalam kombinasi umpan dengan Adrien Rabiot melalui skema satu-dua yang menghasilkan ruang untuk gelandang Prancis tersebut mencetak gol.

Pergerakan Ramos juga membantu menciptakan koridor vertikal dalam struktur Milan. Jarak antarpemain yang terjaga membuat tuan rumah memiliki beberapa pilihan untuk meneruskan serangan melewati lini pertahanan Lecce.

Pada gol ketiga, Ramos lebih dulu memenangkan duel udara melawan pemain Lecce. Lawan kemudian mengirim pemain tambahan untuk menciptakan situasi dua lawan satu dan berhasil merebut bola dari Ramos.

Namun, Milan langsung melakukan counter-press. Diego Moreira merebut kembali bola sebelum Lecce sempat menyusun pertahanan, lalu memanfaatkan ruang terbuka untuk mencetak gol ketiga.

Data pertandingan turut memperlihatkan dominasi Milan. Lecce hanya memiliki lebar rata-rata tim sekitar 39 meter, menunjukkan betapa rapatnya struktur mereka, sementara Milan unggul dalam operan akurat dan dribel sukses.

Kemenangan 3-0 tersebut menjadi bukti bahwa Milan mampu menemukan solusi terhadap pendekatan defensif lawan. Ramos menjadi bagian penting dari proses itu melalui pergerakan, duel dan kemampuannya membuka ruang bagi rekan setim.

Sumber: Sempre Milan

4 dari 4 halaman

Klasemen


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL