
Bola.net - Kekalahan 0-2 dari Como di Serie A menjadi tamparan pertama bagi Juventus di musim 2025/26. Dua gol dari Marc-Oliver Kempf dan Nico Paz di Stadio Sinigaglia bukan hanya menandai kemenangan bersejarah Como atas Bianconeri setelah hampir tujuh dekade, tetapi juga memperpanjang paceklik kemenangan Juventus yang sudah berlangsung lebih dari sebulan.
Pelatih Igor Tudor berada di bawah tekanan usai hasil tersebut. Juventus terakhir kali merasakan kemenangan pada 13 September, saat menundukkan Inter 4-3. Sejak itu, performa mereka menurun, dan kekalahan dari Como semakin menajamkan sorotan terhadap keputusan taktis sang pelatih.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah keputusan Tudor memainkan Dusan Vlahovic hanya selama sepuluh menit terakhir. Keputusan itu menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pendukung dan pengamat. Meski demikian, Tudor punya alasannya sendiri dan merasa langkah yang diambilnya sudah tepat.
Dalam wawancara usai laga, Tudor menjelaskan bahwa perubahan formasi dan keputusan soal Vlahovic bukan didasari emosi sesaat, melainkan hasil pertimbangan taktis menghadapi gaya bermain cepat dan disiplin dari pasukan Cesc Fabregas.
Laga Sulit buat Juventus

Juventus datang ke Como dengan niat bangkit, tetapi justru dipaksa menyerah dua gol tanpa balas. Tudor mengakui bahwa laga tersebut berjalan sulit sejak awal. “Itu pertandingan yang sulit melawan tim yang terorganisir dengan baik,” ujarnya kepada DAZN seusai pertandingan.
Ia menyoroti bahwa timnya sebenarnya sempat menunjukkan hal menarik, terutama di babak pertama. “Kami kebobolan dari situasi bola mati, tapi kami juga melakukan beberapa hal menarik, seperti yang mereka lakukan di babak pertama,” jelasnya. Namun, setelah tertinggal dua gol di menit ke-79, Tudor merasa laga sudah tak bisa diselamatkan. “Setelah 2-0, pertandingan sudah berakhir.”
Kekalahan ini bukan hanya soal hasil, melainkan cerminan bagaimana Juventus kesulitan menghadapi intensitas dan kecepatan serangan balik Como. Tudor pun mengakui bahwa keunggulan lawan dalam transisi menjadi faktor utama yang sulit diatasi.
Perubahan Formasi Juventus dan Risikonya

Cederanya Gleison Bremer membuat Tudor mengambil keputusan untuk mengubah struktur pertahanan dari tiga bek menjadi empat bek. Meski eksperimen itu berujung kekalahan, Tudor tetap yakin pilihannya tepat.
“Kami percaya bahwa ini hal terbaik untuk tim. Saya pikir itu pilihan yang benar, terlepas dari hasilnya,” katanya. “Kami bisa mendekati area mereka, tetapi gagal memberikan umpan atau tembakan akhir.”
Keputusan tersebut memang memperlihatkan niat Tudor untuk menjaga keseimbangan tim tanpa Bremer, tetapi di sisi lain, Juventus kehilangan soliditas di belakang dan tajam di depan. Kurangnya efektivitas di sepertiga akhir membuat segala upaya mereka tak membuahkan hasil.
Alasan di Balik Vlahovic Masuk Terlambat

Pertanyaan terbesar setelah laga tentu tertuju pada keputusan Tudor memasukkan Dusan Vlahovic di menit ke-77, saat Juventus sudah dalam posisi tertinggal. Tudor menjelaskan bahwa timing tersebut adalah bagian dari strategi, bukan bentuk keraguan terhadap kemampuan sang striker.
“Sudah tepat untuk mencoba dengan dua penyerang di akhir, tetapi Anda harus berlari melawan Como,” kata Tudor. “Tidak mudah untuk menutup ruang. Kami terkena serangan balik, dan saat skor 2-0, pertandingan sudah berakhir. Tidak ada yang bisa dilakukan lagi.”
Ucapan itu menggambarkan betapa Tudor memandang laga ini sebagai pertarungan taktis, di mana stamina dan kecepatan menjadi faktor utama. Vlahovic yang dikenal sebagai penyerang target-man mungkin dianggap kurang sesuai untuk menghadapi tempo cepat Como di sepanjang pertandingan.
Meski begitu, keputusan itu tetap menimbulkan tanda tanya, karena Juventus membutuhkan gol sejak babak kedua dimulai. Tekanan terhadap Tudor pun makin besar, apalagi hasil ini memperpanjang catatan tanpa kemenangan mereka menjadi lebih dari sebulan.
Tudor Fokus ke Depan

Ketika ditanya apakah dirinya khawatir soal masa depan di bangku pelatih Juventus, Tudor menjawab dengan nada realistis. “Saya selalu khawatir tentang segalanya, itulah kehidupan seorang pelatih. Anda selalu memikirkan hal-hal yang bisa Anda perbaiki. Kami pasti akan membicarakannya di ruang ganti,” ujarnya.
Bagi Tudor, laga di Como menjadi pengingat bahwa Juventus masih jauh dari stabilitas yang diharapkan. Keputusan taktisnya, baik soal formasi maupun pemilihan pemain, kini berada di bawah sorotan tajam. Ia tahu, kebangkitan Bianconeri tak hanya ditentukan oleh strategi, tetapi juga mentalitas dan reaksi cepat di pertandingan-pertandingan berikutnya.
Apakah Juventus akan kembali menemukan ritme dan kepercayaan diri mereka, atau justru terjebak dalam krisis berkepanjangan? Jawabannya akan sangat ditentukan oleh bagaimana Igor Tudor mengelola ruang ganti dan mengembalikan keyakinan tim setelah menelan pil pahit di Como.
Sumber: Football Italia
Klasemen
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Como 2-0 Juventus: Ketika Keputusan Tudor Menimbulkan Tanda Tanya Besar
Liga Italia 19 Oktober 2025, 23:57
-
Nico Paz Menangi Duel Bintang Muda, Como Taklukkan Juventus 2-0 di Sinigaglia
Liga Italia 19 Oktober 2025, 23:43
-
Man of the Match Como vs Juventus: Nico Paz
Liga Italia 19 Oktober 2025, 19:40
-
Hasil Como vs Juventus: Gol Cepat Kempf dan Magis Nico Paz Bungkam Bianconeri
Liga Italia 19 Oktober 2025, 19:32
-
Link Live Streaming Como vs Juventus - Nonton Serie A di Vidio
Liga Italia 19 Oktober 2025, 16:30
LATEST UPDATE
-
Rodri Angkat Topi untuk Sevilla: Mereka Lawan Paling Menyusahkan untuk Barcelona Sejauh ini!
Liga Spanyol 20 September 2026, 08:30
-
Raphinha Cetak Hattrick Lagi, Hansi Flick: Gak Kaget Tuh!
Liga Spanyol 20 September 2026, 08:00
-
Roma Kena Comeback Inter, Gasperini: Hasil yang Adil!
Liga Italia 20 September 2026, 07:30
-
Comeback Lawan Roma, Chivu Puji Mental Baja Inter Milan
Liga Italia 20 September 2026, 07:00
-
Futsal Super Cup 2026: Bintang Timur Surabaya ke Final Usai Tekuk Cosmo JNE 3-1
Bola Indonesia 20 September 2026, 06:53
-
Unggul FC Malang ke Final Futsal Super Cup 2026, Singkirkan Pangsuma FC Lewat Adu Penalti
Bola Indonesia 20 September 2026, 06:42
-
Kalah 3-0 di Kandang Brighton, Arsenal Memang Bermain di Bawah Standard!
Liga Inggris 20 September 2026, 06:30
-
Dipermalukan Brighton, Mikel Arteta: Ini Pelajaran Berharga Bagi Arsenal!
Liga Inggris 20 September 2026, 06:00
-
Rapor Pemain Barcelona saat Comeback Lawan Sevilla: Raphina Maut, Yamal Ngeri!
Liga Spanyol 20 September 2026, 05:45
-
Ada Baleba, Michael Carrick Bawa 23 Pemain MU ke Kandang Fulham
Liga Inggris 20 September 2026, 05:30
-
BRI Region 13 Malang Serahkan Ambulans untuk Dukung Akses Kesehatan Warga Lumbang
News 20 September 2026, 05:21
-
Man of the Match Sevilla vs Barcelona: Raphinha
Liga Spanyol 20 September 2026, 04:10
-
Hasil Sevilla vs Barcelona: Hattrick Raphinha Jaga Start Sempurna Blaugrana!
Liga Spanyol 20 September 2026, 04:00
-
Man of the Match Roma vs Inter: Lautaro Martinez
Liga Italia 20 September 2026, 01:19
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33






















KOMENTAR