Como dan Dongeng Anak Muda: Tim Kecil Serie A yang Tembus Liga Champions Secara Bersejarah

Como dan Dongeng Anak Muda: Tim Kecil Serie A yang Tembus Liga Champions Secara Bersejarah
Pelatih Como, Cesc Fabregas mengenakan jersey bertuliskan Como means Europe? setelah memastikan lolos ke turnamen Eropa musim depan usai mengalahkan Hellas Verona, 10 Mei 2026. (c) Paola Garbuio/LaPresse via AP

Bola.net - Como menulis salah satu kisah paling indah di Serie A musim 2025/2026. Klub yang tidak banyak dijagokan itu sukses merebut tiket Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.

Kepastian lolos didapat setelah Como menang telak 4-1 atas Cremonese pada pekan terakhir Serie A. Kemenangan itu sekaligus mengirim Cremonese turun kasta ke Serie B musim depan.

Tim asuhan Cesc Fabregas datang ke laga terakhir dengan tekanan besar. Como wajib menang sambil berharap AC Milan kehilangan poin dalam pertandingan lain.

Situasi akhirnya berjalan sempurna untuk Como setelah Milan kalah 1-2 dari Cagliari. Como pun finis di posisi keempat klasemen dengan koleksi 71 poin, unggul satu angka dari Rossoneri.

1 dari 3 halaman

Como dan Keajaiban Anak Muda

Selebrasi pemain Como usai mengalahkan Hellas Verona di Serie A, 10 Mei 2026 dan memastikan tiket ke Eropa musim depan. (c) Paola Garbuio/LaPresse via AP

Selebrasi pemain Como usai mengalahkan Hellas Verona di Serie A, 10 Mei 2026 dan memastikan tiket ke Eropa musim depan. (c) Paola Garbuio/LaPresse via AP

Keberhasilan Como terasa semakin spesial karena mereka mengandalkan skuad muda sepanjang musim. Berdasarkan data Transfermarkt, rata-rata usia pemain Como hanya 25,7 tahun.

Hanya Lecce, Cagliari, dan Parma yang memiliki rata-rata usia skuad lebih muda dibanding Como. Namun, minim pengalaman tidak membuat Como kehilangan daya saing di Serie A.

Sebaliknya, Como tampil sangat atraktif sepanjang musim bersama Cesc Fabregas. Mereka mampu mencetak 65 gol dan hanya kalah produktif dari Inter Milan di Serie A musim ini.

Permainan menyerang yang agresif membuat Como menjadi salah satu tim paling menarik untuk ditonton. Klub ini tidak hanya mengejar hasil, tetapi juga membangun identitas permainan yang jelas.

2 dari 3 halaman

Cesc Fabregas dan Mahakarya Como

Pelatih Como Cesc Fabregas dan para pemain memberikan tepuk tangan kepada para suporter saat merayakan kemenangan 2-0 pada akhir laga Serie A/Liga Italia antara Genoa vs Como, 26 April 2026 (c) Tano Pecoraro/LaPresse via AP

Pelatih Como Cesc Fabregas dan para pemain memberikan tepuk tangan kepada para suporter saat merayakan kemenangan 2-0 pada akhir laga Serie A/Liga Italia antara Genoa vs Como, 26 April 2026 (c) Tano Pecoraro/LaPresse via AP

Cesc Fabregas menjadi sosok utama di balik keberhasilan Como musim ini. Mantan gelandang Arsenal dan Barcelona itu berhasil membentuk tim muda dengan mentalitas besar.

Como tampil konsisten pada momen-momen penting musim ini. Mereka juga mampu menghadapi tekanan besar saat perebutan tiket Liga Champions memasuki pekan terakhir.

Kemenangan atas Cremonese menjadi penutup sempurna perjalanan luar biasa Como di Serie A. Hasil itu memastikan mereka menyalip AC Milan dan mengamankan tempat terakhir di Liga Champions.

"Sangat luar biasa, karena cara kami melakukannya. Ini adalah skuad yang penuh dengan pemain muda, kami memiliki 15 pemain yang semuanya berusia di bawah 23 tahun, jadi ini adalah mahakarya dari seluruh tim," kata Fabregas.

Sumber: Football Italia


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL