Siapa Pemain AC Milan yang Nggak Malu-maluin saat Dipermalukan Cagliari: Maignan Berjuang Sendirian, Taktik Allegri Zonk!

Siapa Pemain AC Milan yang Nggak Malu-maluin saat Dipermalukan Cagliari: Maignan Berjuang Sendirian, Taktik Allegri Zonk!
PErebutan bola antara gelandang AC Milan, Adrien Rabiot dengan pemain Cagliari, Michel Adopo di laga Serie A, 25 Mei 2026. (c) AP Photo/Antonio Calanni

Bola.net - AC Milan menutup laga kandang dengan hasil mengecewakan setelah kalah 1-2 dari Cagliari di San Siro, Senin (25/5/2026) dini hari tadi. Kekalahan ini bukan hanya merusak posisi mereka di klasemen Serie A, tetapi juga memperlihatkan betapa rapuhnya permainan Rossoneri sepanjang pertandingan.

Milan sebenarnya sempat unggul cepat dan terlihat nyaman pada awal laga. Namun situasinya berubah drastis setelah Cagliari membalas lewat Gennaro Borrelli dan Juan Rodriguez di babak kedua. Pertahanan tuan rumah terlalu pasif, sementara lini tengah gagal menjaga ritme permainan.

Hasil buruk itu membuat Milan turun ke peringkat keenam usai disalip Como. Di tengah performa tim yang berantakan, Mike Maignan justru tampil sebagai penyelamat dengan sederet penyelamatan penting yang mencegah skor menjadi lebih buruk.

Penampilan para pemain Milan malam itu memperlihatkan banyak masalah yang belum selesai. Tidak hanya kalah dan malu di depan pendukung sendiri, kekalahan ini juga membuat Rossoneri gagal menembus Liga Champions musim depan.

Berikut ulasan performa individu skuad Rossoneri saat dipermalukan Cagliari di San Siro.

1 dari 4 halaman

Kiper dan Bek

Kiper AC Milan Mike Maignan beraksi pada laga Serie A/Liga Italia antara AC Milan vs Juventus di Milan, Italia, Minggu, 26 April 2026 (c) Alessio Morgese/LaPresse via AP

Kiper AC Milan Mike Maignan beraksi pada laga Serie A/Liga Italia antara AC Milan vs Juventus di Milan, Italia, Minggu, 26 April 2026 (c) Alessio Morgese/LaPresse via AP

Mike Maignan (8.0): Kapten tim tampil luar biasa di bawah mistar dengan sembilan penyelamatan penting. Tanpanya, Milan mungkin kalah dengan margin yang jauh lebih besar.

Fikayo Tomori (6.0): Bek asal Inggris itu tampil kurang stabil dan beberapa kali kalah duel fisik. Ia akhirnya ditarik keluar setelah permainan bertahannya mulai goyah.

Strahinja Pavlovic (5.5): Penampilannya jauh dari meyakinkan. Ia beberapa kali salah posisi, menerima kartu kuning, dan gagal memberi ketenangan di lini belakang.

Matteo Gabbia (6.0): Jadi bek paling konsisten di antara rekan-rekannya dengan sejumlah blok penting di kotak penalti. Meski begitu, ia tetap terlambat mengantisipasi proses gol pertama Cagliari.

2 dari 4 halaman

Lini Tengah

Pemain Cagliari, Gianluca Gaetano mencoba menghentikan pergerakan gelandang AC Milan, Youssouf Fofana di laga Liga Italia, 25 Mei 2026. (c) AP Photo/Antonio Calanni

Pemain Cagliari, Gianluca Gaetano mencoba menghentikan pergerakan gelandang AC Milan, Youssouf Fofana di laga Liga Italia, 25 Mei 2026. (c) AP Photo/Antonio Calanni

Adrien Rabiot (6.0): Cukup aktif membangun serangan dan menciptakan beberapa peluang bagus. Sayangnya, penyelesaian akhirnya buruk dan tak ada yang benar-benar mengancam gawang lawan.

Youssouf Fofana (5.0): Tampil lambat dan terlalu mudah dilewati pemain Cagliari. Ia juga gagal mengawal Juan Rodriguez dalam proses gol kedua.

Ardon Jashari (5.0): Permainannya monoton dan kurang berani mengalirkan bola ke depan. Akibatnya, serangan Milan terasa mudah ditebak.

Davide Bartesaghi (6.0): Pemain muda ini cukup aktif membantu dari sisi lapangan dan sempat memberi dua umpan kunci. Namun dalam transisi bertahan, ia masih terlihat terlambat menutup ruang.

Alexis Saelemaekers (7.0): Menjadi pemain paling hidup di lini serang lewat gol cepat pada awal pertandingan. Meski begitu, emosinya beberapa kali mengganggu fokus permainan sendiri.

3 dari 4 halaman

Lini Depan

Reaksi penyerang AC Milan, Christopher Nkunku (kanan) usai kebobolan lawan Cagliari, 25 Mei 2026. (c) AP Photo/Antonio Calanni

Reaksi penyerang AC Milan, Christopher Nkunku (kanan) usai kebobolan lawan Cagliari, 25 Mei 2026. (c) AP Photo/Antonio Calanni

Santiago Gimenez (6.0): Membuka laga dengan assist yang bagus, tetapi setelah itu nyaris tak mendapat suplai bola. Ia terlihat terisolasi sebelum akhirnya diganti saat jeda.

Christopher Nkunku (5.5): Sulit masuk ke ritme permainan dan gagal memberi ancaman nyata dari sisi sayap. Satu peluang emas yang ia miliki juga terbuang percuma.

4 dari 4 halaman

Pemain Pengganti dan Pelatih

Gelandang AC Milan, Luka Modric saat tampil melawan Cagliari di lanjutan Liga Italia, 25 Mei 2026. (c) AP Photo/Antonio Calanni

Gelandang AC Milan, Luka Modric saat tampil melawan Cagliari di lanjutan Liga Italia, 25 Mei 2026. (c) AP Photo/Antonio Calanni

Pulisic (5.0): Masuk dari bangku cadangan, tetapi gagal memberi perubahan berarti. Beberapa peluang yang datang kepadanya juga tidak dimaksimalkan dengan baik.

Athekame (4.5): Masuknya pemain muda ini justru membuat permainan Milan makin kehilangan arah. Ia tampak kesulitan mengikuti tempo pertandingan.

Luka Modric (4.5): Gelandang veteran itu tampil di bawah standar dengan sejumlah salah umpan yang merugikan tim. Kehadirannya tidak memberi kontrol yang dibutuhkan Milan di tengah lapangan.

Fullkrug (4.5): Terlalu sering terjebak offside dan sulit menemukan ruang di kotak penalti lawan. Frustrasinya terlihat jelas sepanjang babak akhir.

Rafael Leao (4.5): Jauh dari performa terbaik. Pergerakannya mudah dibaca dan nyaris tidak memberi dampak terhadap pertahanan Cagliari.

Massimiliano Allegri (4.0): Pendekatan taktik yang diterapkan gagal total. Pergantian pemain di babak kedua juga tidak membantu mengubah jalannya pertandingan, bahkan membuat Milan makin kehilangan bentuk permainan.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL