Bola.net - - Antonio Conte mengaku petualangannya di Chelsea membuatnya jadi pelatih yang lebih baik dan ia merekomendasikan koleganya di Italia untuk mengikuti jejaknya.
Conte memulai karirnya sebaga pelatih di Italia. Ia kemudian meraih sukses besar saat melatih Juventus.
Selama tiga tahun bersama Juve, Conte meraih lima trofi juara. Tiga di antaranya adalah trofi Scudetto yang diraih secara beruntun.
Setelah melatih timnas Italia, Conte kemudian menerima pinangan Chelsea pada tahun 2016. Selama dua musim di sana ia berhasil membawa The Blues meraih gelar Premier League plus FA Cup.
Berkarir di Luar Negeri
Sayangnya meski berhasil mempersembahkan dua gelar juara, Conte didepak pada musim panas 2018 kemarin. Jelas hal itu bukan pengalaman yang bagus bagi seorang pelatih.
Meski demikian, Conte menyebut pengalaman ini membuatnya jadi pelatih yang lebih baik. Ia pun menyarankan pada kolega-koleganya untuk mengikuti langkahnya berkarir di luar negeri.
"Pengalaman yang saya miliki di luar negeri membuat saya lebih kuat dan lebih lengkap," klaim Conte pada Gazzetta dello Sport.
"Saya akan merekomendasikan hal ini kepada pelatih Italia mana pun. Sulit, tetapi ini meningkatkan Anda. Hari ini, jika seseorang memanggil saya, saya tahu bahwa saya harus bekerja dengan ide sepakbola dan metode saya," serunya.
Bukan Manajer
Namun Conte juga menambahkan, ia sepertinya tidak cocok dengan jabatan sebagai manajer. Ia mengaku lebih cocok menjadi seorang pelatih saja.
"Saya bukan seorang manajer, saya tidak berpikir tujuan pelatih adalah membuat kerusakan sesedikit mungkin. Saya merasa itu memalukan bagi mereka yang merasa seperti itu," cetusnya.
"Saya merasa tujuan dari pekerjaan saya adalah kemenangan. Jalan menuju ke sana terbuat dari pekerjaan, pengorbanan, persatuan. Dari niat, untuk berpikir dengan 'kita' dan bukan dengan 'aku'," tegas Conte.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Eden Hazard Ajukan Permintaan Transfer ke Chelsea
Liga Inggris 7 Mei 2019, 21:00
-
Conte Rekomendasikan Pelatih Italia Ikuti Jejaknya
Liga Italia 7 Mei 2019, 20:24
-
Balik ke Italia, Conte Akan Melatih Roma
Liga Italia 7 Mei 2019, 19:46
LATEST UPDATE
-
Prediksi Milan vs Genoa 9 Januari 2026
Liga Italia 8 Januari 2026, 02:45
-
Prediksi Atletico Madrid vs Real Madrid 9 Januari 2026
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 02:00
-
Tempat Menonton Man City vs Brighton: Jadwal Live Streaming dan Tayang di Mana?
Liga Inggris 8 Januari 2026, 01:09
-
Prediksi PSG vs Marseille 9 Januari 2026
Liga Eropa Lain 8 Januari 2026, 01:00
-
Tempat Menonton Fulham vs Chelsea: Jadwal Live Streaming dan Tayang di Mana?
Liga Inggris 8 Januari 2026, 00:35
-
BRI Super League: Persebaya Menggebrak dengan Pelatih dan 2 Pemain Asing Baru
Bola Indonesia 7 Januari 2026, 21:57
-
Rodrygo Naik Level: Dari Cadangan Jadi Andalan Baru Real Madrid
Liga Spanyol 7 Januari 2026, 21:34
-
AC Milan Pilih Jadi Penonton Persaingan Scudetto Serie A 2025/2026
Liga Italia 7 Januari 2026, 20:48
-
Tiket Early Bird KLBB 2026 Ludes Secepat Kilat, Habis Tak Sampai Satu Jam
Lain Lain 7 Januari 2026, 20:38
-
Live Streaming Parma vs Inter - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 7 Januari 2026, 19:45
-
Ole Gunnar Solskjaer Muncul di Cheshire, Segera Kembali ke Manchester United?
Liga Inggris 7 Januari 2026, 19:42
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58


























KOMENTAR